Kenaikan Isa Al-Masih

July 21st, 2010 | stevensterk

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, ” Tidak ada seorang nabi-pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama 40 tahun dan kemudian dia meninggal, kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya.” HR Abu Dawud

Menurut pandangan Islam, setelah nabi Isa as lolos dari rencana pembunuhan oleh orang-orang Yahudi, lalu diangkat ke langit dan masih hidup hingga saat ini, akan turun kembali nanti menjelang hari kiamat dan bertugas selama 40 tahun untuk menegakkan kebenaran Islam dan meluruskan ajarannya yang telah diselewengkan, diantaranya tentang salib, karena nabi Isa selama misinya hingga terangkatnya ke langit, sama sekali tidak pernah mengajarkan perihal salib, juga akan membunuh babi yang telah dihalalkan oleh umat Kristen, di mana beliau sendiri tidak pernah menghalalkannya sejak Allah SWT haramkan.

Sementara itu, menurut pandangan Kristen, setelah Yesus Kristus bangkit dari kematian dan menemui murid-muridnya selama 40 hari, Yesus terangkat ke sorga dan akan kembali ke bumi dengan cara yang sama seperti naiknya.

“…Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kisah Para Rasul 1:11.

Sepintas ada kesamaan pandangan antara Islam dan Kristen perihal diangkat-nya nabi Isa as ke langit/sorga dan turunnya kembali ke bumi menjelang hari kiamat nanti, namun ada perbedaan sangat mendasar tentang hal tersebut yaitu ‘belum atau sudah mati’ ketika beliau diangkat. Menurut pandangan Islam nabi Isa as di angkat ke langit dalam keadaan sebelum mengalami mati, sementara, menurut pandangan Kristen Yesus diangkat ke sorga dalam keadaan setelah mengalami kematian.

PANDANGAN ISLAM

Banyak kejadian-kejadian yang selaras de-ngan pandangan yang menyatakan bahwa Isa putra Maryam belum mengalami kematian ke-tika diangkat ke langit.

Pertama, dalam al-Qur’an dinyatakan bahwa nabi Isa as diselamatkan dari rencana pembunuhan :

…. padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka…. QS. 4:157
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana . QS. 4:158

Kedua, banyak nubuat dalam hadits yang menginformasikan bahwa Isa putra Maryam akan turun kembali ke bumi dan baru akan meninggal setelah bertugas selama 40 tahun. Kalau Isa putra Maryam sudah mengalami kematian ketika diangkat ke langit, maka sangat logis bila beliau dinubuatkan baru akan mengalami kematian nanti setelah turun ke bumi dan bertugas selama 40 tahun.

Juga tidak mungkin Isa putra Maryam telah mengalami kematian kalau beliau harus turun kembali menjelang hari kiamat untuk berdakwah membela Islam, karena orang yang sudah mati tidak mungkin bisa berdakwah. Kalau orang yang sudah mati bisa berdakwah, tentu nabi Muhammad saw yang lebih tepat dari pada nabi Isa as, alasannya, nabi Muhammad saw sudah terbukti jauh lebih berhasil dalam menegakkan syariat Allah daripada nabi Isa as. Di samping itu, karena nabi Muhammad sebagai pembawa syariat terakhir dan bukan nabi Isa as, Tetapi karena nabi Muhammad saw sudah mati dan nabi Isa as masih hidup, maka nabi Isa as-lah yang ditakdirkan untuk membela Islam di akhir zaman nanti.

Ketiga, nabi Isa as adalah nabi yang diutus kepada bani Israel yang disertai kemukjizatan sejak pada masa penciptaannya hingga pada masa menjalankan misinya, mukjizat-mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada beliau sangat nyata menunjukkan bahwa Isa putra Maryam adalah utusan Allah u, namun sayang, hanya sedikit orang-orang Israel yang mempercayainya bahkan mereka berencana membnunuh Isa as, karena mereka tidak percaya dengan nabi Isa as walaupun dengan kemukjizatan-kemukjizatan yang luar biasa, maka Allah SWT menyelamatkan nabi Isa as dengan mengangkatnya ke langit dan menjaganya tetap hidup hingga sekarang ini.

Turunnya nabi Isa as menjelang hari kiamat nanti, merupakan kemukjizatan yang luar biasa bagi manusia, di mana Isa putra Maryam yang lahir ribuan tahun sebelumnya, ternyata masih hidup pada masa menjelang hari kiamat, tentu saja hal tersebut akan menjadikan seseorang sulit untuk tidak mempercayai kebenaran Isa putra Maryam. Sehingga ketika nabi Isa as menyampaikan kebenaran Islam tidak seorangpun yang menolak temasuk orang-orang Yahudi yang dulu sombong :

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan ber-iman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. QS. 4:159

Satu lagi, ditakdirkannya nabi Isa as belum mengalami mati hingga saat ini, adalah untuk menjelaskan dan membuktikan bahwa dirinya tidak disalib, sehingga orang-orang yang tidak mempercayai informasi al-Qur’an yang menyatakan nabi Isa as tidak dibunuh dan tidak pula disalib akan langsung percaya. Dan untuk menjelaskan bahwa beliau as tidak pernah menyampaikan kepada manusia untuk menyembah dirinya atau untuk mengakui dirinya sebagai Allah.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku mengatakannya yaitu:”Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. QS. 5:117

Padahal dalam Bible sendiri, tidak ditemukan ayat yang menyatakan Yesus mengaku sebagai Allah dan memerintahkan manusia untuk menyembah dirinya, mereka tidak percaya yang dinyatakan al-Qur’an, tetapi baru akan percaya bila Yesus sendiri yang menjelaskan.

PANDANGAN KRISTEN

Berbeda dengan pandangan Islam, menurut pandangan Kristen, Yesus telah mati disalib, bangkit dari kematian –hidup lagi- baru terangkat ke sorga.

Pandangan semacam itu sebenarnya kontradiksi atau tidak selaras dengan kisah-kisah lain dalam bible, seperti ketika detik-detik penangkapannya, Yesus berada dalam ketakutan yang amat sangat dan berdoa memohon kepada Allah agar diberi keselamatan :

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:43-44

Karena Yesus sangat sungguh-sungguh dalam berdoa, maka Allah mengabulkan doa-nya :

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Ibrani 5:7

Berdasarkan ayat tersebut, Allah mengabulkan doa Yesus, yang artinya Yesus terselamatkan dari maut –kematian- atau rencana pembunuhan oleh orang-orang Yahudi, yang artinya Yesus belum mengalami kematian ketika diangkat ke sorga. Menganggap Yesus telah mati disalib dan bangkit dari kematian tidak selaras dengan maksud ayat diatas.

Apalagi ditinjau dari sikap-sikap Yesus pasca anggapan kebangkitannya, mustahil Yesus telah mengalami kematian lalu hidup kembali bila beberapa jam sebelum diangkat ke sorga Yesus makan sepotong ikan goreng.

“Adakah padamu makanan di sini?”
Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Injil Lukas 24:41-43

Makan makanan beberapa jam sebelum terangkat ke sorga, adalah bukti bahwa Yesus belum mengalami kematian ketika diangkat ke sorga. Karena, perbuatan makan ikan goreng hanya dilakukan oleh orang hidup yang belum mengalami kematian untuk menjaga agar tetap hidup dan bukan perbuatan orang yang telah mengalami kematian. Orang yang hidup sesudah mati, tidak perlu lagi makan makanan agar tetap hidup, karena dia sudah tidak akan mengalami kematian lagi :

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, Ibrani 9:27

Kalau manusia sudah ditetapkan hanya satu kali mengalami mati, tentu setelah dibangkitkan dari kematian, manusia tidak akan mengalami lagi kematian, yang artinya setelah itu manusia akan kekal hidup yang tidak akan merasa lapar dan tidak perlu makan, lalu mengapa Yesus masih makan ikan goreng kalau dikatakan telah bangkit dari kematian ?. Tentu saja karena Yesus masih hidup dan belum mengalami kematian. Pendek kata Yesus terangkat ke sorga dalam keadaan masih hidup dan belum mengalami kematian.

Ada fragmen-fragmen lain yang terdokumentasi dalam Injil Lukas, yang mengindikasikan bahwa Yesus belum mengalami kematian :

….. bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia (Yesus) hidup. Injil Lukas 24:23

Yang dimaksud Yesus hidup seperti yang dikatakan malaikat dalam ayat di atas adalah, hidup sebelum mengalami kematian bukan hidup setelah mengalami kematian, karena Yesus masih makan ikan goreng.

Ada satu lagi fragmen yang mengindikasikan bahwa Yesus hidup dan belum mengalami kematian :

Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Injil Markus 16:11

Untuk memahami ayat tersebut, mari kita ambil contoh seakan-akan kejadian itu ada dihadapan kita. Misalkan ada orang katakanlah ‘A’, mempunyai teman ‘B’ sedang bepergian menggunakan kereta api, beberapa jam kemudian ‘A’ mendapatkan berita di televisi kereta yang ditumpangi ‘B’ tabrakan dan ‘B’ termasuk korban tewas. Tetapi beberapa hari kemudian ‘A’ bertemu ‘B’ dipasar, maka ‘A’ tidak percaya mendapati ‘B’ hidup. Ketidakpercayaan ‘A’ semata-mata untuk menyimpulkan bagaimana pemberitaan semacam itu bisa terjadi, bukan untuk menyimpulkan bagaimana mungkin ‘B’ dapat bangkit dari kematian. Maka kesimpulannya adalah ‘B’ tidak tewas.

Begitu juga ketika murid-murid mendapatkan Yesus hidup, ketidak-percayaan mereka semata-mata untuk menjawab ‘siapakah orang yang disalib kalau Yesus masih hidup ?’, bukan untuk menjawab ‘apakah Yesus telah bangkit dari kematian’.

Menurut pandangan mereka dan pandangan orang pada umumnya, bila ada penampakan yang menyerupai orang yang telah mati, maka penampakan itu adalah hantu. Merekapun sempat mengira Yesus yang ada di hadapan mereka adalah hantu, hal itu maklum saja, karena berita tentang Yesus telah mati di tiang salib sangat kuat beredar di masyarakat.

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Injil Lukas 24:37

Kemudian Yesus menghampiri mereka un-tuk menjelaskan bahwa Yesus yang mereka lihat bukanlah hantu :

…Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Injil Lukas 24:38-39

Apa yang dilakukan Yesus adalah untuk membuktikan bahwa dia belum mati, karena kalau dia sudah mati dan hidup lagi, tentu mereka tidak akan dapat melihat dan meraba tubuhnya. Merekapun akhirnya percaya bahwa Yesus yang mereka lihat adalah benar-benar Yesus dan bukanlah hantu. Artinya, mereka percaya kalau bukan Yesus yang disalib.

Doa Yesus yang dikabulkan, Yesus makan ikan goreng, ucapan malaikat bahwa Yesus masih hidup, ketidak-percayaan murid-murid menyaksikan Yesus masih hidup dan pengakuan Yesus bahwa dirinya bukan hantu, adalah fragmen-fragmen yang menguatkan pandangan bahwa Yesus belum mengalami kematian ketika diangkat, apalagi ditinjau dari tujuan Yesus turun kembali ke bumi, sangat pas bila Yesus belum mati.

Menurut pandangan Kristen, turunnya Yesus kembali ke bumi, adalah untuk mengembalikan kerajaan Israel atau untuk menyelamatkan umat Israel, dan itu tidak bisa dilakukan oleh Yesus dalam bentuk roh. Karena orang dalam bentuk roh, tidak akan bisa dilihat oleh manusia yang masih hidup di dunia fana.

Dalam Injil Lukas disebutkan, bahwa orang akan dapat melihat Yesus ketika turun ke bumi :

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Injil Lukas 21:27

Yang artinya, bukan dalam bentuk roh atau bentuk orang yang sudah mengalami kematian. Tentu saja ayat tersebut menjadi ganjalan bagi yang memiliki pandangan bahwa Yesus telah mengalami kematian sebelum terangkat ke sorga. Bukankah orang yang telah mengalami kematian tidak akan bisa dilihat ?

Tetapi, ayat tersebut justru memperkuat pandangan Islam yang menyatakan bahwa nabi Isa as belum mengalami kematian ketika terangkat ke langit dan juga turunnya nanti, sehingga orang akan dapat melihat fisik Yesus. Ada satu lagi ayat dalam Bible yang selaras dengan pandangan Islam :

“….Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kisah Para Rasul 1:11

Frasa dengan cara yang sama dalam ayat tersebut, selaras dengan pandangan Islam yang menyatakan, nabi Isa as terangkat ke langit dalam keadaan belum mengalami kematian, dan akan turun kembali juga dalam keadaan belum mengalami kematian.

Sampai di sini dulu kajian tentang kenaikan nabi Isa as dari sudut pandang Islam dan Kristen, semoga kajian ini bermanfaat bagi akidah kita. Amien.

sumber: (al-islahonline)

Paganisme Dalam Agama Kristen

July 21st, 2010 | stevensterk

Pada artikel ini kita akan membuktikan kaitan erat antara dogma-dogma palsu Kristen dengan paganisme. Umumnya orang Kristen akan menolak mentah-mentah bahwa dogma Kristen berasal dari agama pagan. Namun melalui artikel ini, mari kita melihat kembali adanya kemiripan dan kesamaan persis antara dogma-dogma Kristen dengan ajaran agama pagan.

Perluasan tanah antara Sungai Nil Mesir hingga Sungai Eufrat, tempat tinggal berbagai bangsa termasuk bangsa Yahudi selama berada-abad sebelum kelahiran Yesus. Selama periode ini, wilayah tsb dibawah kendali banyak kerajaan dari berbagai bangsa, sebut saja Babylonia, Persia, Romawi, dll. Semua kerajaan tsb secara luas telah berhubungan dengan beragam budaya dan kepercayaan. Kita dapat melihat “agama Yesus” ini telah direvisi dan dimodifikasi sedemikian rupa pasca kepergiannya. Bahwa agama Kristen telah terpengaruh dan menyerap berbagai unsur ajaran paganisme, seperti agama Buddha, paganisme Romawi, paganisme Yunani, agama Hindu, agama orang Persia, dan kepercayaan orang-orang Mesir kuno, yang dicampur adukkan dengan Yudaisme, dll.

Informasi dibawah ini sebagian besar bersumber dari buku “Bible myths and their parallels in other religions” oleh T. W. Doane dan “Islam and Christianity in the modern world,” oleh Dr. Muhammad Ansari.

Kesan yang hendak selalu ditekankan oleh umat Kristen sekarang ini adalah bahwa terdapat perbedaan antara agama Kristen dengan paganisme. Menurut umat Kristen Trinitarian pula, terdapat perbedaan yang sangat-sangat besar antara dua agama tsb, dan jikalau ada kesamaan itu dapatlah dikatakan jarang (tidak terlalu penting).

Umat Kristen Trinitarian benar-benar lupa sejarah, atau barang kali memang sengaja melupakan sejarah, bahwa agama Kristen mendapat dukungan penuh dari kerajaan pagan Romawi, dan demi tegaknya agama Kristen dan merebut hati kaisar pagan Romawi, bapak-bapak Gereja telah memasukkan praktek ritual agama Pagan kedalam agama Kristen.

Bapak gereja terkenal yaitu Augustine (354-430) berkata “The same thing which is now called CHRISTIAN RELIGION existed among the ancients. They have begun to call Christian the true religion which existed before.” (Hal yang sama dari apa yang disebut agama Kristen saat ini telah eksis diantara orang-orang zaman kuno. Mereka menyebut agama Kristen sebagai agama yang benar yang telah eksis sebelumnya)

SALIB

Sekarang mari kita melihat simbol yang diagungkan oleh umat Kristen yaitu “salib”.

Salib:

Ikan: Simbol dari makan malam terakhir

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa simbol pertama dari agama Kristen adalah ikan. Pada sacramental cups, seals, and lamps Roh Kudus disimbolisasikan dengan seekor burung merpati dan Kristus oleh seekor ikan (barangkali karena pada waktu itu, ikan adalah satu dari elemen-elemen dari hidangan suci) atau oleh seorang penggembala yang memikul seekor domba di bahunya (lihat Lukas 15:3-7). Salib itu tidak diadopsi hingga jauh setelah kepergian Yesus. Satu dari alasan-alasan utama untuk ini adalah fakta bahwa ia yang mati disalib adalah dianggap dikutuk oleh Tuhan (Galatia 3:13). Sejarawan modern mengetahui fakta bahwa salib telah ada dan dipakai jauh sebelum kedatangan Yesus. Salib dipuja di India sebagai simbol Dewa Agni, yang dijuluki “Cahaya Dunia”. Salib ditempatkan di tangan Dewa Siva, Brahma, Vishnu, Krishna, Tvashtri, dan Jama. Salib juga dikenal oleh penganut agama Buddha dari zaman kuno dan para pengikut Lama dari Timbet.

Orang-orang Mesir juga mengadopsi salib sebagai simbol agama pagan mereka. Tak terhitung banyaknya bahwa orang-orang Mesir menggambar lukisan mereka sendiri sambil memegang salib ditangan mereka. Juru Selamat orang-orang Mesir, Horus, dilukiskan sedang memegang sebuah salib ditangannya. Horus “Kristus” ini juga dilukiskan sebagai anak kecil (an infant) yang duduk di lutut ibunya dengan sebuah salib. Salib dalam tradisi agama pagan mesir dikenal sebagai CRUX ANSATA, yang kemudian diadopsi oleh bapak-bapak Gereja Kristen.

Horus “Kristus”, juru selamat Mesir dan Dewa kematian dan alam bawah dunia, kadang-kadang direpresentasikan sedang memegang salibnya, jika dihubungkan dengan konsep kematian.

Salib juga dikenal di Irlandia. Salib juga dikenal pula oleh orang-orang Persia sebagai objek sesembahan untuk Dewa Matahari “Mithra” yang memikul sebuah salib. Orang-orang Yunani dan Romawi juga mengadopsi salib sebagai simbol agama mereka selama berabad-abad jauh sebelum kelahiran Yesus. Ada satu inkripsi kuno di Tessaly disertai oleh sebuah salib Calvary. Banyak salib-salib lainnya juga dapat ditemukan untuk memperindah kuburan Raja Midas di Phrygia.

Trinitas

Sekarang marilah kita mempelajari “Trinitas” yang berakar dari kepercayaan paganisme kuno. “Trinitas” agama Kristen didefinisikan dalam Kredo Nicea, yang disponsori oleh kaisar pagan Romawi Konstantin Yang Agung, adalah menggabungkan tiga entitas yang berbeda kedalam satu entitas. Umat Kristen Trinitarian mengatakan Tiga Tuhan dalam satu Tuhan, dan tidak pernah menyebut sebagai tiga Tuhan karena dapat dianggap sebagai bid’ah (Yesaya 43:10). Umat Kristen Trinitarian menyebut tiga entitas Tuhan sebagai co-eternal (sama kekal), co-substantial (sama substansi), and co-equal (sama sederajat). Dogma Kristen ini berasal dari ajaran filsafat Neo-Platonik yang tidak bersumber dari Tuhan, melainkan berasal dari kepercayaan agama pagan. Banyak agama-agama kuno dibangun berdasarkan Trinitas.

>

Di India kita dapat temukan doktrin ketuhanan Trinitas yang dikenal sebagai “Tri-murti” (tiga bentuk) yang terdiri dari Brahma, Vishnu, dan Siva. “Trinitas” ala India ini adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan meskipun bentuknya ada tiga. Para penyembah pagan Hindu menyembah “Trinitas” sebagai satu. Konsep seperti ini tidak menjadi problem berdasarkan logika penganut agama Hindu oleh karena mereka juga menyembah dewa-dewa dengan perwujudan tubuh seorang manusia dan berkepala gajah (Ganesh), atau dewa monyet (Hanoman), atau dewa-dewa yang mempunyai tangan enam, dll. Ingat, agama Hindu itu jika dirunut kebelakang adalah bertarikh sekitar 500 SM, yang akarnya berasal dari sekitar tahun 2000 SM.

Brahma juga memiliki Trinitas. Trinitas Brahmana terdiri dari Vajrapani, Manjusri, dan Avalokitesvara yang jika ketiga Tuhan itu dipersatukan maka disebut “Buddha”. Penduduk Cina dan Jepang juga menyembah Buddha, namun mereka mengenalnya sebagai “Fo”. Ketika mereka menyembahnya mereka berkata “Fo adalah satu Tuhan tetapi memiliki tiga bentuk.”

Sir William Jones pernah berkata:

“Very respectable natives have assured me, that one or two missionaries have been absurd enough to in their zeal for the conversion of the Gentiles, to urge that the Hindoos were even now almost Christians; because their Brahma, Vishnu, and Mahesa (Siva), were no other than the Christian Trinity.” (Bible myths and their parallels in other religions, hal. 370)

Orang-orang Mesir kuno juga menyembah Trinitas. Simbol mereka adalah sebuah sayap, sebuah peta dunia, and sebuah serpent yang diatributkan kepada tuhan mereka.

Orang-orang Yunani juga mengenal Trinitas. Ketika mengadakan korban untuk tuhan-tuhan mereka, mereka akan memercikkan air suci pada altar sebanyak tiga kali, kemudian mereka akan memercikkan kepada orang-orang sebanyak tiga kali juga. Kemudian kemenyan diambil dengan tiga jari dan menyebarkannya ke altar sebanyak tiga kali. Kita harus ingat bahwa filosofi orang-orang pagan Yunani mempunyai peranan penting dalam membentuk dan mendefinisikan wujud Tuhan yang umat Kristen klaim sebagai Trinitas.

T.W. Doane berkata:

“Berbagai pekerjaan Plato secara luas dipelajari oleh Bapak-bapak Gereja, orang yang gembira mengakui pada guru besar, guru sekolah, di waktu penuh, ditujukan untuk mengedukasi orang-orang kafir bagi Kristus, sebagaimana yang dilakukan oleh Musa terhadap orang-orang Yahudi. Bagian mukadimah: “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman adalah dengan Tuhan, dan Firman adalah Tuhan” adalah satu fragmen dari beberapa uraian Pagan dalam filofosi Platonik, yang dengan nyata ditulis oleh Irenaeus. Bagian mukadimah tsb juga dikutip oleh Amelius, seorang filosof Pagan karena dengan tegas menyesuaikan Logos, atau Merkurius, Firman, yang dengan jelas adalah sebagai testimony yang dihormati yang berasal dari tuhannya bangsa barbar pagan…kemudian kita dapat melihat bahwa title “Firman” atau “Logos”, diaplikasikan untuk Yesus, adalah perpaduan antara Pagan dengan agama Kristen. Bentuk ini tidaklah diterima oleh umat Kristen hingga pertengahan abad ke dua Masehi. Orang-orang pagan Romawi kuno menyembah Trinitas. Sebuah wahyu dikatakan telah menyatakan bahwa ada ‘Tuhan yang pertama, kemudian Firman, dan dengan mereka ada Roh’. Disini kita melihat dengan jelas menghitung, Tuhan, Logos, dan Roh Kudus atau Hantu Kudus, di Roma kuno, dimana banyak perayaan kuil ibu kota ini – dari Jupiter Capitolinus – yang didedikasikan untuk tiga tuhan, yangmana tiga tuhan dihormati dengan cara disembah secara gabungan.” (Bible Myths and their parallels in other religions, hal. 375-376).

Trinitas bukanlah disusun oleh suatu kelompok secara sendirian, tetapi orang-orang Persia, Asyria, Phoenikia, Skandinavia, Druid, penduduk Siberia, orang-orang Meksiko kuno, Peru, dll, semuanya menyembah tuhan pagan “Trinitarian” jauh sebelum konsili Nicea tahun 325 M yang secara resmi diakui sebagai konsep tuhan yang benar.

Natal

Sekarang mari kita beralih ke hari “kelahiran Yesus” yaitu Natal. Secara umum Yesus dianggap oleh umat Kristen lahir pada tanggal 25 Desember. Tetapi, para sarjana Kristen yang cerdas tahu benar bahwa sebenarnya Yesus tidak lahir dihari ini. Sejarah mencatat bahwa gereja Kristen awal merayakan di bulan Mei, April, atau Januari. Beberapa kalangan Kristen percaya bahwa Yesus lahir 20 tahun sebelum tanggal yang kini diterima (25 Desember 1). Jadi mengapa 25 Desember dipilih sebagai hari kelahiran Yesus.

Ensiklopedia Grolier mengatakan:

“Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus, dirayakan pada 25 Desember…Meskipun kepercayaan mengenai Kristus dalam hal cerita kelahiran ditekankan, gereja tidak meneliti perayaan untuk merayakan ini hingga abad ke 4…Sejak tahun 274. dibawah pemerintahan kaisar Aurelian, Roma telah merayakan “Matahari Yang Tidak Terkalahkan” pada tanggal 25 Desember. Di Gereja Timur, tanggal 6 Januari, sebuah hari yang juga diasosiasikan denganwinter solstice, yang awalnya dipilih. Namun kemudian, Gereja Barat menambahkan Eastern date sebagai perayaan Epiphany, dan Gereja Timur menambahkan penanggalan Natal Gereja Barat.”

Lalu apa sebabnya gereja memutuskan hari kelahiran Yesus jatuh pada tanggal 25 Desember.
Ada masyarakan India yang merayakan dengan cara mendekorasi rumah-rumah mereka dengan karangan bunga, dan memberikan hadiah-hadiah kepada teman-teman mereka pada tanggal 25 Desember ini. Masyarakan Cina juga merayakan 25 Desember dan menutup toko-toko mereka. Dewa pagan Buddha dipercaya lahir pada 25 Desember ketika “Roh Kudus” turun pada ibunya yang masih perawan bernama Maya. Kristus atau mesias terbesar dan tuhan orang-orang Persia, yaitu Mithras, juga dipercaya lahir pada tanggal 25 Desember jauh sebelum kedatangan Yesus. Orang-orang Mesir merayakan hari ini sebagai kelahiran kristus terbesar mereka bernama Horus, tuhannya cahaya dan anak dari “ibu perawan” dan “ratu surga” Isis. Osiris, tuhan kematian dan bawah dunia di Mesir, anak “perawan suci”, juga dipercaya lahir pada tanggal 25 Desember.

Orang-orang Yunani merayakan 25 Desember sebagai hari kelahiran Hercules, putra dewa tertinggi Yunani yaitu Zeus, yang lahir dari rahim perempuan biasa bernama Alcmene. Bacchus, tuhan anggur dan pesta diantara orang-orang Roma (juga dikenal oleh orang-orang pagan Yunani dengan nama Dionysus) juga terlahir pada tanggal 25 Desember.

Adonis, yang dipuja oleh orang-orang pagan Yunani sebagai dewa “kematian dan kebangkitan”, terlahir tanggal 25 Desember. Para penyembahnya menyembahnya dalam suatu perayaan tahunan yang mencerminkan saat-saat kematian Adonis dan kebangkitan Adonis dari kematian, di tengah musim panas. Perayaan hari kelahiran ini direkam dan mengambil tempat di gua (cave) yang sama di Bethlehem yang juga diklaim oleh orang-orang Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus.

Orang-orang Skandinavia merayakan 25 Desember sebagai hari kelahiran tuhan Freyr, anak tuhan tertinggi bernama Odin.

Orang-orang Romawi merayakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran dewa matahari, Natalis Solis Invicti (“Kelahiran Sol Yang Tak Terkalahkan”). Pada tanggal 25 Desember, orang-orang Romawi merayakan dan menutup semua toko-toko mereka. Ada permainan dan para budak disenangkan hatinya di hari agung ini. Ingatlah bahwa orang-orang Romawi inilah yang kemudian hari memimpin konsil Nicea (325 M) yang memimpin untuk mengakui doktrin resmi agama Kristen yaitu “Trinitas” sebagai konsep Tuhan yang benar, dan adalah fakta juga bahwa orang-orang pagan Romawi inilah yang kemudian menetapkan hari kelahiran Yesus jatuh pada tanggal 25 Desember juga. Kaisar pagan Konstantin Yang Agung, yang memimpin konsil Nicea dianggap sebagai perwujudan atau inkarnasi dari dewa tertinggi Romawi yaitu Dewa Matahari.

Edward Gibbon berkata:

“Orang-orang Kristen Romawi, mengabaikan kelahiran beliau (Yesus), menetapkan secara sungguh-sungguh perayaan 25 Desember, Brumalia, atau Winter Solistice, ketika setiap tahun orang-orang Pagan merayakan kelahiran Sol.” (Decline and Fall of the Roman Empire, vol. ii, Gibbon, hal. 383)

Perayaan Natal sekarang telah menggabungkan banyak sekali unsur ajaran agama Pagan, seperti penggunaan holly (sejenis pohon berdaun hijau), mistletoe (nama tumbuh-tumbuhan),Yule Logs (bongkahan kayu besar untuk unggun natal), dan wassail bowls. Pohon Natal sendiri adalah benar-benar berasal dari tradisi perayaan agama pagan kuno yang dikemudian hari diadopsi oleh gereja dalam setiap upacara agama dihari natal. Para sarjana percaya bahwa perayaan Kristen ini aslinya berasal dari upacara keagamaan orang-orang Jerman pra-Kristen dan masyarakat Celtic dalam merayakan winter solstice. Pohon Natal yang dihiasi dengan cahaya dan dekorasi lainnya, dipercaya oleh orang-orang pagan dapat melindungi melawan kekuatan roh jahat. Akhir bulan Desember ditandai dengan permulaan a visible lengthening of daylight hours – kembalinya kehangatan dan cahaya dan kekalahan kekuatan jahat dari dingin dan kegelapan. Pohon Natal diturunkan dari pohon surga, sebagai simbol Eden, dari permainan misteri Jerman. Pohon Natal mulai digunakan umat Kristen diabad 17, di Strasbourg, Perancis, kemudian menyebar ke wilayah Jerman, lalu ke Eropa Utara dan Inggris Raya, dan kemudian ke Amerika Serikat.

Natal adalah bukan hanya perayaan orang Kristen tetapi dipinjam dari paganisme kuno dan diselip pada agama Yesus. Ada juga hari raya Paskah (Easter), perayaan santo Yohanes, Holy communion, pengumuman bahwa perawan akan mengandung, asumsi perawan, dll yang menyerap unsur ajaran agama pagan.

Secara nyata, umat Kristen telah melupakan kitab suci mereka sendiri mengenai larangan untuk mengikuti ajaran agama pagan!

“maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.” (Ulangan 12:30 TB)

Sebagaimana telah kita simak diatas, berbagai sekte agama pagan menyembah matahari sebagai tuhan mereka dan memilih hari winter solstice (25 Desember) sebagai hari kelahiran tuhan mereka. winter solstice adalah waktu ketika matahari mencapai jarak terjauh dari terbenam dan sekali lagi muncul pertama untuk terbit dan menjadi “terlahir kembali”. Kemunculan ini akan berlanjut hingga siang dan malam sama panjangnya. Pada poin ini, Dewa Matahari akan muncul menjauhkan diri dengan “pangeran kegelapan”. Ini akan terjadi padavernal equinox atau Paskah. Situasi ini, bagaimanapun, tidak akan lama, karena Dewa Matahri akan menang setelah Paskah, dan siang akan lebih lama daripada malam.

Sekarang mati kita melihat kepercayaan pagan lainnya yang dikemudian hari diserap oleh agama Kristen:

Attis:

Tuhan pagan Attis adalah anak dari perawan Nana. Ia adalah “Kristus” dan “putra tunggalnya yang diperanakkan” Darahnya dipercaya dapat memperbaharui kesuburan bumi. Ia adalah sebuah simbol kekekalan. Ia dipercaya mati pada tanggal 24 Maret dan bangkit kembali secara singkat setelah hari kematiannya.

Adonis atau Tammuz:

Ia terlahir dari seorang perawan dan “kristus” Suriah. Ia mati untuk menembus dosa manusia, kemudian bangkit kembali dari kematian di musim semi.

Dionysus atau Bacchus:

Ia adalah “putra tunggal yang diperanakkan” oleh Yupiter, raja para dewa Romawi dan tuan dari kehidupan dan kematian (Bagi orang-orang Yunani, bapaknya adalah Zeus). Ia mempunyai nama dewa anggur dan pesta. Dionysus mati ditangan Titans, yang mengoyak tubuhnya sebagian, memanggang potongan tubuh, dan memakan tubuhnya. Pada poin ini Zeus campur tangan, menyelamakan beberapa potongan, dan menyuruh Apollo menguburkan potongan-potongan tubuh Dionysus di Delphi. Dipercaya, Dionysus bangkit dari kematian dan ia berkata kepada manusia “Ini Aku yang membimbingmu;ini Aku yang melindungimu, dan yang menyelamatkan mu; Akulah Alpha dan Omega.”Ia yang membunuh dosa manusia dan yang “orang yang dibunuh”, “penanggung dosa”, dan “penebus”. Dalam merayakannya, para penyembahnya akan mengamati Sparagmos; menyobek bagian hewan yang hidup, memakan dagingnya, dan meminum darahnya; para peserta percaya bahwa mereka ikut ambil bagian dari tubuh dan darah tuhan. Juga memainkan tahapan perayaan ini. Anggur adalah pusat dari kegiatan acara keagamaan ini. Tidakkah sama dengan agama Kristen?

Bel atau Baal:

Ia adalah dewa matahari Babylonia. Cerita kehidupan dan penderitaannya sebagian diadopsi oleh para pengarang Injil dalam menyusun biografi Yesus Kristus. Disebut tuan universal, ia dibunuh oleh monster-monster tetapi kembali hidup. Ia mati dan bangkit kembali lalu dirayakan setiap tahun oleh masyarakat Kanaan dalam upacaya ritual kesuburan.

Osiris:

Ia adalah dewa Mesir, dewa kematian dan bawah dunia, lahir dari “perawan dunia” pada tanggal 29 Desember. Ia mengajarkan kelemah-lembutan dan kedamaian. Anggur dan jagung adalah penemuannya. Ia dikhianati oleh Typhen, dibunuh dan dikoyak-koyak tubuhnya. Ia tinggal di neraka selama dua atau tiga hari dan tiga malam. Ia akan mengadili manusia di kehidupan mendatang.

Mithras atau Mithra:

Ia adalah dewa matahari orang-orang Persia dan anak dari seorang perawan. Ia lahir pada tanggal 25 Desember. Natal dan Paskah adalah dua dari perayaan agama penting dari gerejanya. Penyembahnya mengobservasi pembaptisan, konfirmasi, dan makan malam sakramen suci yang ketika itu ia akan ambil bagian dari “dewa” mereka dalam bentuk roti dan anggur.

Krishna:

Dewa India Krishna juga menanggung kepedihan luar biasa sebagaimana cerita kehidupan Yesus versi Kristen. Krishna adalah inkarnasi dari Dewa India tertinggi yaitu Dewa Vishnu (penjaga dan pelindung dunia) dalam rahim Devaki. Nabi Hindu Bala meramalkan bahwa seorang juru selamat (kristus) akan “inkarnasi ke rumah Yadu, dan lahir dari rahim Devaki (seorang perawan suci), dan menggantikan penindasan dunia dari beban dosa dan kesedihan”. Pada saat kelahiran Krishna, para malaikat menyanyi bersama dan menyatakan “Dikirim melalui wanita baik hati inilah, alam akan dimuliakan.” Kelahirannya ditandai oleh sebuah bintang di surga. Meskipun darah kerajaan mengalir ditubuh Krishna, ia terlahir disebuah gua (cave). Krishna dihadiahi dengan hadiah kayu gaharu (sandalwood) dan parfum-parfum. Bapak asuhnya diperintahkan untuk melarikan diri dan sembunyi dari Raja Kansa yang menginginkan nyawa Krishna. Raja Kansa telah memerintahkan semua bayi laki-laki yang lahir pada malam itu untuk dibunuh. Satu dari mukjizat pertamanya adalah mengobati seorang penderita kusta. Ia selanjutnya dibunuh dan mengakibatkan sebuah gerhana matahari dan sebuah bentuk lingkaran hitam disekitar bulan. Roh-roh melihat pada semua sisi dan ia turun ke neraka, bangkit lagi, dan diangkat ke sorga dengan disaksikan oleh banyak saksi mata yang menyaksikan tubuh Krishna diangkat ke langit. Kelak Krishna akan “datang untuk kedua kalinya” di masa yang akan datang yang mana para pengikutnya senantiasa menantikannya. Tak terhitung banyaknya kesamaan-kesamaan lain dengan apa yang saat ini dikenal sebagai “agama Kristen” meskipun agama Hindu telah eksis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus. Berbagai riwayat dari masa kanak-kanak Krishna benar-benar berhubungan erat dengan riwayat apocryphal masa kanak-kanak Yesus. Dalam syair epic kuno, Krishna digambarkan sebagai seorang pahlawan besar, dan tidak sampai dengan abad 4 SM ia telah diangkat ke posisi seorang tuhan (dewa).

Sarjana Kristen modern telah mengakui fakta bahwa tiga dekade pertama, “Agama Kristen” masih menjadi sebuah sekte Yudaisme dan bahwa lima belas pertama uskup agama Kristen dikhitan dan beribadah di sinagoga (bait) Yahudi. Kita telah simak bersama diatas bagaimana pasca pengenalan agama Kristen kepada orang-orang Romawi dan “pengawalan” Kerajaan Romawi terhadap agama Kristen yang mulai melihat banyak “kebenaran” dari misi Yesus yang dahulu disembunyikan dari rasul-rasul Yesus pertama. Kita telah lihat juga bagaimana “Trinitas”, kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember, perayaan Paskah, dan banyak doktrin pokok agama Kristen tidak diakui sebagai “kebenaran” hingga setelah agama Yesus diadopsi oleh orang-orang pagan itu yang selama berabad-abad sebelumnya telah mengenal doktrin “Trinitas”, “juru selamat/Kristus dari dosa”, “inkarnasi Tuhan”, “kematian dan kebangkitan”, “Natal dan Paskah”, “tiga hari tiga malam di neraka”. “putra tunggal yang diperanakkan oleh Tuhan”, “dibunuh oleh musuh”, dan banyak hal-hal lainnya yang kemudian “diinspirasikan” kepada mereka oleh “Tuhan” agar di “tulis” dalam Bible sehingga mereka dapat melihatnya secara jelas.

Sumber : http://www.answering-christianity.com/sake.htm

Pedofilia Balita Dan Teror Bible

July 20th, 2010 | stevensterk

Wanita berusia 3 tahun dipaksa untuk bermain seks dalam Bible dan Talmud. Umur diperbolehkan untuk menikah dan atau berhubungan seks di salah satu ibu kota suatu negara di Benua Amerika sekarang, yang dihuni oleh mayoritas umat Kristen, adalah 12 tahun.

I. Pedofilia dan Pembantaian Terhadap bayi-bayi yang masih menyusui dalam Bible!

Benar-benar ironis, satu dari sepuluh perintah (ten commandments) Hukum Musa mengatakan: “Kamu tidak boleh membunuh.” (Keluaran 20:13). Tetapi, anak-anak tidak berdosa dan wanita tidak perawan diperintahkan untuk dibantai secara masal, yang mungkin saat itu berjumlah ribuan orang! Wanita atau tepatnya balita berusia 3 tahun malah diperintahkan untuk diperkosa oleh pasukan Israel atas perintah Musa dan Tuhan.

1-. Bunuh semua makhluk hidup yang bernafas

Ulangan 20:16 TB
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”

Ini adalah doktrin utama Bible untuk membantai semua makhluk hidup yang bernafas mencakup manusia, hewan, dan tumbuhan yang tinggal di daerah musuh. Jika kita tidak menyebut hal ini sebagai terorisme, kejahatan perang, dan pembantaian masal, lalu apakah yang layak kita ucapkan untuk ayat Bible sadis ini.

2-. Eksekusi mati semua balita yang masih menyusui oleh pasukan berkekuatan 210.000 orang.

1 Samuel 15:2-4 TB
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda.

Puji-pujian karena membenturkan anak-anak kecil ke arah batu

Mazmur 137:8-9 TB
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!

Saya menemukan hal ini benar-benar berbeda dari apa yang sering kita dengar dari misionaris Kristen mengenai ajaran Bible “Cintailah musuhmu”, tetapi telah kita lihat pembantaian masal terhadap bayi-bayi yang masih menyusui, anak-anak tidak berdosa, gadis-gadis, pria yang tidak mengangkat senjata, wanita (baik muda atau pun tua), dan menghancurkan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan oleh tentara berkekuatan 210.000 orang. Sangat jelas, ayat Bible ini benar-benar korup dan palsu, bukan wahyu ilahi.

Saya menantang kepada setiap orang Yahudi atau Kristen untuk memberikan satu ayat al-Qur’an yang menganjurkan pembunuhan terhadap anak-anak yang tidak berdosa dan wanita dari kalangan sipil.

Lihat the Rights of Prisoners of War in Islam.

Sekarang, mari kita melihat firman Allah dalam al-Qur’an:

“Oleh karena itu Kami tetapkan bagi Bani Israel, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” (QS Al Maa’idah 32)

Perintah Allah terhadap bani Israel justru telah diubah oleh pendeta Yahudi. Dalam Talmud kitab Sanhedrin 37a menyatakan: “Setiap orang yang menyelamatkan satu orang Yahudi adalah seakan-akan ia menyelamatkan seluruh dunia.”

Sebagai catatan tambahan, orang Yahudi meyakini bahwa Tuhan telah berfirman kepada Musa secara oral dan tertulis. Kitab tertulis itu dinamakan Taurat sama dengan 5 kitab pertama Perjanjian lama Kristen. Sedangkan bentuk oral yaitu yang tidak tertulis atau lisan dan diingat oleh bani Israel. Dan menurut keyakinan Yahudi, tradisi oral Musa kemudian disalin kembali oleh pendeta-pendeta Yahudi di kitab Talmud.

Berdasarkan Qur’an, saya dapat aman menyimpulkan bahwa cerita pembantaian masal terhadap orang-orang yang tidak berdosa yang terekam dalam Bible ini adalah korup buatan para pendusta yang diletakkan seolah-olah inilah firman Allah Yang Maha Agung.

“Tidakkah mereka [Bani Israel] mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan. Dan diantara mereka [Bani Israel] ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab, kecuali dongeng bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS al-Baqarah 2:77-79)

3-. Ayat Pedofilia terhadap wanita berusia 3 tahun

Ayat Bible yang mengisahkan pedofilia terdapat dalam kitab Bilangan 31:17-18 dan Bilangan 31:35-40. Dibawah ini, Anda dapat melihat SEJARAH DETAIL dari ayat Bible ini melalui penjelasan Kitab Talmud Yahudi yang memerintahkan pedofilia terhadap budak berusia 3 tahun ke bawah dibawah komando langsung Nabi Musa.

Umat Kristen tidak mengikuti Hukum Talmud, tetapi faktanya baik umat Kristen dan Yahudi sama-sama mempercayai Kitab Bilangan yang terdapat dalam Bible. Selanjutnya kita akan melihat bagaimana “PENGIKUT KITAB BILANGAN” selama zaman Musa mencerminkan jiwa pedofilia karena memperkosa wanita atau tepatnya balita berusia 3 tahun setelah Musa dianggap menerima perintah “Ilahi” yang secara jelas mengindikasikan bahwa Bible memberkati kaum pedofilia.

Ingatlah

“Pengikut Kitab Bilangan” bukan hanya umat Kristen. Karena umat Yahudi pun meyakini apa yang ada dalam Kitab Bilangan milik orang Kristen.

Camkan dibenak Anda bahwa Kristen bukan satu-satunya “Pengikut Kitab Bilangan”, karena Yahudi pun mempercayainya. Jadi jika Anda orang Kristen meyakini apa yang terdapat dalam kitab Bilangan dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, maka Anda harus melihat bagaimana Yahudi memandang kitab Bilangan, yaitu dengan cara melihat Kitab Talmud.

Perintah Musa untuk melakukan pedofilia terhadap wanita berusia 3 tahun

“….Menurut Tannaïte RabbisMusa karena itu telah memerintahkan bani Israel untuk membunuh semua wanita berusia lebih dari tiga tahun satu hari, karena mereka adalah “layak bagi hubungan seksual.” (Karl Georg Kuhn, Der tannaitische Midrasch Sifre zu Numeri (German), Stuttgart: Kohlhammer 1959, §157, 652f)

“Berkatalah Rabbi Joseph, “Datanglah dan catatlah: Seorang gadis berusia tiga tahun satu hari ditunangkan melalui campur gaul….” (Sanhedrin 7/55B)

“Seorang gadis berusia tiga tahun satu hari ditunangkan melalui campur gaul.” Seorang gadis tiga tahun boleh ditunangkan melalui sebuah hukum hubungan seksual,” perkataan dari R. Meir. Dan orang-orang bijaksana mengatakan, “usia tiga tahun satu hari” (Mishnah Niddah 5:4)

Cerita lebih detail, penjelasan yang lebih lanjut, serta bibliografi dibahas dibawah ini.

II. Wanita berusia 3 tahun dipaksa untuk bermain seks dan menikah dalam Talmud dan Bible

Dibawah ini adalah fakta yang diperoleh darihttp://www.infidels.org/library/modern/guido_deimel/judaism.html dalam mengungkap Kitab Bilangan pasal 31 dalam Bible.

Anak-anak

Terkadang orang perlu membaca sebuah ayat sebanyak dua kali untuk mempercayai apa yang tertulis dalam kitab suci Yudaisme: apa yang telah dinyatakan mengenai jalan untuk mencapai sebuah kehidupan kudus melalui memory orang-orang bijaksana… yang perkataannya adalah natural.[131]

Said Rabbi Joseph, “Come and take note: A girl three years and one day old is betrothed by intercourse. And if a Levir has had intercourse with her, he has acquired her. And one can be liable on her account because of the law prohibiting intercourse with a married woman. And she imparts uncleanness to him who has intercourse with her when she is menstruating, to convey uncleanness to the lower as to the upper layer [of what lies beneath]. If she was married to a priest, she may eat food in the status of priestly rations. If one of those who are unfit for marriage with her had intercourse with her, he has rendered her unfit to marry into the priesthood. If any of those who are forbidden in the Torah to have intercourse with her had intercourse with her, he is put to death on her account, but she is free of responsibility [M.Nid. 5:4]. Sanhedrin 7/55B [132]

R. Nahman bar Isaac said. “They made the decree that a gentile child should be deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15], so that an Israelite child should not hang around with him and commit pederasty [as he does].”
For said R. Zira, “I had much anguish with R. Assi, and R. Assi with R. Yohanan, and R. Yohanan with R. Yannai, and R. Yannai with R. Nathan b. Amram, and R. Nathan b. Amram with Rabbi [on this matter]: ‘From what age is a gentile child deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15]‘ And he said to me, ‘On the day on which he is born.’ But when I came to R. Hiyya, he said to me, ‘From the age of nine years and one day.’ And when I came and laid the matter before Rabbi, he said to me, ‘Discard my reply and adopt that of R. Hiyya, who declared, “From what age is a gentile child deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15] From the age of nine years and one day.”‘
[37A] Since he is then suitable for having sexual relations, he also is deemed unclean with the flux uncleanness [of Lev.15].”
Said Rabina, “Therefore a gentile girl who is three years and one day old, since she is then suitable to have sexual relations, also imparts uncleanness of the flux variety.”
That is self-evident!
Abodah Zarah 36B-37A [133]

The basis for these rulings is the following Mishnaic passage of Tractate Niddah (filth):

A girl three years and one day old is betrothed by intercourse. “A girl three years old may be betrothed through an act of sexual intercourse,” the words of R. Meir. And sages say, “Three years and one day old.”
And if a Levir has had intercourse with her, he has acquired her. And they are liable on her account because of the law prohibiting intercourse with a married woman. And she imparts uncleanness to him who has intercourse with her when she is menstruating to convey uncleanness to the lower as to the upper layer. If she was married to a priest, she eats heave offering. If one of those who are unfit for marriage has intercourse with her, he has rendered her unfit to marry into the priesthood. If one of all those who are forbidden in the Torah to have intercourse with her did so, they are put to death on her account. But she is free of responsibility.
If she is younger than that age, intercourse with her is like putting a finger in the eye.
(Mishnah Niddah 5:4) [134]

Thus, one “of the many important issues worked out in the Mishnah concerns proper conduct with women,” [135] and the “entire society of Judaism – that is, the community formed by the Torah – found in the Talmud those modes of thought and inquiry, those media of order and value, that guided the formation of public affairs and private life as well.” [136]

While it is reassuring to see there was at least some limit as to what the sages would declare holy and moral, this ruling had severe implications on the interpretation of other topics as well. The Tannaïtic Midrash Sifre to Numbers in §157 comments on the above quoted commandment of Moses to kill the Midianite women as well as the male children:

“Now therefore, kill every male among the little ones, and kill every woman that has known a man by sleeping with him.(Num 31:17).
[This] refers to her who has slept with a man as well as her who is suitable for intercourse, even when she has not slept with a man…
But all the young girls who have not known a man by sleeping with him, keep alive for yourselves. From here R. Shimon b. Yohai used to say: a Proselyte girl who became a proselyte in the age of less than three years and one day, is rendered fit to marry into the priesthood.
” [137]

According to the Tannaïte Rabbis, Moses therefore had ordered the Israelites to kill all women older than three years and a day, because they were “suitable for having sexual relations.” [138]

Bibliografi:

[131] Ibid., vol.XXI.A-D, Tractate Bava Mesia, Atlanta: Scholars Press 1990, p.ix-x.

[132] Ibid., vol.XXIII.B, Tractate Sanhedrin 1984, 150. See also vol.XIX.A, Tractate Qiddushin 10a-b, 1992, 33. “Menstruating” here of course refers to the ritual “flux uncleanness” described in Lev.15.

[133] Ibid., vol.XXV.A, Tractate Abodah Zarah, 1991, 168. Emphasis original.

[134] J. Neusner, The Talmud of Babylonia. A complete outline, Part IV. The Division of Holy Things. B. Number 37. 1995, 704.

[135] Neusner 1993, 41.

[136] Neusner 1995, 7.

[137] Kuhn 1959, §157, 652f. My translation. In general, proselytes are not allowed to marry into the priesthood.

[138] Ibid., §157, footnote 86, 653.

Bilangan 31:17-18 TB
“Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

Dalam kitab Bilangan Bible, setelah menaklukkan negeri Midian dan Moab, dan menimbulkan bencana hebat atas negeri tsb, Musa memerintahkan agar semua wanita yang tidak perawan dieksekusi mati, TETAPI semua gadis muda yang masih perawan tidak dieksekusi karena diperuntukkan bagi bani Israel.

Rabbi Joseph berkata, ‘Datang dan dengar. Seorang gadis berusia 3 tahun satu hari boleh dinikahi melalui persetubuhan.’

Mishnah: Seorang gadis berusia 3 tahun satu hari boleh ditunangkan, dengan izin ayahnya, melalui hubungan seksual.

Gemara: Ajaran Rabbi-rabbi kita: ‘Seorang gadis berusia 3 tahun boleh ditunangkan melalui hubungan seksual.’

Apakah Tuhan Israel (JEHOVAH) Pedofilia

Bilangan 31:35-40 BIS
“Musa dan Imam Eleazar melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Selain yang sudah diambil para prajurit untuk mereka sendiri, hasil rampasan itu berjumlah: 675.000 ekor domba dan kambing, 72.000 ekor sapi, 61.000 ekor keledai dan 32.000 orang gadis perawan. Separuh dari jumlah itu diberikan kepada para prajurit dengan perincian ini: 337.500 ekor domba dan kambing, dan dari jumlah itu 675 ekor untuk pemberian khusus bagi TUHAN; 36.000 ekor sapi, 72 ekor untuk pemberian khusus bagi TUHAN; 30.500 ekor keledai, 61 ekor untuk pemberian khusus bagi TUHAN; 16.000 orang gadis perawan, 32 orang untuk pemberian khusus bagi TUHAN.”

Meskipun Jehovah mendapat bagian sebanyak 32 gadis perawan adalah bahasa metafora, artinya bahwa Jehovah tidak turun dari Sorga ke bumi hanya untuk bermain seks dengan 32 gadis perawan, tetapi jika Anda kaum Kristen Ekstrimis Trinitarian Pagan Polytheisme menyebut nabi Islam Muhammad SAW sebagai seorang pedofilia atau pecinta wanita karena menikahi (bukan memaksa bermain seks) seorang gadis muda dan menikahi banyak wanita selama hidupnya, maka Anda yaitu Kaum Ekstrimis Pagan Trinitarian harus juga menyebut Jehovah dan Nabi-nabi yang namanya tercantum dalam Bible sebagai kaum pedofilia.

Selain itu, jika Anda kaum Fundamentalis Pagan Trinitarian menyatakan Yesus sebagai inkarnasi Jehovah, maka berdasarkan kitab Bilangan, Anda pun harus menyebut Yesus sebagai seorang pedofilia!

Sekarang Hukum Yahudi menetapkan usia pernikahan bagi wanita yaitu 11 tahun. Saya tidak tahu jika Hukum Yahudi modern masih membolehkan teori pertunangan melalui campur gaul sebagaimana dipraktekkan pada masa silam.

30 tahun yang lalu, ahli seksiologis terkenal R.E.L. Masters dan Allan Edwardes berkata bahwa dalam studi mereka terhadap ekspresi seksual Afro-Asian (_The Cradle of Erotica_, Julian Press, New York:1962) berkata, “Sekarang,dibanyak bagian dari Afrika Utara, Afrika, dan India, gadis-gadis dinikahkan dan ditempat tiduri (bedded) antara usia lima dan sembilan; dan tidak ada self-respecting female remains unmarried beyond the age of puberty.” [source]

Dibawah ini penulis kutip dari http://www.answering-christianity.com/age3.htm

I emailed a friend of mine, a former Jew who speaks Hebrew, and he further gave me more information regarding the Jewish view to marriage:

“I have just called up a seriously orthodox friend, a dealer in manuscripts with whom I do business, and a good fellow, to double check my response, and we are in perfect agreement. He runs a strictly orthodox and observant home and life, dresses in black, etc…I checked with him about it, as my own copy of the Code of Jewish Law is the shortened version, known as the “Kitzur Shulchan Aruch”. The full book is the “Shulchan Aruch”, which means “The Well-Set Table” (The Jews have a talent for clever book-titles).

This is the reference of brother Johnny Bravo’s Talmudic quotes

A girl must be 12 years old for marriage, but a 3-year old may be betrothed with the father’s approval. As for the permissibility of marriage to a minor (katanah) by coition…*Fuggedaboudit!!* as they say in the Mafia. My friend assures me that *humanitarian treatment* is the final authority. If a man did that, that is, had intercourse with a minor for purposes of marriage,it would be considered a crime, even if the father approved. A girl that young would be considered unable to make a momentous decision like that. And even if she were older than 12, if it were done by force, as if she were a Moabite captive, they would be made to divorce once the circumstances were known.

Furthermore, and very importantly, the Jews are *required* to observe the “deen hammalchut”…the laws of the country in which they reside, before applying their own halacha, or laws. So the short answer is, yes, marriage by coition is considered legal, but not with a katanah, and never by force. Betrothal to a katanah is OK, but the bride must reach puberty before actual marriage and consummation. Also, according to my own exceedingly imperfect knowledge, nowhere in the Talmud is betrothal to a minor by intercourse *recommended*. If all this were permissible in the days of the Mishna, well, those days are gone.”

III. Usia wanita diperbolehkan menikah

Dibawah ini adalah data Wikipedia bulan Agustus tahun 2007 mengenai batas usia minimum untuk dapat berhubungan seks secara legal dan negara mana saja yang memberlakukannya.

Usia Minimum Negara/ Negara Bagian/ Distrik/ Provinsi
12 tahun Distrik Federal Kota Meksiko
13 tahun Jepang, Spanyol, Guyana.
14 tahun Madagaskar, China, Austria, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Estonia, Jerman, Hungaria, Italia, Lithuania, Portugal, Serbia, Brazil, Colombia, Ekuador, Paraguay, Peru, Canada
15 tahun Thailand, Republik Ceko, Denmark, Kepulauan Faroe, Perancis, Iceland, Polandia, Rumania, Slovakia, Swedia, Uruguay
16 tahun Aljazair, Mesir, Afrika Selatan, Zimbabwe, Hongkong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Belanda, Kentucky, Massachusetts, New Hampshire, North Carolina, Ohio, Delaware
17 tahun Missouri, New York, Texas

Data diatas diperoleh dari
Ages of consent in Africa, Wikipedia, last modified 7 August 2007
Ages of consent in Asia, Wikipedia, last modified 22 August 2007
Ages of consent in Latin America, Wikipedia, last modified 17 August 2007
Ages of consent in Europe, Wikipedia, last modified 14 August 2007
Ages of consent in North America, Wikipedia, last modified 14 August 2007

Karena berbagai alasan usia diperbolehkan untuk berhubungan seks adalah semakin sini semakin meningkat, Khususnya ketika kita memperoleh lebih banyak edukasi untuk survive di kehidupan masyarakan modern. Batasan usia berhubungan seks di Perancis ditingkatkan dari usia 11 menjadi usia 13 hanya seabad yang lalu. Pada tahun 1929, di Inggris usia minimum orang Kristen untuk menikahi wanita adalah usia 12.

Di Amerika Serikat, dahulu mereka menyatakan bahwa seorang wanita usia 7 tahun adalah kompeten untuk memutuskan berhubungan seks, dan dikemudian hari, usia tsb dinaikkan. Pada tahun 1886, setelah upaya untuk menaikkan batasan umur, Delaware adalah hanya satu-satunya yang mempertahankan hukum batasan umur yaitu 7 tahun, sedangkan 25 negara bagian AS lainnya menetapkan usia minimum adalah tidak lebih dari 10 tahun.

Catatan Penting

1. Sebagai Muslim, kita tidak termasuk pedofilia, pemerkosa, terorisme, dan semua bentuk kejahatan biadab yang direstui dalam Bible. Kita juga tidak percaya bahwa Allah dan nabi-nabi Allah telah melakukan perbuatan biadab sebagaimana yang tertulis dalam Bible korup Kristen. Disini kita hanya mengekspos betapa korupnya Bible dan mengungkap kejahatan yang benar-benar eksis dalam kitab suci yang bernama Bible.

2. Artikel ini sebagian besar bersumber dari Osama di http://answering-christianity.com/age3.htm. Jika pembaca menyimak artikel aslinya, ia telah mendapat reaksi “bantahan” dari Kristen bernama Sam Shamoun di http://answering-islam.org.uk/Responses/Osama/pedophilia.htm Namun, bukan Kristen namanya jika tidak omong kosong, silahkan Anda menyimak bagaimana Osama membantah Sam Shamoun dihttp://answering-christianity.com/pedophilia_rebuttal.htm.

Kelahiran Yesus dan Sensus Quirinius

July 20th, 2010 | stevensterk

Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.

Injil Lukas 2:1-7 menyatakan sebuah sensus diadakan oleh Quirinius, gubernur Romawi untuk wilayah Syria dan Yudea, sehingga membuat Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua pergi dari Nazareth di wilayah Galilee menuju Bethelehem di wilayah Yudea, yang jaraknya lebih dari 100 km, untuk mendaftarkan diri. Akhirnya di Bethlehem, Maria melahirkan Yesus.


Note: Peta Nazareth dan Bethlehem sekarang

Lukas 1:36 menyatakan bahwa usia Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan daripada usia Yesus, dan Lukas pasal 3 menyatakan bahwa Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika Yohanes Pembaptis mulai berdakwah di tahun ke 15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius, artinya tahun 29 M.

Profil Kaisar Romawi Tiberius Caesar
-Lahir : 42 SM
-Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M.
-Mati : 37 M.

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Tiberius
http://www.roman-britain.org/people/tiberius.htm

** Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M.

Karena menurut perhitungan Lukas pasal 3, Yesus berusia sekitar 30 tahun pada tahun 29 M, maka kita dapat mengkalkulasikan bahwa Yesus lahir pada sekitar tahun 2 SM , yaitu ketika Yudea dipimpin oleh Archelaus.

Profil Archelaus

-Archelaus atau Herodes Archelaus adalah anak dari Herodes Yang Agung, dan ia meneruskan tampuk kepemimpinan atas wilayah Yudea tahun 4 SM – 6 M.

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_Archelaus

Cerita Lukas pasal 2 adalah kontradiksi dengan Matius. Matius 2:1 mencatat bahwa Yesus lahir pada zaman Herodes, yang dimaksud Herodes disini adalah Herodes Yang Agung bukan Herodes Archelaus (atau lebih dikenal Archelaus), karena pada Matius 2:19-22 menyatakan bahwa Herodes mati dan digantikan Archelaus.

Profil Herodes Yang Agung

-Herodes Yang Agung atau Herodes I adalah raja Yudea yang mati pada bulan April tahun 4 SM.

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_the_Great

Jadi terdapat kontradiksi antara Injil Matius, Injil Lukas, dan Catatan sejarah:

1-. Lukas pasal 2 dan pasal 3 menyatakan Yesus lahir sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan sensus Quirinius, dimana wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Archelaus.

2-. Lukas pasal 1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Disini kita tidak tahu apakah Herodes Yang Agung atau Herodes Archelaus. Tetapi kita dapat memahami bahwa Herodes disini adalah Herodes Yang Agung, karena dijelaskan dalam Lukas pasal 1:24-31 bahwa selisih umur Yohanes Pembaptis dengan Yesus adalah 6 bulan. Jika kita mengikuti catatan Injil Matius bahwa Yohanes lahir pada saat zaman Herodes Yang Agung, maka Yesus pun juga lahir pada zaman Herodes Yang Agung.

3-. Matius menyatakan Yesus lahir (paling telat) tahun 4 SM, pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Herodes Yang Agung

4-. Bukti sejarah mencatat bahwa sensus Quirinius adalah tahun 6 M.

Sensus Quirinius

-Sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat bahwa Gubernur Syria bernama Quirinius melakukan sensus untuk wilayah Yudea tahun 6 M.

Referensi:
~http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius

Perhatikan bagaimana Injil-injil saling menyangkal satu sama lain, dan sejarah dengan tegas menolak klaim Lukas mengenai waktu tahun berlangsungnya sensus Quirinius.

Masalah Sensus Quirinius ini pada akhirnya membuat sarjana-sarjana Barat modern menjadi kebingungan menghadapi error yang terdapat dalam Injil Lukas karena bertentangan dengan fakta sejarah. Injil Lukas error karena menyatakan sensus Quirinius terjadi pada tahun sebelum masehi (SM) 

Apologis Kristen berusaha menjelaskan kontradiksi Injil Lukas dengan membuat teori-teori untuk mengatasi blunder Injil Lukas ini, yaitu usulan agar merevisi Injil Lukas 2:2 dan pernyataan bahwa Quirinius menjabat gubernur Syria sebanyak dua kali. Selain terori tsb, kaum apologis juga memberikan sejumlah bukti arkaeologi yang akan kita bahas di artikel ini.

Usulan revisi Injil Lukas

J.G Herwart (1612) dan P. E. Huschke (1840) memandang perlu adanya revisi untuk Lukas 2:2 untuk mengatasi pertentangan antara fakta sejarah versus Injil lukas. Mereka menyatakan bahwa kata Yunani πρώτη (baca ‘protos’) seharusnya diterjemahkan menjadi “sebelum” atau “yang dahulu”, bukan “pertama” sebagaimana terjemahan Bible modern. F.M. Heichelheim berpendapat bahwa “arti orisinil” dari Injil Lukas 2:2 seharusnya dibaca “Sensus ini adalah pertama sebelum (=πρώτη) Quirinius menjadi kepala daerah di Syria”.2

Usulan revisi Injil Lukas yang diusulkan jelas tidak dapat diterima karena :

1. Dalam Kisah 5:37, yang juga dikarang oleh Lukas, dinyatakan “ho” (bahasa Yunani) yang artinya “the” (bahasa Inggris), sehingga yang diyakini oleh Lukas hanya ada satu sensus pajak saja.2

“After this man rose up Judas of Galilee in the days of THE taxing, and drew away much people after him: he also perished; and all, even as many as obeyed him, were dispersed.”(Kisah 5:37 KJV Bible)

2. Fakta bahwa Lukas (2:1) merujuk pada sebuah sensus sebagai hasil dari dekrit Augustus membuktikan bahwa Lukas memahami sensus Qurininus sebagai sensus pertama Augustus di wilayah Yudea.1

3. Seandainya Lukas bermaksud “sebelum” pada Lukas 2:2, ia harusnya menggunakan adjective yang benar (yaitu kata Yunani ‘prin’). Lukas menggunakan kata Yunani ‘prin’ yang artinya “sebelum” dalam bahasa Indonesia untuk Lukas 2:26, Lukas 22:61, Kisah 2:20, Kisah 7:2, Kisah 25:16.1

Apakah Quirinius 2 kali menjabat gubernur Syria

Kalangan apologis Kristen mencoba merekonsiliasikan Matius dan Lukas dengan berspekulasi bahwa Quirinius menjabat gubernur wilayah Syria selama dua periode. Periode pertama adalah sewaktu Herodes masih hidup, jadi sensus Quirinius yang diceritakan Injil Lukas itu terjadi pada masa Herodes Yang Agung. Tapi seperti yang telah dibahas diatas, Kisah 5:37 adalah bukti bahwa Lukas hanya menyatakan satu sensus Quirinius saja.

Dan lagi, tidak ada bukti sejarah bahwa Quirinius melayani wilayah Syria sebagai gubernus dua kali. Selain itu, tidak ada yang menjadi gubernur untuk provinsi yang sama sebanyak dua kali dalam sejarah Romawi, sehingga spekulasi kalangan apologis Kristen tidak dapat diterima.1

Teori spekulasi Kristen tsb juga benar-benar absurd. Karena, pertama kita tahu bahwa Quinctilius Varus, BUKAN Publius Sulpicius Quirinius, yang menjadi gubernur Syria dari tahun 7/6 SM s.d 4 SM.2 Artinya apa? Artinya jauh sekali jika dibandingkan dengan kematian Herodes tahun 4 SM! Dan sebelum Quinctilius Varus, yang memegang jabatan gubernur Syria adalah Sentius Saturninus pada tahun 10/9 – 7/6 B.C.2 dan Sentius Saturninus memegang jabatan gubernur Syria setelah M. Titius pada 10 SM. Jadi tidak ada ruang dan waktu untuk Quirinius menjabat gubernur Syria sebelum tahun 6 M!

Sejarah mencatat bahwa Quirinius mencapai kedudukan sebagai konsul pada tahun 12 SM dan hanya mantan konsul saja yang boleh memegang jabatan gubernur Syria pada zaman Augustus, jadi Quirinius tidak dapat menjabat sebagai gubernur Syria sebelum tahun 12 SM. 1

The Lapis Tiburtinus

Kalangan apologis Kristen mencoba membuktikan berdasarkan penemuan inskripsi sebagai bukti bahwa Quirinius memegang jabatan gubernur Syria dua kali, tetapi inskripsi Tiburtinus sama sekali tidak mencatat nama Quirinius. Inskripsi ini adalah sebuah fragmen yang ditemukan di Tivoli (dekat kota Roma) pada tahun 1764, dan sekarang diperlihatkan di Museum Vatikan. Isi inskripsi tsb adalah sbb:

Terjemahan bahasa Inggris

….. ….. ….. ….. ….. ….. …..
…KING BROUGHT INTO THE POWER OF…
AUGUSTUS AND THE ROMAN PEOPLE AND SENATE…
FOR THIS HONORED WITH TWO VICTORY CELEBRATIONS…
FOR THE SAME THING THE TRIUMPHAL DECORATION…
OBTAINED THE PROCONSULATE OF THE PROVINCE OF ASIA…
AGAIN OF THE DEIFIED AUGUSTUS SYRIA AND PH[OENICIA]…
….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. …..

Masalah paling utama dengan potongan “bukti” ini adalah bahwa tidak ada nama Quirinius didalamnya! Tak ada seorang pun yang mengetahui siapa orang yang dimaksud dalam inskripsi ini. Dan Inskripsi ini juga tidak mencatat gubernur Syria dipegang selama dua periode, hanya bahwa satu legateship kedua dijabat, dan bahwa jabatan kedua terjadi di Syria. Dari apa yang terdapat di batu inskripsi tsb, nyata lah bahwa jabatan pertama adalahproconsulate dari Asia. Artinya meskipun ini adalah karir yang ditempuh oleh Quirinius, semuanya membuktikan bahwa ia hanya sekali memegang jabatan gubernur Syria.1

The Lapis Venetus

Inskripsi yang diajukan oleh kalangan apologis Kristen ini seringkali disebut “Aemilius Secundus”. Batu Aemilius Secundus ini didapat di Beirut oleh pedagang-pedagang dari Venesia diperkirakan sebelum 1674.1

Inskripsi tsb tidak mengatakan dan tidak memberikan petunjuk ketika kapan sensus itu terjadi. Sarjana terakhir yang menguji isu ini, Fergus Millar, mempunyai alasan baik bahwa sebenarnya sangat sama dengan sensus 6 SM 1. Josephus mengatakan bahwa Quirinius memberlakukan satu sensus di Syria pada waktu Yudea dianeksasi, dan the Apamea yang ada dalam inskirpsi ini merefer untuk bagian provinsi Syria Romawi 1.

The Antioch Stones

Satu-satunya bukti yang menyebut nama Quirinius adalah sepasang batu yang ditemukan di dua desa yang dihuni orang-orang Islam diluar Pisidian Antioch pada tahun 1912 dan 1913. Kedua batu ini perlu disinggung karena seorang dari jabatan deputy management of a duumvirate yang dipegang oleh Quirinius. Inskripsi pertama tidak menyebut penanggalan dan hanya dapat diduga antara tahun 11-1 SM. Inskripsi kedua tidak memberikan petunjuk at all. though it was most likely set up after the first, since it mentions additional posts, apparently gained in the interim. Though even earlier dates are remotely possible, later dates are much less likely. Only a sketch exists of one of them, but a photo survives of the other.. Dibawah ini adalah gambar dan terjemahan dari The Antioch Stones tsb.1

Terjemahan Bahasa Inggris

GAIUS CARISTA[NIUS...]
SON OF GAIUS, SERGIUS FRONTO
CAESIANUS JUL[IUS...]
OFFICER IN CHARGE OF WORKS, PONTIFEX,
PRIEST, PREFECT OF
PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR,
PREFECT OF MARCUS SERVILIUS.
BY THIS MAN, THE FIRST OF ALL [WITH A]
PUBLIC DECREE OF THE DECEMVIRATE COUNCIL, THE STATUE
WAS SET UP.

Terjemahan Bahasa Inggris

BY GAIUS CARISTANIUS …
FRONTO CAESIANUS
JULIUS, OFFICER IN CHARGE OF WORKS, COMMANDING OFFICER
OF THE TWELFTH LIGHTNING LEGION, PREFECT OF THE BOSPORAN COHORT,
PONTIFEX, PREFECT OF PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR,
PREFECT OF MARCUS SERVILIUS, PREFECT…

Inkripsi Antioch ini tidak memberikan bukti tentang gubernur Syria yang kedua. Pertama, tidak ada hubungan erat antara menjadi gubernur dan menjadi the Duumvir dari sebuah kota. Kedua, kota Antioch adalah diluar provinsi Syria Romawi, pada perbatasan antara Lycia-Pamphylia dan Galatia (sekarang dekat Danau Egridir Turki).

Note:
-Diperoleh dari peta perjalanan Paulus, bible.org
-Perhatikan ada dua Antioch. Antioch yang dimaksud disini adalah Antioch dekat Pisidia, bukan Antioch dekat Seleucia.

Apologis Kristen bersikeras bahwa Lukas mencatat Quirinius sebagai gubernur Syria pada saat kelahiran Yesus, tetapi catatan sekuler menunjukkan bahwa Saturninus adalah gubernur kala itu. Sebuah inskripsi yang ditemukan di Antioch menunjukkan bahwa Saturninus sesungguhnya adalah gubernur Syria kala itu. 1

Pernyataan Kristen tidak mungkin, karena apa yang ada di batu tsb hanya mencatat bahwa Quirinius adalah seorang Duumvir, bukan seorang gubernur Syria, dan Antioch bukan provinsi Syria Romawi.

Vardaman’s Magic “Coin”

Dr. Jerry Vardman, seorang arkaeologi dari Mississippi State University, mengklaim telah menemukan microscopic letters covering ancient coins and inscriptions. Ia mengklaim bahwa Yesus lahir pada tahun 12 SM, Pilatus sebenarnya menjadi gubernur Yudea antara tahun 15 dan 26 M, Yesus disalib pada tahun 21 M dan Paulus masuk agama Kristen di jalan menuju kota Damaskus pada tahun 25 M.1

Klaim Dr. Jerry Vardman sangat aneh karena bertentangan dengan semua catatan dan bukti sejarah Romawi!

Apakah ada sensus Romawi di Yudea sebelum Quirinius

Meskipun jika Quirinius menjadi gubernur Syia pada waktu sebelumnya sehingga cocok dengan masa pemerintahan Herodes Yang Agung, dan mengadakan sebuah sensus, tetapi sayangnya sensus itu tidak mencakup wilayah Yudea karena tidak dibawah kontrol langsung Romawi saat itu, sehingga tidak bisa dibebani pajak secara langsung. Jadi sensus hanya dapat dilakukan setelah kematian Herodes, yaitu ketika wilayah Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria Romawi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Josephus. 1

Apakah sensus ini dilakukan oleh Quirinius atau orang Romawi lainnya, di Yudea tidak ada sensus sebelum tahun 6 M, karena Yudea belum dimasukkan kedalam kontrol langsung Romawi. Tetapi sejak Quirinius menjadi gubernur Romawi yang mengambil alih kontrol atas wilayah Yudea, maka sensus pun dapat terjadi. 1

Wilayah Yudea pada zaman Herodes Yang Agung dan Archelaus, adalah sebuah kerajaan independen yang membayar upeti tahunan kepada Romawi. Romawi mempunyai banyak hak-hak melalui perjanjian, seperti hak veto. Banyak daerah-daerah lain juga menerima status khusus karena bekerja sama dengan Roma pada perang-perang penting, atau ketika Roma tidak ingin bermasalah dalam mengendalikan provinsi secara secara langsung, dan ciri khas negara khusus ini dikelilingi dan diproteksi oleh Kekaisaran Romawi, dengan membentuk zona penyangga dalam menghadapi invasi negara lain. 1

Seberapa sering Romawi mengadakan sensus

Kirk R. MacGregor mengatakan:

“Penemuan-penemuan arkaeologi menunjukkan bahwa Romawi menerapkan pendaftaran untuk wajib pajak secara reguler dan juga sensus ditetapkan setiap 14 tahun. Prosedur ini diduga dimulai pada masa Augustus dan pertama kali terjadi tahun 23-22 SM atau 9-8 SM.( R. MacGregor, Is the New Testament Historically Accurate?

John McRay mengklaim “susunan dari penanggalan yang telah diketahui untuk sensus-sensus menunjukkan secara jelas bahwa satu sensus diambil di kekaisaran [Romawi] setiap empat belas tahun”.John McRay, Archaeology and the New Testament (1991), hal. 154-5)1

Apakah Quirinius adalah wali (legate) khusus di Syria pada tahun Sebelum Masehi (SM)

Masalah lainnya adalah bahwa hêgemoneuontos tês Syrias mungkin diartikan sebagai “holding a command in Syria” dan karena Quirinius diketahui pernah terlibat sebuah perang di Asia Minor (Turki) antara tahun 6 SM dan 1 SM, mungkin Lukas merujuk pada waktu ketika Quirinius menghadapi perang ini, dan bukan sebagai Wali Syria (legate of Syria). Tetapi ini tidak memecahkan masalah sedikitpun karena sebagaimana telah kita diskusikan diatas, tidak ada sensus di Yudea sebelum tahun 6 M.1

Argumentasi ini juga tidak dapat dibenarkan karena: pertama, tidak masuk akal untuk memberi penanggalan sebuah peristiwa di Yudea dengan merujuk pada satu komando khusus dalam sebuah perang di Asia. Kedua, hanya karena Quirinius mungkin memegang satu legiun orang-orang Syria untuk melawan bandit-bandit di pegunungan yang membatasi antara Galatia dan Cilicia, itu tidak selanjutnya bahwa ia memiliki setiap jenis komando di Syria. Sebaliknya, ia sedang di provinsi Galatia, bukan Syria, dan oleh komando khusus dari Augustus. Jadi hanya membuat pandangan bahwa ia adalah seorang wali (legate) Galatia untuk perang ini. Seorang wali Syria tidak ada urusannya berperang di provinsi lainnya, khususnya di sebuah teritorial yang akan membatasi dari provinsinya sendiri karena ada sebuah alur pegunungan besar. Jadi dengan memperhatikan kondisi geografis pegunungan Asia Minor, hanya tentara yang datang dari utara yang dapat menaklukkan bangsa-bangsa pegunungan ini, atau dengan kata lain hanya tentara dari provinsi Galatia, bukan Syria.1

Catatan Sejarawan Yahudi Josephus

Josephus mengatakan bahwa ketika Archelaus, pengganti Herodes Yang Agung, berkuasa:

“Negerinya Archelaus ditetapkan untuk Syria dengan maksud membayar upeti, dan Quirinius, seorang pria yang memiliki jabatan tertinggi, dikirim oleh Kaisar untuk mensensus Syria dan untuk membuat sebuah account dari tanah milik Archelaus (Archelaus’s estate)” (Antiquities of the Jews, 17.355)

“Quirinius adalah seorang Senat, yang telah memegang jabatan-jabatan lain…Ia mempunyai reputasi baik karena alasan-alasan lain, juga. Ia tiba di Syria dengan beberapa orang lainnya, karena ia dikirim oleh Kaisar sebagai seorang gubernur, dan seorang assessor of their worth. Coponius, yang memegang jabatan tentara, dikirim jauh dengannya untuk mengambil semua komando terhadap orang-orang Yahudi. Dan Quirinius juga pergi ke Yudea, sejak Yudea menjadi bagian dari Syria, untuk melakukan sebuah sensus…dan untuk membuat satu accountdari milik Archelaus.” (Antiquities of the Jews, 18.1-2)

Fungsi utama dari sebuah sensus dalam antiquity adalah untuk menilai bukan hanya property, tetapi total tenaga manusia bagi tujuan sistem pajak langsung (direct taxation), itulah mengapa dilakukan secara rutin untuk pengaturan satu sensus pada asumsi kontrol dari sebuah provinsi, dan dengan jelas Josephus menjelaskan sensus ini. Apa yang menjadi jelas disini adalah bahwa Quirinius tidak mengambil kendali atas wilayah Yudea sebelum dipindahkan oleh Archelaus. Jadi sangatlah jelas bahwa ada kontradiksi dalam Injil-injil Perjanjian Baru: Lukas menempatkan kelahiran Yesus setelah kematian Herodes Yang Agung, sedangkan Matius adalah sebelum kematian Herodes Yang Agung.

Josephus mencatat:

“Pada tahun ke sepuluh pemerintahan Archelaus pemimpin di Yudea dan Samaria tidak tahan kekejamannya dan tirani dan menyalahkannya dihadapan kaisar….dan ketika Kaisar mendengar ini, ia marah….dan mengirim Archelaus kedalam pembuangan….ke Vienna, dan menyita propertynya.(Josephus, Antiquities of the Jews, 17.342-4)

Jadi rentang waktu sepuluh tahun antara kematian Herodes dan kedatangan Quirinius. Lalu kapan sensus diadakan di Yudea?

Josephus menulis secara pasti:

“Quirinius membuat satu account dari propertynya Archelaus dan menyelesaikan sensus tsb, yang terjadi pada tiga puluh tujuh tahun setelah kekalahan Kaisar (caesar) dari Antony di Actium.” (Josephus, Antiquities of the Jews, 18.26)

Perang Actium secara universal disepakati terjadi pada tahun 31 SM. Bukti ini dikonfirmasi dalam catatan sejarah yang tak terhitung banyaknya , inskripsi-inskripsi, dan bukti-bukti fisik lainnya. Jadi sensus Quirinius terjadi pada tahun 6 M, atau pasca 37 tahun kekalahan di Actium tahun 31 SM.

Sejarah Pertempuran Actium tahun 31 SM bisa Anda baca dihttp://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Actium

Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.

Perlu juga diketahui bahwa Josephus menganggap pemberontakan Yudas orang Galilee diakibatkan oleh adanya sensus ini (lihat Antiquities of the Jews dan Jewish War) dan fakta ini juga di konfirmasi oleh Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 5:37.

Apapun tafsiran Kristen mengenai Lukas 2:2 akan selalu menghadapi DILEMA!

Seandainya Kristen menyatakan Yesus lahir pada tahun 6 M agar sesuai dengan fakta sejarah sensus Quirinius. Tetapi pertanyaannya apakah blunder Injil-injil Perjanjian Baru sudah selesai sampai disini? Karena Injil Lukas 3:1,23 menyatakan bahwa ketika 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius, Yesus berumur sekitar 30 tahun. Jadi peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 29 M. Artinya menurut Injil Lukas 3:1,23 Yesus paling telat lahir pada tahun 2 SM. Dan pada tahun 2 SM, Yudea adalah wilayah independen dan tidak dikenai pajak. Sekali lagi, Yudea baru bisa dikenai pajak pada tahun 6 M yaitu ketika Quirinius menjabat gubernur Syria dan mencaplok wilayah Yudea.

Sebaliknya, jika Kristen menyerah pada kenyataan dan setuju bahwa Injil Lukas 2:2 telah ERROR, maka Lukas 3:,12 dan Matius adalah yang benar. Tidak ada satu pilihan yang “nyaman” bagi Kristen, karena hanya akan menyalahkan Injil Anda sendiri. Dari semua pilihan yang ada, tak satupun yang membenarkan klaim gereja bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember tahun 1 M!

Seandainya Kristen menyatakan bahwa Lukas salah mencatat, yang seharusnya “Saturninus” tetapi ditulis “Quirinius”, hal ini tetap saja akan kontradiksi dengan catatan sejarah bahwa TIDAK ADA SENSUS DI YUDEA SEBELUM TAHUN 6 M, TAHUN DI MANA YUDEA DICAPLOK KEDALAM PROVINSI SYRIA ROMAWI!

Demikianlah segala problematika pertentangan antar ayat-ayat kitab Injil-injil korup yang dapat Anda saksikan di Perjanjian Baru sekarang.

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang
yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri,
lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”,
untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit
dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besar
bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan
mereka sendiri, dan kecelakaan yang besar
bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”

(QS Al Baqoroh 2:79)

Masih belum cukup buktikah bahwa Alkitab Kristen adalah kontradiksi, korup, dan palsu?

Footnotes

^1. Lihat http://www.infidels.org/library/modern/richard_carrier/quirinius.html

^2 Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius

Sumber Artikel

-The Date of the Nativity in Luke (5th ed., 2006)recommended
-Census of Quirinius, Wikipedia, last modified 11 August 2007recommended
-QUIRINIUS, Jewish Encyclopedia
-Flavius Josephus, Wikipedia
-Herod the Great, WIkipedia, last modified 8 August 2007
-Herod Archelaus, wikipedia
-Tiberius, wikipedia, last modified 11 August 2007
-Tiberius, WWW.Roman-Britain.ORG, last modified: 08/13/2007

Paulus Masuk Neraka Menurut Injil Matius

July 20th, 2010 | stevensterk

Jika umat Kristen percaya bahwa Bible adalah wahyu Tuhan, maka umat Kristen pun harus mengakui kebenaran yang diucapkan oleh Yesus yang diklaim telah direkam oleh Injil Matius mengenai larangan menyebut orang lain itu tolol.

Matius 5: 21 – 22 KJV
5:21 Ye have heard that it was said by them of old time, Thou shalt not kill; and whosoever shall kill shall be in danger of the judgment:
5:22 But I say unto you, That whosoever is angry with his brother without a cause shall be in danger of the judgment: and whosoever shall say to his brother, Raca, shall be in danger of the council:
but whosoever shall say, Thou fool, shall be in danger of hell fire.

**Terjemahan
“Kamu telah dengar bahwa hal ini di zaman dahulu pernah diberitahu oleh mereka, kamu tidak boleh membunuh; dan siapapun yang membunuh akan diadili: Tapi saya berkata kepadamu, Bahwa siapapun yang memarahi saudaranya tanpa sebab maka akan diadili: dan siapapun yang mengatakan saudaranya, Raca, akan diajukan ke konsil, tapi siapapun yang mengatakan, Kamu tolol, akan dalam bahaya api neraka.”

Catatan!

Pendeta Kristen telah mengedit Matius 5:21-22 yang seharusnya “fool” (tolol) menjadi “jahil”!

Matius 5 TB
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Jadi menurut Injil Matius, orang yang menyebut “kamu tolol”, maka orang tsb akan dimasukkan kedalam api neraka yang menyala-nyala. Dan di Perjanjian Baru pula, dapat kita temukan beberapa surat Paulus yang menceritakan kepada kita bahwa sang penulis yaitu Paulus menyebut orang lain “tolol”. Mari kita simak dibawah ini:

1 Korintus 15: 35 – 36 KJV
“But someone will ask, “How are the dead raised? With what kind of body do they come?”“You Fool, What you sow does not come to life unless it dies.”

(Tapi seseorang akan berkata, “Bagaimana orang mati dibangkitkan? Dengan jenis tubuh apa mereka datang?” “KAMU tolol, benih yang kamu tabur tidak akan menjadi hidup kalau ia tidak mati dulu.)

Catatan!
Pendeta Kristen ngedit Alkitab

Dalam Alkitab edisi Contemporary English Version (CEV), pendeta Kristen telah mengedit “kamu tolol” menjadi “jangan tolol (don’t be foolish).

1 Korintus 15:36 CEV
Don’t be foolish. A seed must die before it can sprout from the ground.”

Apa maksud pendeta Kristen ngedit perkataan Paulus ini ? Jangan tanya saya! Tanyakanlah langsung pada Pak Pendeta, katakan begini “Pak pendeta mengapa Anda ngedit 1 Korintus 15:36? Apakah karena Paulus akan masuk neraka berdasarkan Matius, sehingga Anda mengedit surat Paulus tsb?”

Galatians 3: 1 KJV
” O foolish Galatians, who hath bewitched you…”

“Wahai orang-orang Galatia b*d*h (t*l*l), siapa yang mempesonamu?

Demikian artikel ini dibuat dengan tujuan mengungkap Paulus si Pendusta dari kota Tarsus.

Daftar Pustaka
Paul will he be judged, oleh www.mostmerciful.com

Note:
-Mengenai “jahil”, Apologist Kristen (situs sarapanpagi) berkelit bahwa jahil merupakan kata serapan Arab yang salah satu artinya yaitu “bodoh”. Namun disinilah ketidakberanian LAI menyatakan kata eksplisit “tolol” dan lebih memilih kata ambigu “jahil”

Kontradiksi Kematian Yudas Iskariot

July 20th, 2010 | stevensterk

Ada dua bagian dalam Perjanjian Baru yang mengisahkan kematian Yudas Iskariot, yaitu Injil Matius dan Kisah Para Rasul (Acts). Kedua-duanya adalah tidak dapat dipercaya oleh sebab banyak alasan, Injil Matius ditulis beberapa dekade setelah kepergian Yesus.

Tidak ada referensi untuk Injil Matius melalui namanya hingga sekitar tahun 200. Bapak Gereja Irenaeus adalah orang pertama yang menyebut Injil tsb dengan nama Matius, dan mengonfirmasikan eksistensi Kisah Para Rasul (Acts). Kisah Para Rasul (Acts) ini disusun di abad 2, karena apologist Kristen Justin Martyr (150 M) gagal untuk menyebut Kisah Para Rasul (Acts).

Jadi kita memiliki alasan baik untuk menolak Injil Matius dan Kisah Para Rasul, kedua kitab tsb ditulis telat yang berdasarkan pada sumber-sumber Paulinistik. Pada faktanya, semua kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dibawah pengaruh Paulus. Kanon yang dimiliki oleh Orang-orang Kristen berkebangsaan Yahudi telah dihancurkan dan dibakar. Matius mencontek Markus; Lukas mencontek dari Markus & Matius. Kisah Para Rasul (Acts) meminjam tulisan sejarawan Yahudi bernama Josephus, dan Perjanjian Lama (Contohnya Kisah Para Rasul 11:18 yang menjiplak Yehezkiel 4:14).

Jika Lukas adalah pengarang Kisah Para Rasul, ia akan mengakui mencontek bahan-bahan tsb sebelumnya (Lukas 1:3), seolah-olah menjadi seorang sejarawan. Kisah Para Rasul diseleksi dari sebuah tabel pemalsuan, Acts of Peter, Acts of Paul, dan dokumen-dokumen apocryphal. Bagaimana kita tahu bahwa empat Injil aman dari pemalsuan? Harus dicatat bahwa banyak kitab-kitab atau surat-surat yang diterima oleh Gereja awal, contohnya Shepherd of Hermas, Epistel Barnabas, Injil Petrus, dan lain-lain. Empat injil tsb boleh jadi palsu, karena Gereja telah memilih dari bahan-bahan palsu tsb. Gereja awal secara sistematis telah menghancurkan “Injil Ibrani” yang adalah sumber dari Injil Matius.

Banyak kalangan Kristen yang kritis menyatakan terdapat kontradiksi besar antara Injil Matius dan Kisah Para Rasul, kematian Yudas Iskariot dan menurut konteks backgound. Sejarah adalah benar-benar bungkam mengenai masalah ini, bapak-bapak Gereja Apostolic (Ignatius, Clement, Papias, Polycarpus) tidak menyebut-nyebut tentang kematian Yudas Iskariot, jadi Perjanjian Baru adalah hanya satu-satunya yang meliput peristiwa kematian Yudas Iskariot. Ini sungguh sangat aneh, Palestina adalah termasuk kawasan Mediterania sebagai wilayah peradaban, jadi sebenarnya tidak ada alasan bahwa jika memang Yudas ini orang terkenal, maka sejarah Yudas tidaklah mungkin gelap seperti ini, apalagi ditambah statement Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa SEMUA PENDUDUK YERUSALEM mengetahui masalah ini (Lihat. Kisah Para Rasul 1:19). Sekarang saya tanya kepada orang Kristen: Bagaimana ini, apa yang sebenarnya terjadi?

Coba pembaca budiman memperhatikan ayat dibawah ini:

“Dan ia melempar uang perak tadi di bait, dan berangkat, dan pergi, dan menggantung dirinya sendiri. Dan kepala pendeta memungut uang perak tsb, dan berkata, tidak sah menurut hukum untuk memasukkan uang perak tsb kedalam peti persembahan, oleh karena itu adalah harga darah.” (Matius 27:5-6 – terjemahan KJV)

Teks diatas tsb sangatlah jelas, si pengkhianat Yudas merasa bersalah karena telah mengkhianati sang guru (Yesus), ia akhirnya memutuskan bunuh diri dengan cara gantung diri. Logikanya, menggantung kepala itu dapat menyebabkan kematian. Orang-orang Kristen menyatakan bahwa Yudas tidak mati digantung, ia bertahan hidup dari jeratan yang mengikat kepalanya dan jatuh kebawah, dengan perut terbelah sehingga jeroan (dalaman perut) pun keluar semua (lihat Kisah Para Rasul 1:18). Penjelasan tsb adalah kontradiksi dan tidak terlegitimasi dengan baik. Solusi nekat, putus asa, tidak logis, dan tidak berdasar dari pihak Kristen ini tidak mendapat dukungan kronologis dari teks suci, baik Matius dan Kisah Para Rasul. Gereja awal percaya bahwa Matius adalah Injil pertama, tetapi sarjana Kristen sekarang sepakat bahwa Markus lah Injil pertama. Kisah Para Rasul disusun kemudian, orang-orang Kristen telah putus asa untuk memecahkan kontradiksi ini dengan cara mengharmonisasikan dua cerita kontradiksi kematian Yudas, tetapi Injil Matius adalah dikarang oleh orang Yahudi dan Kisah Para Rasul dikarang oleh orang non-Yahudi (Gentile), dan kedua teks tsb bukan dikarang oleh orang yang sama, para pengarangnya tidak mengenal satu sama lain. Hal ini sama dengan pengarang empat Injil kanonik yang menyusun biografi Yesus secara terpisah, namun mereka menjiplak karya lainnya, dan para pengarang tidak mengenal satu sama lain. Tampaknya Markus dan Matius adalah orang Yahudi tulen, dan Lukas dan Yohanes ditujukan untuk orang non-Yahudi. Kisah Para Rasul diduga dikarang oleh Lukas (murid Paulus) yang sama sekali tidak pernah bertemu dengan Yesus ataupun dengan Matius. Kini dapatkah kita menyatakan bahwa Injil Matius adalah dapat dipercaya? Hanya Injil Matius saja lah yang merekam peristiwa kematian Yudas Iskariot; Kisah Para Rasul tidak dapat dipercaya karena memiliki kontradiksi mengenai kenaikan Yesus (Lukas 24:51 dan Kisah Para Rasul 1:9).

Injil Matius merekam bahwa Yudas telah menggantung dirinya sendiri, dan ia nyata-nyata mati karena sesak napas. Di Injil Matius tidak ada ayat yang menyatakan bahwa “Yudas jatuh kebawah dengan jeroan (isi perut) terburai. Cerita Injil Matius ini sangat nyata kontradiksi dengan apa yang dipaparkan oleh Kisah Para Rasul.

Disini ada penjelasan orang Kristen menyangkut permasalah ini:

“Disini tidak ada kontradiksi karena kedua-duanya adalah benar. Satu kontradiksi terjadi ketika satu pernyataan mengecualikan lainnya. Faktanya, apa yang terjadi disini adalah bahwa Yudas pergi dan menggantung dirinya sendiri lalu tubuhnya jatuh ke bawah dan terburai. Dengan kata lain, ikatan atau dahan dari pohon mungkin patah karena berat dan tubuhnya jatuh kebawah dan usus perut terburai.” (sumber: http://www.carm.org/diff/Matt27_3.htm)

“Dikuasai keputusasaan yang hebat, Yudas melepaskan ikat pinggangnya dan menggantung diri di sebuah pohon yang tumbuh di suatu ceruk karang. Setelah ia tewas, tubuhnya hancur berkeping-keping dan isi perutnya berceceran di atas tanah.” (Sumber: http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id86.htm)

Kisah Para Rasul tidak menyebut-nyebut mengenai “batu karang”, tetapi hanya menyebut sebuah tanah yang telah dibeli oleh Yudas. Mengapa Yudas menggantung dirinya sendiri di sebuah karang? Dan juga, tubuh Yudas tidak jatuh tetapi “headlong”, yang artinya “forward”. Yudas masih hidup sebelum ususnya terburai, pasti ia telah dibunuh.

“Now this man purchased a field with the reward of iniquity; and falling headlong, he burst asunder in the midst, and all his bowels gushed out.” (Kisah Para Rasul 1:18 –KJV)

Beberapa problem muncul seiring dengan penjelasan Kristen tsb.

  1. Yudas tidak pernah jatuh dari suatu tempat yang tinggi, ayat tsb tidak merekam apapun mengenai karang
  2. Injil Matius mengatakan bahwa Yudas mengembalikan uang perak, dan menggantung dirinya sendiri. Kisah Para Rasul mengatakan ia membeli sebuah tanah dan “fell headlong” (kepalanya jatuh terlebih dahulu), menunjukkan bahwa ia tidak pernah jatuh dari karang. Kisah Para Rasul mempunyai implikasi bahwa kepala Yudas terlempar, dan implikasinya adalah sangat aneh jika mengatakan bahwa usus perutnya terburai keluar. Disini tidak ada bukti bahwa Yudas jatuh secara vertikal, hanya horizontal (kedepan), jadi penjelasan Kristen ini sangat tidak logis.
  3. Disini ada masalah lainnya yaitu menyangkut harga pengkhianatan Yudas yaitu sebesar 30 keping perak, Kisah Para Rasul menyatakan bahwa ia menggunakan uang perak tsb untuk membeli sebuah tanah (tempat ia mati), tetapi Injil Matius justru menyatakan bahwa ia mengembalikan uang perak tsb ke kepala pendeta Yahudi, lalu pergi dan memutuskan untuk gantung diri. Jelas sudah kontradiksi. Ini tidak dapat dipungkiri oleh orang Kristen yang masih mempunyai otak sehat. Jadi yang benar yang mana : Upah pengkhianatan (30 perak) dikembalikan kepada kepala pendeta ataukah upah pengkhianatan justru digunakan oleh Yudas untuk membeli sebidang tanah?
  4. Tidak ada referensi apapun mengenai sebuah karang, Yudas mungkin saja telah menggantung dirinya sendiri di pengasingan, dan tubuhnya kemudian ditemukan. Apa yang menjadi dasar bahwa tubuh Yudas jatuh dari tali tambang ke tanah yang telah ia beli? Berdasarkan Injil Matius, Yudas tidak pernah membeli tanah apapun! Justru upah pengkhianatan sebesar 30 keping perak telah ia kembalikan kepada kepala pendeta Yahudi di bait. Injil Matius mengatakan bahwa kepala pendeta Yahudi membeli potter’s field setelah Yudas mati (Matius 27:7-8), tetapi Kisah Para Rasul mengatakan bahwa Yudas sendirilah yang telah membeli tanah itu dan mati disana. (Kisah Para Rasul 1:8-9).
  5. Seandainya Yudas jatuh dari ikatan tali, ia tidak akan jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu!! Ini sangat lucu dan tidak masuk akal, karena seharusnya kaki nya lah yang jatuh kebawah terlebih dahulu, alih-alih kepala.

Cerita Kristen mengenai kematian Yudas Iskariot justru semakin diperparah dengan statment yang diutarakan oleh Bapak Gereja Papias yang mana Papias telah mengklaim bahwa kematian Yudas disebabkan karena digencet oleh kuda!

Yudas berjalan di dunia ini contoh satu kesedihan dari tindakan tidak hormat; karena tubuhnya bengkak (swollen) sehingga ia tidak dapat lewat dimana sebuah kereta kuda dapat lewat secara mudah, ia digencet oleh kereta kuda tsb, sehingga usus perutnya menyembur keluar.(Lihat Fragmen Papias)

Bagian dari fragmen Papias ini diturunkan dari tulisan Papias “Exegesis of the Sayings of the Lord”. Catatan Papias ini nyata sekali bagi kita sangatlah tidak seirama dengan Injil Matius maupun Kisah Para Rasul. Dan untuk mengatasi kontradiksi tambahan ini, lagi-lagi orang-orang Kristen Fundamentalis secara nekat dan putus asa dengan maksud untuk menipu dunia dengan menyatakan bahwa kuda menggencet tubuh Yudas ketika ia telah mati. Tapi lucunya Fragmen Papias ini mengajarkan kepada kita bahwa Yudas itu masih hidup kala itu sebelum kereta kuda menggencetnya. Jelas lah bagi kita yang masih mempunyai akal sehat dan mampu berpikir jernih, bahwa begitu banyaknya kontradiksi Alkitab, begitu banyaknya penipuan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen Fundamentalis dalam rangka menutup-nutupi kebengkokan yang terdapat dalam Alkitab. Alkitab memang korup dan Alkitab benar-benar tidak dapat dipercaya.

Daftar Pustaka
The Death of Judas, oleh Abdullah Smith

Kebohongan Sejarah Dalam Injil-Injil PB

July 20th, 2010 | stevensterk

Injil-injil kanonik dalam Perjanjian Baru ternyata mengandung banyak kesalahan periwayatan sejarah, yang tak dapat dijelaskan dan dijawab secara memuaskan, dan sekaligus membuktikan bahwa Injil-injil kanonik (Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes) hanya bisa disejajarkan dengan dongeng mitologi zaman baheula. Injil-injil berisi berbagai peristiwa yang sebenarnya tak pernah terjadi. Injil-injil hanyalah kelanjutan episode cerita mitos pagan seperti dewa matahari seperti Mithras, Horus, dan Bacchus, dll.

Cerita mengenai penyaliban, kebangkitan orang-orang kudus versi Matius, gempa bumi, kebangkitan, dan penyaliban itu sendiri adalah peristiwa-peristiwa mitos, yang tidak direkam oleh sejarawan yang tinggal selama periode waktu tsb. Philo Judaes hidup sekitar tahun 50 M dan ia tidak pernah menyebutkan peristiwa-peristiwa seperti apa yang telah diceritakan oleh Injil kanonik. Kesaksian Pilatus TIDAK menyebut Yesus. Ribuan orang kriminal disalib oleh Romawi, tetapi tidak ada cerita mengenai Yesus, karena memang Pilatus tidak pernah menyalib Yesus. Yesus telah diselamatkan oleh Allah berdasarkan Qur’an 4:157.

Matius adalah satu-satunya Injil Perjanjian Baru yang mencatat ‘pembantaian bayi-bayi yang tidak berdosa atas perintah Herodes’. Kami memiliki berbagai komentar cendekiawan yang menyatakan bahwa ‘peristiwa pembantaian bagi-bayi oleh Herodes’ hanyalah kilas balik dari mitologi pagan. Dewa matahari orang Yunani kuno, Roma, dan Mesir diancam ketika lahir, dan perintah pembunuhan kepada ‘semua bayi-bayi yang baru lahir’. Episode Injil Matius 2:16 adalah suatu bentuk replay yang dilakoni oleh Yesus yang menjiplak kepercayaan masyarakat pagan.

Istilah ‘Tuhan Anak’ yang diatributkan untuk Yesus mengimplikasikan kepercayaan Pagan Trinitas. Title ‘Domba Tuhan’ (Lamb of God) tidaklah unik, sebab telah terlebih dahulu dipakai agama Hindu untuk kristus atau mesias mereka yaitu Krishna.

Berikut ini adalah beberapa error historis dalam Injil. Kami harap Anda enjoy membacanya.

Herodes tidak pernah memerintahkan pembantaian balita

Ramalan yang dihubung-hubungkan untuk kelahiran seorang mesias bernama Yesus yang jiwanya terancam karena keputusan Herodes membunuh bayi-bayi yang tidak berdosa hanya ada dalam Injil Matius 2:16-18 yang mengklaim itu adalah nubuat dari Yeremia 31:15 yang menyatakan bahwa “Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi”.

Konteks Yeremia adalah bukan nubuat masa depan dimana anak-anak dibantai oleh Herodes. “Rahel menangisi anak-anaknya’ merefer kepada ibu dari Yusuf dan Benyamin (dan istri dari Yakub) yang menangisi anak-anaknya. Pada konteks ini adalah mengenai penawanan Babylonia. Ayat berikutnya mengatakan bahwa orang-orang yang mengalami pembuangan akan kembali.

Pembantaian oleh Herodes (Matius 2:16) adalah bohong karena pengarang Injil Matius adalah satu-satunya orang yang mencatat peristiwa ini. Sejarawan Yahudi Flavius Josephus tidak mencatat peristiwa ini.

“Karena kita telah melihat, cerita-cerita malaikat-malaikat dan gembala-gembala, dalam Lukas, dan dari orang bijak, dalam Matius, adalah catatan ulang dari tema mistis orang-orang Mesir pada tahun sekurang-kurangnya dua ribu tahun lebih awal. Mereka melukiskan dalam bentuk seni di Luxor. Tidak ada bukti historis “pembantaian orang-orang yang tak berdosa” oleh Herodes. Pikiran sehat mengatakan kepada kita bahwa sebuah perintah seperti ini tidak mungkin. Apakah Herodes bermaksud untuk membunuh anak-anak dari teman-temannya, tentara-tentaranya, pelayan-pelayan sipilnya, turis-turis yang lewat, dan lain-lain (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 126)

Injil-injil Error dalam Geografi

Markus 7:31 menyatakan bahwa Yesus meninggalkan kota Tyre pergi ke Danau Galilee (Laut Galilee) melalui kota Sidon. Ini benar-benar tidak masuk akal. Kita lihat peta dibawah ini.

Selain itu, Markus menyatakan bahwa Yesus naik perahu menyeberangi Danau Galilee (Laut Galilee) menuju Dalmanutha. Lokasi Dalmanutha secara pasti tidak diketahui, atau tidak akurat, karena terletak di sebelah timur perairan Galilee sebagai negeri Gadarenes (Markus 8:10 KJV Bible). Gerasa terletak lebih dari 30 mil dari tenggara Danau Galilee, jadi jauh sekali jika kita melihat setting cerita Bible ini. Pengarang Injil Matius tampaknya sadar betapa errornya Injil Markus, sehingga ia mengubah kata ‘Gadarenes’ menjadi ‘Gergesenes’ (Lihat Matius 8:28 KJV). Gadara hanya berjarak 8 mil dari Danau Galilee.

Banyak contoh-contoh yang tidak masuk akal dalam memahami alur cerita Injil-injil Perjanjian Baru ini. Markus 10:46 menyatakan bahwa lokasi dimana orang buta disembuhkan adalah setelah Yesus meninggalkan kota Jericho, sedangkan Lukas 18:35;19:1 menyatakan lokasi orang buta disembuhkan adalah sebelum Yesus memasuki kota Jericho Jika umat Kristen menganggap masalah ini bukan kontradiksi, maka konsekuensinya injil-injil Perjanjian Baru hendak memberitahu kita bahwa ada dua kota bernama Jericho di Palestina

Dalam Markus 10:46 juga disebutkan bahwa rombongan Yesus berjalan dari Jericho ke Yerusalem via Bethpage dan kemudian Bethany. Ini sangat aneh, sebab Yerusalem lebih jauh daripada Bethpage. Matius yang sering menjiplak Injil Markus tampak hati-hati dalam masalah ini, Matius dengan pintar telah menghilangkan kata ‘Bethany’ seperti yang dapat kita saksikan dalam Matius 21:1.

Cerita Injil mengenai kegelapan, gempa bumi, dan mayat berjalan-jalan adalah bohong

Matius (27:50-54) menyatakan bahwa pasca kematian Yesus terdapat beberapa peristiwa ajaib, berawal dari terbelahnya kuil, disusul gempa bumi, terbelahnya bukti-bukti batu, dan tiba-tiba saja kuburan tempat bersemayam orang-orang kudus terbuka dan terjadi penampakkan mayat sedang berjalan berombongan dari kuburan menuju kota Yerusalem dan disaksikan orang-orang dan tentara Romawi.

Dongeng Kristen tsb hanya dapat diciptakan oleh gereja dan diimani berdasarkan ketakhayulan umat Kristiani, karena pada faktanya tidak mendapat dukungan dari sumber-sumber sejarah sekuler (non-biblikal). Dapatkah kita bayangkan jika kuburan di TMP Kalibata Jakarta tiba-tiba saja terbuka, dan tengkorak-tengkorak keluar dari kuburan mereka masing-masing lalu berjalan berombongan dengan hanya mengenakan sehelai kain kafan menuju Stasiun Gambir, pastilah peristiwa ini akan menjadi bahan berita yang luar biasa hebohnya dan diliput/dicatat oleh berbagai media massa cetak dan elektronik, menjadi bahan perbincangan penduduk kota Jakarta, serta dicatat oleh sejarawan Indonesia maupun para turis yang hanya sekedar berwisata ke Jakarta.

Faktanya adalah bahwa kisah-kisah takhayul omong kosong dari agama Kristen ini tidak didukung oleh catatan sejarawan Romawi, Yahudi, maupun sejarawan yang tinggal diPalestina kala itu, dan hal ini memudahkan kita untuk dapat menarik kesimpulan bahwa cerita Injil Matius adalah tak lebih hanya dongeng yang dibuat-buat oleh bapak-bapak gereja.

“…mengenai kegoncangan dan “kegelapan menyelimuti seluruh bumi”…tidak ada sejarawan-sejarawan yang mencatat peristiwa tsb…” (Deceptions & Myths of the Bible, Lloyd Graham hal. 349)

“Cerita mengenai gempa bumi, kenaikan lapisan bebatuan, terbukanya kuburan-kuburan, dan penampakkan orang mati, adalah hanya dinyatakan dalam Injil Matius, yang ditulis hampir delapan puluh tahun setelah peristiwa tsb, sehingga tidak dipastikan keautentikannya. Tentu saja tidak ada alasan mengapa satu gempa bumi seharusnya tidak terjadi pada hari itu, tetapi jika itu benar-benar telah terjadi ditempat tsb hampir tidak dapat dibayangkan bahwa tidak ada dari tiga Injil-injil yang lebih awal menyebutkan peristiwa tsb.” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, hal. 62)

Tidak ada sensus Romawi kala Yesus lahir

Sub bab ini akan mudah dipahami jika Anda telah membaca artikel: Kelahiran Yesus dan Sensus Quiriniusrecommended

Kapan Yesus lahir Menurut Lukas, itu terjadi selama pemerintahan Gubernur Romawi Quirinius, pada saat itu sebuah sensus diperintahkan oleh Augustus keseluruh dunia (9). Menurut Lukas dan Matius kelahiran Yesus terjadi ketika masa pemerintahan raja Herodes Yang Agung. (10) Masalahnya adalah Herodes mati pada tahun 4 SM, dan ini 10 tahun sebelum sensusnya Quirinius. Selain itu, pada saat masa pemerintahan Herodes, tidak ada sensus Romawi yang terjadi diwilayahnya, yang meliputi baik Yudaea dan Galilee, tempat Bethelem dan Nazareth. (11)Herodes akan telah memungut pajaknya sendiri, dan memberikan upeti kepada Romawi. Terakhir, eksistensi dari sebuah sensus diseluruh [wilayah] kekaisaran adalah bertentangan dengan kebiasaan Romawi, yang mengumpulkan pajak provinsi demi provinsi. (http://www.infidels.org/library/modern/larry_taylor/messiahgate.html)

Meskipun Lukas 1:5 menyatakan kelahiran Yesus di “masa Herodes, Raja Yudea,” yang mati pada tahun 4 SM, ia membutuhkan perjalanan jauh dari Galilee ke Bethlehem agar terjadi sebagai respon untuk satu sensus yang diperintahkan ketika “Quirinius adalah gubernur Syria.” Karena sejarawan mengetahui, “satu-satunya sensus yang diatur ketika Quirinius menjadi wali di Syria hanya mempengaruhi Yudaea, bukan Galilee, dan terjadi pada tahun 6-7 M, sepuluh tahun pasca kematian Herodes Yang Agung.” Dalam kekhawatirannya untuk menghubungkan asuhan orang Galilee yang dianggap kelahiran Bethlehem, Lukas telah keliru dalam fakta-faktanya. Sesungguhnya, kekhawatiran Lukas telah melingkupinya dalam beberapa hal yang sebenarnya tidak masuk akal, seperti tidak perlu berjalan sembilan puluh mil seorang wanita di hari-hari terakhir kehamilannya- sebagaimana itu adalah Yusuf keturunan Daud yang dianggap telah didaftarkan dalam kampung leluhur, bukan Maria orang Lewi. Tapi jeleknya, Lukas telah dipaksa untuk membuat sebuah dislokasi universal untuk sebuah registrasi pajak yang sederhana: yang dapat membayangkan orang-orang Romawi mewajibkan jutaan [orang] dalam [wilayah] kekaisaran untuk perjalanan jauh dua puluh dari ratusan mil ke desa-desamillenium – leluhur hanya untuk menandatangi satu pajak. Tidak perlu dikatakan, tidak ada peristiwa seperti ini terjadi dalam sejarah kekaisaran Romawi, tetapi Mikha 5:2 harus digenapi. (Randel Helms, Gospel Fictions, pp. 59-60)

Error, sejauh ini, mungkin kelihatan agak marginal. Injil ketiga telah keliru mengenai sebuah sensus lokal di Yudaea dengan satu dekrit dari Augustus; Injil Lukas telah mencoba untuk mencatat tanggal cerita Quirinius, dimanapun, seperti yang dimiliki Matius, ceritanya terjadi ketika Herodes Yang Agung. Pada faktanya, akan menjadi sulit. Disini ada satu kontradiksi pada cerita Lukas: Jika Quirinius adalah gubernur, sensus Romawi adalah kredibel tetapi Herodes adalah satu kesalahan. Ada juga satu kontradiksi dengan cerita Matius: Jika Quirinius atau sensus Romawi adalah benar, Herodes adalah bukan raja dan cerita Matius dari Orang Bijak, pembantaian anak kecil yang tidak berdosa dan pelarian ke Mesir maka berdasarkan kronologis adalah tidak mungkin. Jika Herodes adalah raja, disana tak ada sensus menurut Caesar Augustus. Meskipun jika disana telah ada sebuah sensus, pandangan Injil ketiga ini akan menghadapi masalah-masalah berikutnya. (Robin Lane Fox, The Unauthorized Version: Truth and Fiction In The Bible (Penguin Books Ltd, 1991), pp. 30-31)

Meskipun registrasi seluruh warga negara Romawi dibuktikan pada tahun 28 SM, 8 SM, dan 14 M dan pendaftaran di provinsi-provinsi individual dari registrasi sensus untuk yang adalah bukan warga negara Romawi adalah juga dibuktikan, nyatanya sebuah sensus di seluruh Romawi dibawah Caesar Augustus adalah tidak diketahui berdasarkan sumber-sumber non-Perjanjian Baru. Dan lagi, ada permasalahan historis terkenal terkait dengan penanggalan sensus versi Lukas ketika Quirinius adalah gubernur Syria, dan berbagai upaya untuk memecahkan kesulitan ini telah terbukti tidak berhasil. P. Sulpicius Quirinius menjadi wali dari provinsi Syria pada tahun 6-7 M ketika Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria. Pada saat itu, sebuah sensus provinsi Yudea digelar. Jika Quirinius telah menjadi wali Syria sebelumnya, maka itu harus terjadi sebelum tahun 10 SM karena banyak wali Syria dari tahun 10 SM hingga 4 SM (kematian Herodes) yang telah diketahui, dan sebuah tanggal bagi sebuah sensus lebih awal dibawah Quirinius akan menciptakan masalah tambahan bagi penanggalan awal dariministry Yesus (Luke 3:123). Satu legateship sebelumnya yaitu setelah tahun 4 SM (dan sebelum tahun 6 SM) tidak akan cocok dengan penanggalan kelahiran Yesus dizaman Herodes (Lukas 1:5Matius 2:1). Lukas mungkin secara sederhana mengkombinasikan kelahiran Yesus di Bethelehm dengan kesamaran dari sebuah sensus dibawah Quirinius (lihat juga Acts 5:37) untuk menekankan signifikansi dari kelahiran ini bagi dunia Romawi secara keseluruhan: melalui anak yang lahir di Bethlehem maka damai sejahtera dan penyelamatan datang ke kekaisaran.(http://www.nccbuscc.org/nab/bible/luke/luke2.htm)

“…Lukas memberitahu bagaimana sebuah dekrit keluar dari Augustus bahwa “seluruh dunia akan diregistrasi”. Masalahnya adalah bahwa secara historis ini tidak bisa ditelusuri….Sederhananya Yusuf dan Maria ke Bethelem demi alasan teologis. Mesias akan berasal dari keturunan Daud, dan jadi dari Bethlehem. Lukas mengatakan kelahiran Yesus terjadi ketika Quirinius adalah gubernur Syria. Artinya adalah bahwa ini tidak terjadi sebelum tahun 6 SM, tahun yangmana kita tahu tatkala ia mengambil kantor [masuk kantor untuk pertama kalinya, ed]. Pada waktu yang sama, Matius mengatakan Yesus dipahami ketika Herodes Yang Agung adalah penguasa di Yudea. Tetapi Herodes mati ditahun 4 SM! Pengarang misteri Yesus ini menyatakan bahwa keajaiban rillnya Maria, jika kedua referensi diambil dengan sungguh-sungguh, adalah “10 tahun kehamilan”. Bagi Matius, kampung halaman Yesus adalah Bethlehem. Bagi Lukas, kampung halaman Yesus adalah Nazareth. (Tom Harper, The Pagan Christ, pp. 125-126)

“Meskipun narasi kelahiran Yesus dalam Matius dan Lukas memberikan kesepakatan diam-diam untuk yang tradisi Nazareth. Matius harus membangun satu alasan sehingga keluarga suci kembali ke Nazareth dari rumah Bethlehem dan tempat berkumpul orang Mesir, karena Matius tidak menyangkal asal usul Yesus Nazareth (Matt. 2:21ff). Lukas, yang mengasumsikan kebenaran dari sebuah rumah Nazareth bagi Yesus meskipun dalam kanak-kanaknya, harus mengembangkan sebuah narasi sehingga ibunya Yesus keluar dari Nazareth sekurang-kurangnya pada momentum kelahirannya yang benar/ Jadi di Injil kita membaca sebuah pajak atau pendaftaran terjadi ketika Quirinius adalah gubernur Syria. Sekarang tidak ada literal dari sensus itu yang hampir secara universal ditolak karena berbagai alasan, tidak sekurang-kurangnya karena Quirinius tidak menjadi gubernur Syria, menurut catatan sekuler, hingga tahun 6-7 M, yang mana Yesus akan berusia sekitar 10 tahun. Kedua, tidak ada catatan yang berasal dari sumber sekuler yang akan menunjukkan bahwa kembali ke tempat asal usul leluhur diwajibkan di setiap sensus atau untuk setiap bentuk perpajakan. (John Shelby Spong, Resurrection: Myth of Reality hal. 172)

Ujian terhadap Yesus di puncak gunung oleh Iblis adalah cerita bohong

Cerita bahwa Iblis menguji Yesus dengan membawanya ke puncak gunung tertinggi sehingga ia dapat melihat semua kerajaan dunia dari puncak gunung (lihat Matius 4:7-8), adalah sangat tidak logis. Omong kosong! Karena bagaimana mungkin kita dapat melihat seluruh dunia dari puncak gunung, meskipun itu adalah gunung tertinggi diseluruh dunia. Ingatlah bumi adalah bulat seperti telur, bukan datar. Jadi meskipun kita pergi ke puncak gunung tertinggi dunia di Himalaya, kita tidak dapat melihat seluruh bentuk permukaan bumi.

Tidak Ada Penyaliban Yesus

Orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus (lihat Yoh 8:57, ed): “Umurmu belum sampai lima puluh tahun dan engkau telah melihat Abraham” Seandainya Yesus masih berusia tiga belas tahun, orang-orang Yahudi akan berkata: “Umurmu belum sampai empat belas tahun,” dan tidak akan berkata: “Umurmu belum sampai lima puluh tahun,”….; jadi, seandainya Yesus disalib ketika itu pastilah ia berusia sekitar lima puluh tahun, tetapi, sebagaimana kita kemukakan ditempat lain… tidak ada bukti apapun, dalam buku, inskripsi, atau monumen, bahwa Yesus dari Nazareth dicambuk atau disalib dizaman Pontius Pilatus. Josephus, Tacitus, Pliny, Philo, tidak juga dari mereka, yang menyatakan fakta adanya penyaliban ini. (T.W. Doane, Bible Myths and their Parallels in other Religions, hal. 516)

Pada abad ke sembilan belas seorang sarjana terkenal, Rabbi Wise, meneliti catatan-catatan dari pengadilan Pilatus, masih terdapat, bagi bukti dari trial ini. Ia tak menemukan apapun. (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, p. 343)

Tidak ada verifikasi dari tulisan-tulisan sejarawan menyangkut penyaliban Yesus seperti Philo, Tacitus, Pliny, Suetonius, Epictectus, Cluvius Rufus, Quintus, Curtis Rufus, Josephus.

“Penyembahan dewa-dewa yang menderita ditemukan disemua sisi, dan kepercayaan pada penyiksaan korban di ritus pengorbanan manusia untuk penebusan dosa adalah sangat umum. Dewa-dewa Osiris, Attis, Adonis, Dionysos, Herakles, Prometheus, dan yang lainnya, telah menderita demi umat manusia; dengan demikian Hamba Yahweh juga dipahami harus disakiti demi dosa-dosa manusia. Tetapi sebagaimana Saya katakan, konsepsi ini telah menerobos kedalam background di hari-hari Yesus” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, hal. 106)

Tidak mungkin Yesus mati dihari jumat atau malam Sabtu

“Tidakkah aneh bahwa penyaliban seharusnya terjadi selama Paskah Diantara orang-orang Yahudi, ini adalah peristiwa paling sakral. Bagi mereka untuk menyalibkan siapapun orangnya pada waktu ini, mereka akan melanggar sekurang-kurangnya tujuh dari hukum agama mereka. Mengapa mereka kemudian melanggar kesucian dengan menjadi pembunuh” (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal. 345)

“Kesulitan terbesar dari sudut pandang dari prosedur Yahudi berkenaan dengan menghukum adalah hari dan waktu eksekusi tsb. Menurut Injil-injil tsb, Yesus mati pada hari jumat, malam Sabbath. Namun pada hari itu, dalam pandangan dari pendekatan Sabbath (atau hari libur), eksekusi-eksekusi terakhir hingga paling akhir pada sore adalah hampir tidak mungkin (Sifre, ii. 221; Sanh. 35b; Mekilta to Wayaḳhel). (Jewish Encyclopedia Online)

Apakah Yesus benar-benar mati disalib

Penyaliban adalah sebuah proses pembunuhan yang lamban. Kematian biasanya memakan waktu beberapa hari. Kematian dimulai dari kehausan, ketidakmampuan untuk bernafas sebagai hasil dari posisi tegak atau diserang oleh binatang liar. Mengapa Yesus, yang sedang fit dan sehat berjalan ke desa yang berjarak jauh, kematian begitu cepat hanya menunggu beberapa jam saja

Pada tahun 297 M, atas perintah Kaisar Maximian, tujuh orang Kristen di Samosata disiksa dan kemudian disalib. Menurut Alban Butler, (5) di

Hipparchus [satu dari mereka], seorang tua yang dihormati, mati disalib dalam waktu pendek. James, Romanus, dan Lollianus, mati dihari berikutnya ditikam oleh tentara-tentara sambil digantung disalib-salib mereka. Philotheus, Habibus dan Paragrus diambil dari salib-salib mereka ketika mereka masih hidup. Kaisar diberi informasi bahwa mereka masih hidup, memerintahkan paku-paku besar untuk diarahkan ketangan…

Ada sejumlah kasus yangmana orang disiksa secara kejam, kemudian disalib dengan posisi kepala dibawah, namun survive selama 24 jam atau lebih.http://custance.org/old/incarnation/7ch2.html

Benarkah cuka membuat orang lekas mati

Cuka (vinegar) mempunyai sebuah efek stimulus, tetapi mengapa setelah Yesus makan cuka, justru membuat ia lekas mati, padahal sebelum ia makan cuka, kondisi tubuhnya masih fit(Lihat Yohanes 19:29)

Rekayasa sosok Pilatus

Injil-injil menggambarkan Pontius Pilatus sebagai orang yang baik hati dan segan untuk penyaliban Yesus. Tetapi sejarah menceritakan gambaran yang berbeda tentang dirinya. Ia adalah seorang dikuasakan atas wilayah Yudea dari tahun 26-36 M, dan ia adalah orang yang kejam dan korup. Mengapa tidak ada kritik baginya dalam Injil-injil

Sebaliknya, ditampilkan oleh Philo dan Josephus, Pilatus “adalah subyek dari tradisi negatif lebih daripada kepala daerah lainnya dan procurator-procurator (orang-orang yang dikuasakan),” jadi pencipta-pencipta dari narasi penderitaan [Yesus] orisinil tidak mempunyai alasan untuk tidak menyebut Pilatus melalui nama dan untuk mencelanya. Situasi ini diubah pada periode setelah revolusi orang-orang Yahudi pertama dalam tulisan-tulisan Matius dan Lukas, yangmana Pilatus dibebaskan dari tuduhan dan pendeta tertinggi dinamai tanpa keragu-raguan. http://earlychristianwritings.com/passion.html

Jadi kita dapat ketahui bahwa Injil-injil kanonik telah memalsukan sejarah karena mereka menggambarkan Pilatus sebagai seorang baik hati padahal sejarah menggambarkannya sebagai orang jahat. Namun Gereja koptik di Ethiopia justru menyatakan Pilatus sebagai orang kudus.

Kebiasaan Romawi tidak mengenal pembebasan narapidana

Cerita mengenai Barabbas yang dibebaskan sebagai bentuk pertukaran bagi Yesus adalah diduga fiksi. Injil-injil menggambarkan sebuah kebiasaan Romawi untuk membebaskan seorang narapidana selama perayaan Paskah, tetapi sejarah Romawi tidak mencatat adanya kebijakan seperti ini.

Di semua riwayat Perjanjian Baru, Pilatus ragu-ragu untuk menghukum Yesus hingga kerumunan Yahudi menyatakan tegas. Beberapa kalangan telah menyarankan bahwa ini mungkin satu upaya oleh percekcokan orang-orang Kristen awal untuk menjilat pantat dengan Roma melalui penempatan menyalahkan bagi eksekusi Yesus pada Yahudi, dan bahwa itu adalah bagian dari proses oleh yangmana Kristen Paulinistik marginalis masih memperhatikan Yahudi Kristen dari orang yang mengelak (orang-orang Ebion) (http://www.answers.com/Pontius%20Pilate)

Cerita Barabbas mempunyai signifikansi sosial yang spesial, karena cerita ini telah sering digunakan untuk menimpakan kesalahan Penyaliban pada orang-orang Yahudi dan membenarkan paham anti-Semit. Sebanding, signifikansi sosial dari cerita ini untuk para pendengar awal adalah bahwa cerita ini membersihkan kesalahan yang melekat pada kekaisaran Romawi, menghapus satu hambatan sehingga agama Kristen secara resmi diterima. (http://en.wikipedia.org/wiki/Barabbas)

**Jadi, cerita mengenai Barabbas sengaja dibuat untuk membebaskan tuduhan yang melekat pada orang-orang Romawi dan menyerahkan beban kesalahan hanya kepada orang-orang Yahudi.

**Problem yang dihadapi oleh Injil-injil kanonik tidak hanya mengenai masalah kepengarangan yang anonim, Injil-injil ini nyatanya bukanlah disusun oleh para pengikut Yesus. Bahasa asli Injil-injil kanonik ini adalah Yunani, bukan bahasa Ibrani dan Aramaik, dan diproduksi di kota-kota tempat kediaman bangsa non-Yahudi seperti Roma dan Smyrna.

Tiga injil sinoptik menyatakan Yesus ditahan dan dijatuhi hukuman oleh Sanhedrin pada malam Paskah. Ini bukanlah sejarah riil karena Sanhedrin, berdasarkan hukum Yahudi, dilarang untuk bertemu over paskah, Injil-injil ini menyatakan bahwa penahanan dan trial terjadi pada malam, tetapi Sanhedrin “dilarang untuk bertemu pada malam, di rumah-rumah pribadi, atau dimanapun diluar batas kuil.” (Holy Blood, Holy Grail 349).

Ketidaklogisan historis lainnya dalam cerita penyaliban Yesus adalah memindahkan tubuh Yesus dari salib. Menurut hukum Romawi pada waktu itu, seorang pria/wanita yang disalib tidak boleh dikubur. Orang tsb ditinggalkan untuk burung-burung, dan binatang-binatang, sebagai bentuk penghinaan atas eksekusi ini.

Hukuman bagi pencuri adalah bukan disalib. Riwayat Perjanjian Baru mengenai penyaliban menyatakan dua orang pencuri disalib dengan Yesus. Penyaliban tidak pernah dijatuhi kepada pencuri.

Sekarang mengapa Yesus harus dilahirkan di Bethlehem Apakah ini juga untuk menggenapi sebuah ramalan sebelumnya, atau hanya karena untuk sebuah dekrit pajak kedua-duanya tidak; Yesus sedang lahir di Bethelem untuk alasan sama [dimana] Yusuf dan Daud disana dilahirkan. Bethelehem adalah “rumah roti” mistik, sumber dari planetary substance. Jadi tempat terjadinya peristiwa ini adalah tidak historis melainkan dirancang. Dan sedemikian rupa adalah keseluruhan cerita. Ketika kita melihat dari sisi historis, ini menjadi jelas. Menurut riwayat, Herodes adalah raja pada the alleged time, 1 Masehi, tetapi menurut pengetahuan ilmiah sekarang, Herodes mati sekurang-kurangnya empat tahun sebelum [peristiwa] ini. Menurut Lukas, Cyrenius adalah gubernur Syria selanjutnya, tetapi menurut catatan orang-orang Syria bukan dia. Ada, tetapi, seorang Quirinius, yang memerintah dari tahun 13-11 SM. Jadi, kedua kalender atau Injil-injil adalah salah, beberapa kalangan mengatakan sebanyak dua puluh tahun. Kekacauan mengenai penanggalan mengimplikasikan ketidakpastian kepengarangan yang jauh sesudahnya, yang mengkonfirmasi pernyataan kita bahwa Injil-injil ini tidak ditulis sampai dengan abad kedua atau ketiga. (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal. 306)

“Penginjil tidak punyai andil bagi penelitian historis karena kita tahu itu” (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 153)

Daftar Pustaka:
Historical Errors in the Gospels
The Date of Jesus Crucifixion
- dll

Apakah Yusuf Suami Maria Pedofilia

July 20th, 2010 | stevensterk

Ekstrimis Trinitarian seringkali menghujat Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pedofilia karena menikah dengan gadis muda bernama Aisyah. Meskipun kita sebagai Muslim berusaha menjelaskan bahwa pernikahan seperti ini adalah lazim dizaman dahulu, namun mereka tidak mau memperdulikan penjelasan kita. Kristen mengatakan tidak ada pedofilia dalam agama Kristen, namun diartikel ini Anda akan mengetahui dari Ensiklopedia Katholik bahwa Maria (ibunda Yesus) yang diduga berusia sekitar 12-14 tahun telah dinikahi oleh Yusuf (Joseph)Tukang Kayu yang diduga telah berusia 90 tahun!

Ensiklopedia Katholik
Online : http://www.newadvent.org/cathen/08504a.htm

Mary, then twelve to fourteen years of age. Joseph, who was at the time ninety years old, went up to Jerusalem among the candidates…that St. Joseph was an old man at the time of marriage with the Mother of God.

Terjemahan.
“Maria, kemudian berumur 12 hingga 14 tahun, Yusuf, yang pada waktu itu sedang berumur 90 tahun, pergi ke Yerusalem diantara kandidat-kandidat….. bahwa St. Yusuf adalah seorang lelaki tua pada waktu menikahi ibunya Tuhan.”

Dalam Injil Perjanjian Baru memang dikatakan bahwa Yusuf tidak berhubungan badan dengan Maria ketika ia mengandung Yesus dan Yesus bukan benih dari Yusuf. Tetapi mengenai masalah persetubuhan ini Injil Matius menyatakan :

Injil Matius 1:24-25 TB
“Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus”.

Jadi menurut Injil Matius, Yusuf tidak bersetubuh dengan dia sampai Yesus lahir. Seandainya Injil Matius hendak menyatakan kepada kita mengenai persetubuhan Yusuf-Maria itu tidak pernah ada selama masa hidup mereka, maka Injil Matiua akan mengatakan :

“dan ia tidak pernah bersetubuh dengan dia” atau “dan ia sama sekali tidak pernah bersetubuh dengan dia”.

Bukan :

“tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan” (Matius 1:25).

Jadi menurut Injil Matius 1:25, Yusuf hanya tidak bersetubuh dengan Maria saat ia hamil. Atau dengan kata lain, Yusuf bersetubuh setelah Maria melahirkan Yesus, yang artinya Yusuf bersetubuh dengan seorang wanita berusia 13-15 tahun.

Jika Ekstrimis Kristen menyatakan kriteria pedofilia adalah berhubungan seks dengan pasangan dibawah usia 17 tahun artinya pasangan suci ini (sebagaimana kepercayaan kristen) telah menjalin dan melakukan hubungan pedofilia.

Selain itu, kita dapat pula menyimpulkan bahwa tidak ada batasan umur pernikahan dalam literatur kitab suci Kristen sekalipun, contohnya adalah Maria yang dinikahi Yusuf pada usia 12-14 tahun.

Sumber:
History of Joseph the Carpenter

3. Now when righteous Joseph became a widower, my mother Mary, blessed,holy, and pure, was already twelve years old. For her parents offered her
in the temple when she was three years of age, and she remained in the temple of the Lord nine years. Then when the priests saw that the virgin, holy and God-fearing, was growing up, they spoke to each other, saying: Let us search out a man, righteous and pious, to whom Mary may be entrusted until the time of her marriage; lest, if she remain in the temple, it happen to her as is wont to happen to women, and lest on that account we sin, and God be angry with us.

4. Therefore they immediately sent out, and assembled twelve old men of the tribe of Judah. And they wrote down the names of the twelve tribes of
Israel. And the lot fell upon the pious old man, righteous Joseph. Then the priests answered, and said to my blessed mother: Go with Joseph, and be with him till the time of your marriage. Righteous Joseph therefore received my mother, and led her away to his own house. And Mary found James the Less in his father’s house, broken-hearted and sad on account of the loss of his mother, and she brought him up. Hence Mary was called the mother of James.[1] Thereafter Joseph left her at home, and went away to the shop where he wrought at his trade of a carpenter. And after the holy virgin had spent two years in his house her age was exactly fourteen years, including the time at which he received her.

Sumber:
THE GOSPEL OF THE NATIVITY OF MARY

CHAP. 8.–Now there was among the rest Joseph, of the house and family of David, a man of great age: and when all brought there rods, according to the order, he alone withheld his. Wherefore, when nothing in conformity with the divine voice appeared, the high priest thought it necessary to consult God a second time; and He answered, that of those who had been designated, he alone to whom the virgin ought to be espoused had not brought his rod. Joseph, therefore, was found out. For when he had brought his rod, and the dove came from heaven; and settled upon the top of it, it clearly appeared to all that he was the man to whom the virgin should be espoused. Therefore, the usual ceremonies of betrothal having been gone through, he went back to the city of Bethlehem to put his house in order, and to procure things necessary for the marriage. But Mary, the virgin of the Lord, with seven other virgins of her own age, and who had been weaned at the same time, whom she had received from the priest, returned to the house of her parents in Galilee.

Sumber:
Injil James

VIII. 1 And her parents gat them down marveling, and praising the Lord God because tile child was not turned away backward.

And Mary was in the temple of the Lord as a dove that is nurtured: and she received food from the hand of an angel.

2 And when she was twelve years old, there was a council of the priests, saying: Behold Mary is become twelve years old in the temple of the Lord. What then shall we do with her ? lest she pollute the sanctuary of the Lord. And they said unto the high priest: Thou standest over the altar of the Lord. Enter in and pray concerning her: And whatsoever the Lord shall reveal to thee, that let us do.

3 And the high priest took the vestment with the twelve bells and went in unto the Holy of Holies and prayed concerning her. And lo, an angel of tile Lord appeared saying unto him: Zacharias, Zacharias~ go forth and assemble them that are widowers of the people, and let them bring every man a rod, and to whomsoever the Lord shall show a sign, his wife shall she be. And the heralds went forth over all the country round about Judaea, and the trumpet of the Lord sounded, and all men ran thereto.

IX. 1 And Joseph cast down his adze and ran to meet them, and when they were gathered together they went to the high priest and took their rods with them. And he took the rods of them all and went into the temple and prayed. And when he had finished the prayer he took the rods and went forth and gave them back to them: and there was no sign upon them. But Joseph received the last rod: and 1o, a dove came forth of the rod and flew upon the bead of Joseph. And the priest said unto Joseph: Unto thee hath it fallen to take the virgin of the Lord and keep her for thyself. 2 And Joseph refused, saying: I have sons, and I am an old man, but she is a girl: lest I became a laughing-stock to the children of Israel. And the priest said unto Joseph: Year the Lord thy God, and remember what things God did unto Dathan and Abiram and Korah, how the earth clave and they were swallowed up because of their gainsaying. And now fear thou, Joseph, lest it be so in thine house. And Joseph was afraid, and took her to keep her for himself. And Joseph said unto Mary: Lo, I have received thee out of the temple of the Lord: and now do I leave thee in my house, and I go away to build my buildings and I will come again unto thee. The Lord shall watch over thee.

Daftar Pustaka :
http://www.answering-christianity.com/age_of_mary.htm
- Ensiklopedia Katholik newadvent.org

Catatan:
Saya membaca artikel Age of Mary when she had Jesus, dimana artikel tsb merujuk Enskiklopedia Katholik dengan alamat http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm. Tetapi setelah saya cek, tampaknya Kristen ‘gerah’ sehingga mereka merubahnya. Dan kini saya masih menemukan pernyataan tsb di http://www.newadvent.org/cathen/08504a.htm . Saya harap Kristen tidak merevisi kalimat tsb.

Ratusan Kontradiksi Alkitab

July 19th, 2010 | stevensterk

Luar biasa dengan kitab suci umat Kristen yang satu ini, karena terdapat lebih dari 200 kontradiksi Alkitab (Bible) yang dapat dengan mudah kita temukan disana. Ini mengindikasikan bahwa 100% isi Bible bukan wahyu dari Allah, melainkan kitab suci korup dan kitab suci editan pendeta. Dibawah ini adalah daftar kontradiksi Bible yang telah berhasil saya kumpulkan dan terjemahkan dari berbagai sumber. Selamat menikmati.

  1. Kejadian 19:30-38 Lot mabuk dan menghamili dua orang putri kandungnya sendiri, dan memiliki anak hasil incest; VERSUS
    2Petrus 2:7 Lot adalah orang yang benar, tidak mengenal hawa nafsu setan, dan taat pada Hukum.
  2. Kejadian 35:10 Tuhan berfirman “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel”
    Kejadian 46:2 Tuhan masih menyebut Yakub bin Ishaq sebagai Yakub, bukan Israel.
  3. Matius 2:1, Yesus dilahirkan pada rejim Herodes, jadi Yesus lahir paling telat tahun 4 SM).
    Lukas 1:36 dan Lukas pasal 3, Yesus berumur 30 tahun pada tahun ke 15 rejim Tiberius. Artinya Yesus lahir tahun 2 SM.

    Penjelasan lebih detail http://liwanagan.blog.com/2010/07/20/kelahiran-yesus-dan-sensus-quirinius/

  4. Kisah 9:7 (mendengar suara, tidak melihat) Versus Kisah 22:9 (tidak mendengar suara, melihat cahaya).
  5. Matius 11:13-14, 17:13 (Elias adalah Yohanes si Pembaptis) VERSUS Yohanes 1:21 (Elias adalah bukan Yohanes si Pembaptis).
  6. Lukas 3:21-31 + Roma 1:3 (ada 41 orang antara Yesus hingga Daud) VERSUS Matius 1:6-16 + Roma 1:3 (ada 26 orang antara Yesus dan Daud).
  7. Matius 21:12-18 Yesus pergi ke kuil sebelum melihat pohon Ara
    Markus 11:12-15 Yesus ke kuil setelah melewati pohon Ara.
  8. Matius 27:32, Lukas 23:26, Markus 15:21 (Simon lah yang membawa Salib) VERSUS Yohanes 19:17 (Yesus lah yang membawa salib).
  9. Markus 15:23 (memberi anggur bercampur mur untuk diminum) VERSUS Matius 27:34 (memberi anggur bercampur empedu untuk diminum).
  10. 1 Korintus 15:5 (Yesus menampakkan diri kepada 12 orang) VERSUS Matius 28:16 (Yesus menampakkan diri kepada 11 orang).
  11. 1 Tawarikh 7:6 (3 anak) VERSUS 1 Tawarikh 8:1 (lima anak) VERSUS Kejadian 46:21 (10 anak).
  12. Kisah 9:6-7 Paulus rebah dan teman-temannya masih berdiri lalu Paulus menerima perintah yang sangat sederhana. VERSUS Kisah 26:14-18 Paulus dan teman-temannya rebah lalu Paulus menerima khotbah panjang dan perintah yang mendetail.
  13. Matius 20:20-21 (ibu anak-anak Zebedeus membuat permohonan) VERSUS Markus 10:35-37 (anak-anak Zebeduslah yang membuat permohonan ).
  14. Yohanes 5:31 (kesaksianku tidak benar) VERSUS Yohanes 8:14 (rekamanku adalah benar).
  15. Matius 27:11-14 Markus 15:1-5, Lukas 23:1-4 (Yesus hanya berkata “kamu yang mengatakan hal tsb” setelah itu Yesus diam tak berkata apapun). VERSUS Yohanes 18:33-38 (Yesus mengatakan banyak hal dan menjawab banyak pertanyaan secara mendetail).
  16. Tiga riwayat berbeda mengenai ucapan terakhir Yesus.Lukas 23:46: “And when Jesus had cried with a loud voice, he said, “Father, unto thy hands I commend my spirit:” and having said thus, he gave up the ghost.”Yohanes 19:30: “When Jesus therefore had received the vinegar, he said, “It is finished:” and he bowed his head, and gave up the ghost.”

    Matius 27:46,50: “And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, “Eli, Eli, lama sabachthani?” that is to say, “My God, my God, why hast thou forsaken me?” …Jesus, when he cried again with a loud voice, yielded up the ghost.”

  17. Diatas bukit atau dibawah bukit?”Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya…” (Matius 5:1-2)”Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon….Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Lukas 6:17-20)
  18. Manusia dapat melihat Tuhan (Amos 9:1; Kejadian 26:2; Keluaran 23:33, Keluaran 33:11, Kejadian 32:30,
    Kejadian 12:7, Kejadian 17:1, Kejadian 18:1, Keluaran 3:16, Keluaran 6:2-3, Bilangan 12:7-8, 14:14, Job 42:5, Amos 7:7-8); VERSUS manusia tidak dapat melihat Tuhan (Yohanes 1:18, Keluaran 33:20; 1 Yohanes 4:12; 1 Timotius 6:16)
  19. Bani Israel akan selalu hidup (Maleakhi 3:6) VERSUS Bani Israel akan musnah (Yeremia 6:9-30, Yehezkiel 6:11).
  20. “Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel”. (Matius 27:9)*Jadi Berdasarkan Matius itu adalah penggenapan firman untuk Nabi Yeremia, bukan Zakharia. Kontradiksi dengan Zakharia 11:12-13 yang menyatakan bahwa peristiwa itu adalah untuk Zakharia, bukan Nabi Yeremia!”Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” —nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN. (Zakharia 11:12-13)
  21. Siapakah pewaris tahta Yosia : Yoahas (2 Tawarikh 36:1) atau Salum (Yeremia 22:11)??
  22. Warna : merah tua atau ungu?”And they stripped him, and put on him a scarlet (MERAH TUA) robe.” (Matius 27:28 KJV)”And the soldiers platted a crown of thorns, and put it on his head, and they put on him a purple (UNGU) robe.” (Yohanes 19:2 KJV)

    Dalam mengatasi kontradiksi ini Lembaga Alkitab Indonesia telah mengedit Matius 27:28 menjadi warna ungu, lihat BIS, TB.

  23. Selain Yesus tidak ada orang yang pernah diangkat dari bumi oleh Tuhan (Yohanes 3:13) VERSUS Enoch dan Elijah diangkat oleh Tuhan (Kejadian 5:22-24 + 2 Kings 2:11)
  24. Tuhan tidak pernah menguji manusia (Yakobus 1:13-14) VERSUS Tuhan menguji Abraham (Kejadian 22:1).
  25. Anak menanggung kesalahan nenek moyangnya (Yesaya 14:21) VERSUS Anak tidak menanggung kesalahan nenek moyangnya (Ulangan 24:16)
  26. Seorang perwira berkata langsung kepada Yesus untuk memohon (Matius 8:5) VERSUS Seorang perwira menyuruh tetua Yahudi untuk berkata dan memohon kepada Yesus (Lukas 7:3)
  27. Perhatikan tiga kontradiksi dibawah ini:Matius 26:6-9
    6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
    7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
    8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?
    9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”

    Lukas 7
    36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
    37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
    38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
    39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

    Yohanes 12
    1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
    2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
    3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

    Beberapa poin kontradiksi diatas adalah sbb:

    1. Di rumah Simon Si Kusta (Matius 26:6-9) VERSUS dirumah seorang Farisi (Lukas 7:36-39) VERSUS dirumah Lazarus (Yohanes 12:1-5)?
    2. Tamu perempuan menemui Yesus lalu membasuhi kepala Yesus (Matius 26:6-9) VERSUS Tamu perempuan menemui Yesus lalu membasuhi kaki dan mencium kaki Yesus (Lukas 7:36-39) VERSUS Tidak ada tamu dan yang membasuhi kaki Yesus itu adalah Maria (Yohanes 12:1-5)?
    3. Pasca pembasuhan maka murid-murid Yesus menegur perempuan (Matius 26:6-9) VERSUS pasca pembasuhan tidak ada orang yang menegur kecuali orang Farisi yang hanya bergumam dalam hati VERSUS Yudas Iskariot lah satu-satunya murid Yesus yang menegur orang yang membasuhi Yesus (Yohanes 12:1-5)?
    4. Kalimat komentar pasca pembasuhan dalam Matius 26:6-9 kontradiksi dengan Lukas 7:36 dan kontradiksi dengan Yohanes 12:5
  28. Dosa Warisan bersumber dari dosa Adam (Roma 5:12) VERSUS Dosa Warisan bersumber dari Hawa, karena Adam tidak berdosa (1 Timotius 2:14).
  29. Matius 28:7,10,16:20, Markus 16:7 Yesus tampak di Galilea VERSUS Kisah 1:4 yang memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan Yerusalem Lukas 24:13-52, Kisah 1:1-12. Yesus tampak di Yerusalem.
  30. Matius 2 (Yesus dilahirkan di Bethlehem. Maria dan Yosep membawa beliau ke Mesir hingga Herodes mati. Kemudian mereka pergi ke Nazareth) VERSUS Lukas 2 (Yesus dilahirkan di Bethelehem. Setelah Maria melahirkan Yesus dan ketika hari penyucian berdasarkan hukum Taurat, mereka membawanya ke Yerusalem. Setelah korban mereka kembali ke Galilea, ke kota Nazareth).
  31. Markus 11 (Yesus berbicara kepada Ahli Taurat pada hari ketiga setelah ia tiba di Yerusalem) VERSUS Matius 21 (Yesus berbicara kepada Ahli Taurat pada hari kedua setelah ia tiba di Yerusalem).
  32. Matius 8 (Yesus mengobat seorang penderita penyakit kusta, kemudian menolong perwira, kemudian mengobati ibu dari istrinya Simon) VERSUS Markus 4,5,7 (mengobati ibu dari istrinya Simon, kemudian mengobati seorang penderita kusta, kemudian barulah menolong perwira).
  33. Matius 20:34 (Yesus mengobati dua orang buta setelah meninggalkan Jericho) VERSUS Markus 10:46-52 (Yesus mengobati satu orang buta yang bernama Bartimaeus setelah meninggalkan Jericho).
  34. Matius 9:18 (Kepala rumah ibadat datang dan berkata bahwa putrinya baru saja mati) VERSUS Markus 5:22-23 (Kepala rumah ibadat datang dan berkata bahwa putrinya hampir mati).
  35. Matius 8:28 (ada dua orang kerasukan setan) VERSUS Markus 5:22 & Lukas 8:27 (ada satu orang kerasukan setan).
  36. Matius 21:2 (“Jesus sent two disciples “Saying unto them, Go into the village over against you, and straightway ye shall find an ass tied, and a colt with her: loose them, and bring them unto me”) VERSUS Markus 11:2 (Jesus said: “…ye shall find a colt tied,…; loose him, and bring him”).
  37. Matius 4 + Markus 1 + Yohanes 1 Ketika Yesus berjalan menyusuri Laut Galilea, ia melihat Simon dan Andrew. Akhirnya mereka menjadi pengikut Yesus. Kemudian Yesus mendapati James bin Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, mereka juga akhirnya menjadi pengikut Yesus. Semua orang tsb sedang memegang jala ketika ditemui oleh Yesus; VERSUSYohanes 1: Di tepi Yordan, Yohanes Si Pembaptis menyatakan Yesus kepada dua orang muridnya, dan mereka akhirnya menjadi pengikut Yesus. Satu dari orang yang mendengar perkataan Yohanes, dan menjadi pengikut Yesus, adalah Andrew, saudaranya Simon Petrus. Andrew menemukan saudaranya Simon, dan membawanya ke Yesus. Yesus menamainya Cephas. Hari berikutnya Yesus pergi ke Galilea, dan menemukan Philip. Lalu Philip menemukan Nathanael. Tak ada seorang pun dari murid-murid Yesus sedang memegang jala ketika ditemui oleh Yesus.
  38. Matius 3:13-16 (Yesus dibaptis oleh Yohanes kemudian langit terbuka dan seekor merpati turun) VERSUS Yohanes 1:32-34 (Langit terbuka dan seekor merpati turun kemudian Yesus dibaptis oleh Yohanes)?
  39. Markus 7:32-33 (Masyarakat membawa satu orang tuli kepada Yesus untuk disembuhkan, lalu Yesus dan satu orang tuli tsb memisahkan dari masyarakat, akhirnya satu orang tuli itu pun sembuh) VERSUS Matius 15:29-31 (Masyarakat membawa banyak pesakitan, seperti orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu, dan pesakitan lainnya kepada Yesus agar diobati, kemudian mereka yang berpenyakit tsb akhirnya sembuh).
  40. Matius 27:38-44 + Markus 15:32 (Dua orang pencuri yang disalib mengejek) VERSUS Lukas 23:39-43 (Hanya satu orang pencuri yang disalib yang mengejek, sedangkan satu orang pencuri yang disalib justru menegur si pengejek, akhirnya si penegur dijanjikan surga oleh Yesus).
  41. Matius 4:5-8 (Iblis membawa Yesus ke puncak kuil, kemudian barulah ke gunung yang tinggi) VERSUS Lukas 4:5-9 (Iblis justru membawa Yesus ke gunung yang tinggi, kemudian barulah ke puncak kuil).
  42. Yohanes 2:18-19 (Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”) VERSUS Matius 26:59-63 (“Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tetap diam.”)
  43. Matius 15:22 (perempuan Kanaan) VERSUS Markus 7:26 (Perempuan Yunani dari bangsa Syrophenician).
  44. Detik-detik penangkapan Yesus berbeda dalam Matius 26:48-50 VERSUS Yohanes 18-3-12
  45. Roma 3:28 (“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”) VERSUS Yakobus 2:14,20 (“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?…..bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”)
  46. Roma 4:2, Roma 5:12, Roma 5:14, 1 Korintus 15:20 (Semua manusia mewarisi dosa Adam) VERSUS Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Yeremia 31:29-30, Yehezkiel 18:1-9 (Anak tidak mewarisi dosa Ayah, Tidak ada dosa warisan yang dibebankan kepada anak cucu).
  47. Kejadian 6:7 + 1 Samuel 15:11 + 1 Samuel 15:35 (Allah menyesali atas tindakan-Nya) VERSUS Bilangan 23:19 (menyesal itu bukanlah sifat Allah).
  48. Pada Kejadian 2:17 + Kejadian 3:3 diceritakan bahwa Allah berdusta kepada Adam untuk tidak memakan buah tsb karena nanti Adam akan mati, padahal Kejadian 3:22 menyatakan bahwa yang memakan buah tsb akan beroleh hidup kekal. Kesimpulannya dalam Kejadian 2:17 + Kejadian 3:3 itu Allah telah berdusta. VERSUS Bilangan 23:19 yang menyatakan bahwa Allah tidak pernah berdusta.
  49. 2 Samuel 8:4 (700 kavaleri) VERSUS 1 Tawarikh 18:4 (7000 kavaleri).
  50. 1 Tawarikh 21:12 (3 tahun kelaparan) 2 Samuel 24:13 (tujuh tahun kelaparan)
  51. Ulangan 2:19 + Ulangan 2:37 (Musa melarang orang Yahudi memasuki tanah Ammon) VERSUS Yoshua 13:24-25 (Musa memberikan tanah Ammon kepada orang Yahudi sebagai warisan).
  52. 2 Samuel 24:9 (800.000+500,000) 1 Tawarikh 21:5 (1.100.000+470.000)
  53. 2 Tawarikh 36:9 (8 tahun 3 bulan 10 hari) VERSUS 2 Raja-raja 24:8 (18 tahun 3 bulan)
  54. 2 Samuel 10:18 (700 kereta kuda & 40.000 kavaleri) VERSUS 1 Tawarikh 19:18 (7000 kereta kuda & 40.000 infanteri)
  55. 1 Raja-raja 7:26 (2000 bath) VERSUS 2 Chronicles 4:5 (3000 bath)
  56. 2 Samuel 6:23 (Michal tidak mempunyai anak) 2 Samuel 21:8 (Michal memiliki lima orang anak)
  57. Kejadian 6:3 (manusia diberi umur maksimal 120 tahun oleh Tuhan) VERSUS Kejadian 5:5 (Adam dianugerahi umur 930 tahun).
  58. 2 Tawarikh 9:25 (4.000 kandang) 1 Raja-raja 4:26 (40,000 kandang)
  59. Yesaya 40:28 (Allah tidak mengenal lelah) VERSUS Keluaran 31:17 (Allah perlu istrahat setelah bekerja)
  60. Genesis 1: (Tuhan menciptakan tanaman, kemudian hewan, kemudian Adam dan Hawa) Genesis 2: (Tuhan menciptakan Adam, kemudian tanaman, kemudian hewan, kemudian Hawa).
  61. 2 Samuel 5 + 2 Samuel 6 (Daud membawa peti setelah memerangi Filistin) VERSUS 1 Samuel 13 + 1 Samuel 14 (Daud membawa peti sebelum memerangi Filistin).
  62. Kejadian 6:19-20 (Nuh membawa semua spesies hewan masing-masing hanya satu pasang jantan betina dan membawa burung dan hewan melata) VERSUS Kejadian 7:2-3 (Nuh membawa tujuh pasang jantan betina hewan yang tidak haram dan membawa tujuh pasang jantan betin burung
  63. 2 Samuel 8:1 (Daud mengambil alih Methegammah dari tangan Filistin) VERSUS 1 Tawarikh 18:1 (Daud mengambil alih Gath dari tangan Filistin)
  64. 2 Samuel 8:8 (“And from Betah, and from Berothai, cities of Hadadezer, king David took exceeding much brass”) VERSUS 1 Chronicles 18:8 (“Likewise from Tibhath, and from Chun, cities of Hadarezer, brought David very much brass”).
  65. 2 Samuel 8:12 (“Of Syria, and of Moab, and of the children of Ammon, and of the Philistines, and of Amalek”) VERSUS 1 Tawarikh 18:11 (“from Edom, and from Moab, and from the children of Ammon, and from the Philistines, and from Amalek.
  66. 2 Samuel 8:13 (“And David gat him a name when he returned from smiting of the Syrians in the valley of salt, being eighteen thousand men”). 1 Tawarikh 18:13 (“And he put garrisons in Edom; and all the Edomites became David’s servants”).
  67. 2 Samuel 8:17 (“and Seraiah was the scribe”) VERSUS 1 Tawarikh 18:16 (“and Shavsha was scribe”)
  68. Kejadian 11:12 Arpachshad (Arphaxad) mempunyai anak kandung bernama Salah (Sala) VERSUS Lukas 3:35-36 Cainan adalah bapaknya Shelah. Arpachshad (Arphaxad) adalah kakeknya Salah (Sala).
  69. Yesaya 40:26 (Tuhan Maha Kuasa dan Maha Kuat) VERSUS Hakim-hakim 1:19 (Tuhan tidak kuasa mengalahkan penduduk yang ada di lembah karena mereka memiliki kereta besi).
  70. Imamat 21:7,14 (Tuhan melarang pria menikahi wanita pezina) VERSUS Hosea 1:2 (Tuhan memerintahkan kepada Hosea agar menikahi wanita pezina)
  71. Bilangan 33:38-42 (Harun meninggal di Gunung Hor. Setelah Harun meninggal, bani Israel melanjutkan perjalanan dari Gunung Hor, ke Zalmonah, ke Punon) VERSUS Bilangan 10:6-7 Harun meninggal di Mosera. Setelah Harun meninggal, bani Israel melanjutkan perjalanan dari Mosera, ke Gudgodah ke Jotbath).
  72. Judges 4:21 (Sisera sedang tidur ketika dibunuh) VERSUS Judges 5:24-27 Sisera sedang berdiri ketika dibunuh)
  73. Yosua 10:38-40 (Yosua sendirilah yang menaklukkan Debir) VERSUS Judges 1:11-15 (Othniel lah yang menaklukkan Debir)
  74. 2 Samuel 24:24 (Daud membayar 50 shekel perak) VERSUS 1 Tawarikh 21:22-25 (Daud membayar 600 shekel emas).
  75. 1 Kings 5:16 Supervisornya Sulaiman berjumlah 3300) VERSUS 2 Tawarikh 2:2 (Supervisornya Sulaiman berjumlah 3600).
  76. 1Kings 7:15 (18 hasta tingginya) VERSUS 2 Tawarikh 3:15-17 (35 hasta tingginya).
  77. Bilangan 25:9 (24.000) VERSUS 1 Korintus 10:8 (23.000)
  78. Ezra 2:6 (2.812) VERSUS Nehemiah 7:11 (2.818)
  79. Ezra 2:8 (945) VERSUS Nehemia 7:13 (845)
  80. Ezra 2:12 (1222) VERSUS Nehemia 7:17 (2322)
  81. Ezra 2:15 (454) VERSUS Nehemia 7:20 (655)
  82. Ezra 2:19 (223) VERSUS Nehemia 7:22 (328)
  83. Ezra 2:28 (223) VERSUS Nehemia 7:32 (123)
  84. Kisah 9:19-20 (Pasca masuk menjadi agama Kristen, pertama kali Paulus langsung berdakwah di kota Damaskus) VERSUS Galatia 1:16-17 (Pasca masuk menjadi agama Kristen, pertama kali Paulus berdakwah pergi ke tanah Arab dari tanah Arab kembali lagi ke kota Damaskus).
  85. Kisah 9:23-26 (Beberapa hari setelah Paulus memeluk agama Kristen, Paulus hendak dibunuh orang Yahudi di Damaskus, Paulus tahu akan rencana jahat ini, para pengikut Paulus menyelundupkan Paulus dari Damaskus pergi ke Yerusalem. Setelah ia tiba di Yerusalem, Paulus mencoba bergabung dengan murid-murid Yesus) VERSUS Galatia 1:18 (Paulus berkunjung ke Yerusalem setelah tiga tahun ia memeluk agama Kristen)
  86. Roma 3:20 (Mematuhi Hukum Taurat tidak disebut sebagai orang yang benar) VERSUS Galatia 6:2 (orang yang mematuhi Hukum Taurat adalah orang yang benar).
  87. Ibrani 13:4 (Pernikahan adalah suatu kehormatan) VERSUS 1 Korintus 7:28 (Pernikahan adalah sesuatu yang mestinya dihindari sebab akan menyusahkan).
  88. 1 Timotius 2:5 (Yesus adalah perantara antara Tuhan dengan manusia) VERSUS Galatia 3:20 (Tidak ada perantara)
  89. Ayub 9:6 (Tuhan mengguncangkan bumi) VERSUS Mazmur 104:5 (Bumi tetap pada posisi dan tidak dapat bergerak)
  90. 2 Samuel 17:25 (Amasa orang Israel) VERSUS 1 Tawarikh 2:17 (Amasa orang Ismael).
  91. Kejadian 20 (Raja Filistin Abimelekh merampas Sarah istrinya Abraham) VERSUS Kejadian 26 (Raja Filistin Abimelekh merampas Ribka istrinya Ishaq) VERSUS kenyataan sejarah bahwa bangsa Filistin belum ada di Palestina di zaman Abraham dan Ishaq. Yang ada di Palestina adalah bangsa Kanaan, bukan bangsa Filistin. Bangsa Filistin baru ada di Palestina pasca eksodus Nabi Musa.
  92. 2 Samuel 24:1 (Tuhan menyuruh Daud memerangi Israel) VERSUS 1 Tawarikh 21:1 (Iblis menyuruh Daud memerangi Israel).
  93. Kejadian 46:21 (anak Benyamin berjumlah 10 orang) VERSUS I Tawarikh 7:6 (anak Benyamin berjumlah 3 orang) VERSUS Bilangan 26:38-39 + 1 Tawarikh 8:1-5 (anak Benyamin berjumlah 5 orang)
  94. Anak Bela berjumlah 5 orang (I Tawarikh 7:7) VERSUS 9 orang (I Tawarikh 8:3-5) VERSUS 2 orang (Bilangan 26:40).
  95. Daud membunuh Goliat (1 Samuel 17:23,50) VERSUS Elhanan lah yang membunuh Goliat (2 Samuel 21:19)
  96. Saul sendiri yang menghunus pedang untuk membunuh dirinya sendiri (1 Samuel 31:4-6) VERSUS orang Amalek yang membunuh Saul? (2 Samuel 1:1-16)
  97. Saul mengenali Daud saat melawan Goliat (I Samuel 16: 19-23) VERSUS Saul tidak mengenali Daud saat melawan Goliat (1 Samuel 17:55-58)
  98. Daud membayar 50 Shekel Perak (2 Samuel 24:24) VERSUS Daud membayar 600 Shekel Emas (1 Tawarikh 21:22-25)
  99. Kisah 9:1-6 + Kisah 26:12-18 (Paulus baru mendapat perintah mengenai apa yang mesti ia lakukan setelah ia tiba di Damaskus) VERSUS Kisah 26:12-18 (Paulus mendapat perintah mengenai apa yang mesti ia lakukan ketika berada dalam perjalanan ke Damaskus).
  100. Kisah 9 (teman-teman Paulus tidak rebah ke tanah, tetapi hanya speechless) VERSUS Kisah 26 (Paulus dkk rebah ke tanah).
  101. Kejadian 2:4, 4:26, 12:8, 22:14-16, 26:25 (Tuhan telah dikenal sebagai “the Lord” [Yahweh atau Jehovah] sebelum kelahiran Nabi Musa) VERSUS (Keluaran 6:2-3 Tuhan pertama kali disebut “the Lord” (Yahweh atau Jehovah) pada saat kenabian Musa)
  102. Kejadian 6:4 Ada manusia raksasa sebelum banjir VERSUS Kejadian 7:21 Semua makhluk hidup dihanyutkan oleh banjir, kecuali yang menumpang di kapal Nabi Nuh VERSUS Bilangan 13:33 Ada manusia raksasa setelah banjir.
  103. Kejadian 7:1+ Ayub 1:1,8 + Ayub 2:3 + Lukas 1:6 (Nuh, Ayub, Zakaria, dan Elisabeth adalah orang yang benar) VERSUS Roma 3:10 Tidak ada orang benar.
  104. Kejadian 11:26 Terah berusia 70 tahun ketika anaknya yang bernama Abraham lahir.
    Kejadian 11:32 Terah berusia 205 tahun ketika ia mati (artinya usia Abraham 135 tahun).
    Kejadian 12:4, AC 7:4 Abraham berusia 75 tahun ketika meninggalkan Haran, ketika Terah baru saja mati. Padahal seharusnya Terah berusia lebih dari 145 tahun ketika ia mati atau Abraham hanya berusia 75 tahun setelah ia hidup selama 135 tahun.
  105. Kejadian 10:5, 20, 31 Ada banyak bahasa sebelum Menara Babel; VERSUS
    Kejadian 11:1 Hanya ada satu bahasa sebelum Menara Babel.
  106. Kejadian 17:7, 10-11 Pentingnya Perjanjian Khitanan untuk selama-lamanya; VERSUS
    Galatia 6:15 Khitanan tidak ada artinya.
  107. Kejadian 36:11 Anak Eliphaz adalah Teman, Omar, Zepho, Gatam, Kenaz; VERSUS
    Kejadian 36:15-16 Teman, Omar, Zepho, Kenaz; VERSUS
    1 Tawarikh 1:35-36 Teman, Omar, Zephi, Gatam, Kenaz, Timna, Amalek.
  108. Keluaran 20:1-17 Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa secara langsung; VERSUS
    Galatia 3:19 Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa, melalui perantara malaikat.
  109. Keluaran 20:4 Tuhan melarang umat-Nya membuat patung dalam bentuk apapun juga; VERSUS
    Keluaran 24:18 Tuhan memerintahkan Nabi Musa membuat dua buah patung cherubim dengan bahan baku emas.
  110. Keluaran 23:7 Tuhan melarang umat-Nya untuk membunuh jiwa yang tak berdosa; VERSUS
    BIlangan 31:17-18, Ulangan 7:2, Yosua 6:21-27, 7:19-26, 8:22-25, 10:20, 40, 11:8-15, 20, Hakim-hakim 11:30-39, 21:10-12, 1 Samuel 15:3 Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk membunuh anak kecil, wanita.
  111. 1 Samuel 17:50 Daud membunuh Goliath tanpa pedang, melainkan dengan ketepel dan batu.
    1 Samuel 17:51 Daud membuh Goliath (lagi?) dengan sebuah pedang.
  112. 1 Samuel 21:1-6 Ahimalech adalah pendeta tertinggi ketika Daud makan roti; VERSUS
    Markus 2:26 Abiathar adalah pendeta tertinggi ketika Daud makan roti.
  113. 1 Raja-raja 3:12 Tuhan menganugerahi Sulaiman sebagai orang bijak dari pada manusia yang pernah ada; VERSUS
    1 Raja-raja 11:1-13 Sulaiman menikahi ratusan wanita asing pagan, menjadi pengikut Dewa pagan, membangun tempat pengorbanan untuk pagan.
  114. 1Raja-raja 9:28 (420 talenta emas); VERSUS
    2 Tawarikh 8:18 (450 talenta emas)
  115. 1 Raja-raja 15:14 Asa did not remove the high places.
    2 Tawarikh 14:2-3 He did remove them.
  116. 1 Raja-raja 16:6-8 Baasha mati di tahun ke 26 pemerintahan Raja Asa.
    2 Tawarikh 16 Baasha mati di tahun ke 36 pemerintahan Raja Asa.
  117. 1 Raja-raja 22:42-43 Jehoshaphat did not remove the high places.
    2 Tawarikh 17:5-6 He did remove them.
  118. 2 Raja-raja 8:25-26 Ahaziah berusia 22 tahun ketika naik tahta; VERSUS
    2 Tawarikh 22:2 Ahaziah berusia 42 tahun ketika naik tahta.
  119. 2 Raja-raja 9:27 Jehu memanah Ahaziah dekat Ibleam. Ahaziah kabur ke Meggido dan mati di Megiddo.
    2 Tawarikh 22:9 Ahaziah bersembunyi di Samaria, kemudian dibawa ke Jehu, dan dibunuh.
  120. 2 Raja-raja 16:5 Raja Syria dan anak Raja Israel tidak dapat menaklukkan Ahaz;
    2 Tawarikh 28:5-6 Mereka menaklukkan Ahaz.
  121. 2 Raja-raja 24:17 Jehoiachin diganti oleh pamannya.
    2 Tawarikh 36:10 Jehoiachin diganti oleh saudaranya.
  122. 1 Tawarikh 3:11-13: Joram, Ahaziah, Joash, Amaziah, Azariah, Jotham.
    Matius 1:8-9: Joram, Uzziah, Jotham, dst.
  123. 1 Tawarikh 3:19 Pedaiah adalah ayahnya Zerubbabel.
    Ezra 3:2 Shealtiel adalah ayahnya Zerubbabel.
  124. Keluaran 12:37 +Bilangan 1:45-46 (Jumlah Lelaki dari sebelas suku Bani Israel berusia dua puluh tahun ke atas adalah 603.550, jadi jika jumlah lelaki segala umur dari suku Lewi + perempuan segala usia dari dua belas suku bani Israel + jumlah pria sebelas suku bani Israel dibawah usia dua puluh tahun dimasukkan kedalam populasi bani Israel pada zaman Nabi Musa, menurut Kristen diperkirakan setidak-tidaknya berjumlah 2.000.000)VERSUS1Raja-raja 20:15 Populasi bani Israel seluruhnya berjumlah 7000 orang.
  125. VERSUS

    Ezra 2:3-64 (Populasi bani Israel pada zaman Raja Nebukadnezer adalah 42.360)

    **Perhatikanlah Populasi bani Israel makin sini makin berkurang. Jadi benarkah kitab Keluaran dan Kitab Bilangan yang menyatakan bahwa eksodus melibatkan setidaknya 2.000.000 orang bani Israel, sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Kristen?

  126. Mazmur 78:69, Pengkhotbah 1:4, 3:14 bumi akan tetap untuk selama-lamanya.
    Mazmur 102:25-26, Matius 24:35, Markus 13:31, Lukas 21:33, Ibrani 1:10-11, 2 Petrus 3:10 Bumi akan hancur.
  127. Yesaya 44:24 Tuhan menciptakan langit dan bumi sendirian.
    Yohanes 1:1-3 Yesus ambil bagian dalam penciptaan.
  128. Yeremia 34:4-5 Zedekia mati secara damai.
    Yeremia 52:10-11 anak-anak Zedekia dibunuh didepan Zedekia, kedua mata Zedekia dicungkil, lalu Zedekia dipenjara hingga mati.
  129. Yehezkiel 26:15-21 Tuhan mengatakan bahwa Tyre akan dihancurkan, tanahnya tidak akan didiami lagi. VERSUS
    Fakta sejarah bahwa Raja Nebukadnezer gagal menaklukkan Tyre. Artinya Tyre masih dihuni.
  130. Daniel 5:2 (Nebukadnezer adalah bapaknya Belshazzar; VERSUS
    Fakta sejarah bahwa Nebonidus lah yang menjadi bapaknya Belshazzar.
  131. Matius 1:20 Malaikat berkata kepada Joseph; VERSUS
    Lukas 1:28 Malaikat berkata kepada Maria.
  132. Matius 2:23 : “And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.”(Note: Nubuat ini tidak ditemukan di Perjanjian Lama).
  133. Matius 3:11-14, Yohanes 1:31-34 Yohanes tahu benar identitas Yesus sebagai seorang mesias.
    Matius 11:2-3 Setelah pembaptisan, Yohanes mengirim murid-muridnya untuk menanyakan apakah Yesus adalah seorang mesias.
  134. Matius 3:17 Suara dari langit berkata: “This is my beloved Son, in whom I am well pleased.”
    Markus 1:11, Lukas 3:22 Suara dari langit berkata: “Thou art my beloved Son, in whom I am well pleased.”
  135. Matius 4:1-11, Markus 1:12-13 Setelah pembaptisan secara tiba-tiba Yesus digiring oleh ruh menuju gurun untuk diuji selama 40 hari 40 malam dan selama itu pula Yesus tidak makan dan merasa lapar;
    Yohanes 2:1-11 Tiga hari setelah pembaptisan, Yesus, ibunya, dan murid-muridnya menghadiri pesta perkawinan di kota Kana, Galilea, dst.
  136. Matius 5:17-19, Lukas 16:17 Jesus tidak datang untuk menghapus Hukum Taurat.
    Efesus 2:13-15, Ibrani 7:18-19 Jesus menghapus Hukum Taurat.
  137. Matius 7:21, Lukas 10:36-37, Roma 2:6, 13, Yakobus 2:24 Kita dibenarkan oleh perbuatan, bukan oleh iman; VERSUS
    Yohanes 3:16, Roma 3:20-26, Efesus 2:8-9, Galatia 2:16 Kita dibenarkan oleh iman, bukan oleh perbuatan.
  138. Matius 8:28-33 Dua orang yang kemasukan roh diobati Yesus.
    Markus 5:2-16, Lukas 8:26-36 Satu orang yang kemasukan roh diobati Yesus.
  139. Matius 10:2, Markus 3:16-19 Nama 12 murid Yesus adalah: Simon (Petrus), Andrew saudaranya, James (Yakibus) bin Zebedee, John saudaranya, Philip, Bartholemew, Thomas, Matius Si Penarik Pajak, James (Yakobus) bin Alphaeus, Thaddaeus (Labbaeus), Simon Canaanite, and Yudas Iskariot.Lukas 6:13-16 Semua yang tercantum diatas, kecuali Thaddaeus (Labbaeus) yang diganti oleh Yudas bin James (Yakobus).
  140. Bawa tongkat atau tidak: Matius 10:10 (Tidak, jangan bawa tongkat) VERSUS Markus 6:8-9 (Ya, Bawa tongkat).
  141. Matius 10:34 : Yesus tidak membawa damai.
    Yohanes 16:33: Yesus membawa damai.
  142. Matius 11:7-15, 17:12-13 Yesus mengatakan bahwa Yohanes adalah Nabi itu.
    Yohanes 1:21 Yohanes berkata bahwa ia bukanlah Nabi itu.
  143. Matius 12:5 Yesus berkata bahwa dalam Taurat terdapat ayat yang berbunyi : “how that on the sabbath days the priests in the temple profane the sabbath, and are blameless?”(Note: 5 kitab Musa yang dianggap oleh orang Kristen sebagai Taurat tidak menyebut kalimat yang diucapkan Yesus diatas. Jadi yang manakah yang benar: Matius atau 5 kitab Musa?
  144. Matius 13:58, Markus 6:5 Meskipun imannya tinggi, Jesus tidak dapat mengeluarkan mukjizat apapun, kecuali mengobati orang sakit.Matius 17:20, 19:26, Markus 9:23, 10:27, Lukas 17:6, 18:27 Yesus berkata bahwa jika orang memiliki iman meskipun sebesat biji sawi, maka mukjizat apapun menjadi mudah.
  145. Matius 16:6, 11 Berhati-hatilah terhadap ragi dari Pharisees and Sadducees.
    Markus 8:15 Berhati-hatilah terhadap ragi dari Pharisees and Herod.
  146. Matius 16:9 Yesus menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Petrus adalah sama dengan kebenaran Tuhan.Matius 16:23 Yesus menyebut Petrus sebagai setan!(Note:Dalam Alkitab edisi BIS, LAI telah mengedit kata “setan” menjadi “penggoda”)
  147. Matius 17:1-2 (enam hari) VERSUS Lukas 9:28-29 (sekitar delapan hari).(Note: Dalam Alkitab edisi BIS, LAI telah mengedit kata “delapan hari” menjadi “seminggu”) dengan maksud agar tidak terlihat kontradiksi.
  148. Matius 20:23, Markus 10:40 Yesus berkata bahwa tempat tsb bukanlah untuknya, karena Tuhan Bapa telah menentukan siapa yang berhak.Matius 28:18, Yohanes 3:35 Semua kekuasaan sudah diberikan kepada Yesus.(Note: Matius 20:23 adalah dalil bukti tambahan bahwa Yesus bukanlah inkarnasi Tuhan Bapa).
  149. Matius 21:2-6, Markus 11:2-7, Lukas 19:30-35 Murid-murid Yesus mengikuti perintah Yesus dengan membawa seekor keledai muda untuk dibawa kepada Yesus.Yohanes 12:14 Yesus sendirilah yang menemukan seekor keledai muda tsb.
  150. Matius 21:7 Yesus menunggangi dua ekor keledai sekaligus.
    Markus 11:7, Lukas 19:35, Yohanes 12:14 Yesus menunggangi seekor keledai.
  151. Matius 21:1-17 Urutannya adalah: memasuki kuil, membersihkan kuil, Bethany.
    Markus 11:1-19 memasuki kuil, membersihkan kuil.
    Lukas 19:28-48 memasuki kuil, membersihkan kuil, mengajar setiap hari di kuil
    Yohanes 2:1-18 membersihkan kuil (awal dari karirnya), makan malam dengan Lazarus, memasuki kuil, tidak ada acara membersihkan kuil.
  152. Matius 21:12-13 Membersihkan kuil terjadi pada saat akhir karir Yesus.
    Yohanes 2:13-16 Membersihkan kuil terjadi pada awal karir Yesus.
  153. Matius 21:19-20 Pohon Ara dikutuk Yesus sehingga Pohon Ara tsb mati.Markus 11:13-14, 20-21 Pohon Ara dikutuk Yesus sehingga Pohon Ara tidak berbuah lagi.
  154. Matius 24:29-33, Markus 13:24-29 Kerajaan Tuhan akan datang disertai tanda dan keajaiban.Lukas 17:20-21 Kerajaan Tuhan tidak akan disertai tanda dan keajaiban. Karena Kerajaan Tuhan sudah hadir.
  155. Matius 26:14-25, Markus 14:10-11, Lukas 22:3-23 Yudas membuat penawarannya dengan kepala pendeta Yahudi sebelum makan makanan PaskahYohanes 13:21-30 Setelah makan makanan Paskah.
  156. Matius 26:20-29, Markus 14:17-28, Yohanes 13:21-30 Yesus menyebut pengkhianatan sebelum Yesus makan.Lukas 22:14-23 Setelah Yesus makan.
  157. Matius 26:26-29, Markus 14:22-25 Urutan makan: roti lalu anggur.
    Lukas 22:17-20 anggur lalu roti.
  158. Matius 26:40-45, Markus 14:37-41 Murid-murid Yesus tertidur sebanyak tiga kali.
    Lukas 22:45 Satu kali.
  159. Matius 26:57, Markus 14:53, Lukas 22:54 Setelah Yesus ditangkap, ia diserahkan ke Caiphas.
    Yohanes 18:13-24 ke Annas lalu ke Caiphas.
  160. Matius 26:18-20, 57-68, 27:1-2, Markus 14:16-18, 53-72, 15:1 Awal Yesus diinterogasi pada malam hari paskah. Kemudian besok paginya diserahkan ke Pilatus.
    Lukas 22:13-15, 22:54-60 Awal interogasi terjadi pada pagi hari paskah.
    Yohanes 18:28, 19:14 Awal intergorasi terjadi pada hari sebelum paskah, yaitu pada hari persiapan.
  161. Matius 26:59-66, Markus 14:55-64 Yesus diuji oleh semua kepala pendeta.
    Yohanes 18:13-24 Yesus tidaklah diuji oleh kepala pendeta dan majelis, tetapi hanya diinterogasi secara pribadi oleh Annas kemudian oleh Caiphas.
  162. Matius 26:63, Lukas 22:70 Kepala pendeta Yahudi bertanya kepada Yesus apakah ia Anak Tuhan?
    Markus 14:61 Ia bertanya kepada Yesus apakah ia Anak yang diBerkati?
  163. Matius 26:64, Lukas 22:70 Yesus menjawab: “Thou hast said”.
    Markus 14:62 Yesus menjawab: “I am.”
  164. Matius 26:69-70 Petrus menyangkal kepada kepada perempuan tsb dan kepada semua orang.Markus 14:66-68, Lukas 22:56-57, Yohanes 18:17 Hanya menyangkal kepada perempuan tsb.
  165. Matius 26:71-72 Penyangkalan Petrus yang kedua kalinya adalah untuk perempuan yang kedua.
    Markus 14:69-70 (tampaknya) untuk perempuan yang pertama.
    Lukas 22:58 untuk seorang laki-laki.
    Yohanes 18:25 Kepada lebih dari satu orang.
  166. Matius 26:73-74, Markus 14:70-71 Penyangkalan Petrus yang ketiga kalinya adalah untuk orang-orang yang berdiri disitu (dua orang atau lebih).
    Lukas 22:59-60 ke orang lain.
    Yohanes 18:26-27 ke pelayan pendeta agung yahudi.
  167. Matius 26:74 Ayam berkokok sekali.
    Markus 14:72 Ayam berkokok dua kali.
  168. Matius 27:3-7 Kepala pendeta Yahudi lah yang membeli tanah.
    Kisah 1:16-19 Yudas Iskariot lah yang membeli tanah.
  169. Matius 27:5 Yudas melempar 30 Perak, kemudian pergi.
    Kisah 1:18 Yudas menggunakan 30 Perak untuk membeli tanah.
  170. Matius 27:5 Yudas gantung diri.
    Kisah 1:18 Yudas jatuh headlong, usus terburai.

    Pembahasan mengenai Yudas di http://liwanagan.blog.com/2010/07/20/kontradiksi-kematian-yudas-iskariot/

  171. Matius 27:11, Markus 15:2, Lukas 23:3 Ketika ditanya apakah benar ia adalah Raja Yahudi, Yesus menjawab: “You have said so,” (atau “Thou sayest”).
    Yohanes 18:33-34 Yesus menjawab: “Do you say this of your own accord?”
  172. Matius 27:11-14 Yesus hanya menjawab satu pertanyaan interogasi sebelum Pilatus.
    Yohanes 18:33-37 Yesus menjawab semua pertanyaan interogasi sebelum Pilatus.
  173. Matius 27:20 Kepala pendeta dan Tetua Yahudi membujuk orang-orang Yahudi agar mengatakan Babarabas saja lah yang dibebaskan.
    Markus 15:11 Hanya kepala pendeta.
    Lukas 23:18-23 Tidak diceritakan mengenai dibujuknya orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi sendirilah yang meminta kepada Pilatus agar Barabas dibebaskan.
  174. Matius 27:32, Markus 15:21, Lukas 23:26 Simon Cyrene lah yang membawa salib Yesus.
    Yohanes 19:17 Yesus sendirilah yang membawa salib.
  175. Kalimat apakah yang tertulis disalib Yesus?
    Matius 27:37 “This is Jesus the King of the Jews.”
    Markus 15:26 “The King of the Jews.”
    Lukas 23:38 “This is the King of the Jews.”
    Yohanes 19:19 “Jesus of Nazareth, the King of the Jews.”
  176. Matius 27:46 Yesus berkata kepada Tuhan Bapa, mengapa Engkau meninggalkanku.
    Yohanes 10:30 Yesus berkata bahwa ia dan Tuhan Bapa adalah satu.
  177. Matius 27:46-50, MK 15:34-37 Kalimat terakhir Yesus: “My God, my God, why hast thou forsaken me?”
    Lukas 23:46 “Father, into thy hands I commit my spirit.”
    Yohanes 19:30 “It is finished.”

    (Note: Meskipun Matius dan Markus diterjemahkan sama, secara aktual bahasa Yunani menyalin kalimat tsb berbebeda untuk menyebut Tuhan (God). Matius mengatakan “Eli” and Markus menyatakan “Eloi.”)

  178. Matius 27:48, Lukas 23:36, Yohanes 19:29 Yesus diberi cuka (vinegar) untuk minum.
    Markus 15:23 Yesus diberi anggur (wine) dan mur (myrrh), tetapi Yesus tidak meminumnya.
    Yohanes 19:29-30 Apapun itu, Yesus meminumnya.
  179. Matius 27:54 Tentara Romawi berkata: “Truly this was the son of God.”
    Markus 15:39 Tentara Romawi berkata: “Truly this man was the son of God!”
    Lukas 23:47 Tentara Romawi: “Truly this man was innocent” (or “righteous”).
  180. Matius 27:55, Markus 15:40, Lukas 23:49 Wanita-wanita melihat Yesus dari jauh.
    Yohanes 19:25-26 Wanita-wanita berdiri dekat dengan Yesus.
  181. Matius 27:62-66 Seorang tentara ditugaskan untuk menjaga kuburan Yesus (the day following the burial).Markus 15:42- 16:8, Lukas 23:50-56, Yohanes 19:38-42 (Tidak ada tentara penjaga kubur Yesus. Ini menjadi penting karena ada rumor bahwa tubuh Yesus dicuri dan “Kebangkitan Yesus dari Kematian” [Resurrection] adalah cerita yang dibuat-buat)Markus 16:1-3, Lukas 24:1 (Tidak ada tentara yang menjaga kubur).
  182. Matius 24:9 Beberapa pengikut Yesus akan dibunuh.
    Yohanes 8:51 Jika mengikuti Yesus maka orang tsb tidak akan mati.
  183. Matius 28:1 Pengunjung pertama kuburan adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain (minimal 2 orang).
    Markus 16:1 Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome (3 orang).
    Lukas 23:55 – 24:1, 24:10 Maria Magdalena, Joanna, Maria ibu Yakobus, dan “perempuan lainnya” (minimal lima orang).
    Yohanes 20:1 Maria Magdalena (hanya 1 orang).
  184. Matius 28:1 Pagi-pagi sekali.
    Markus 16:2 Pagi-pagi sekali Setelah matahari terbit.
    Lukas 24:1 Sangat pagi-pagi sekali.
    Yohanes 20:1 Saat masih gelap.
  185. Matius 28:1-2 Batu masih ada ditempat tsb ketika mereka datang, kemudian batu itu dipindahkan oleh malaikat.
    Lukas 24:2, Yohanes 20:1 Batu telah dipindahkan ketika mereka datang.
  186. Matius 28:2 Ketika gempa bumi, satu malaikat turun dari langit kemudian memindahkan batu tsb, kemudian duduk diatasnya.
    Markus 16:5 Tidak ada gempa bumi, hanya ada seorang pemuda yang duduk disebelah kanannya.
    Lukas 24:2-4 Tidak ada gempa bumi. Dua pria berdiri didekat mereka.
    Yohanes 20:12 Tidak ada gempa bumi. Dua malaikat sedang duduk.
  187. Matius 28:8 Para wanita lari menemui para pengikut Yesus.
    Markus 16:8 Para wanita tidak mengatakan apa pun dan kepada siapapun.
    Lukas 24:9 Para wanita menemui 11 murid Yesus dan para pengikut Yesus.
    Yohanes 20:10-11Murid-murid Yesus pulang. Maria menangis diluar.
  188. Matius 28:8-9 Kebangkitan Yesus pertama kali terjadi didekat kubur.
    Lukas 24:13-15 terjadi di Emmaus (sebelas mil dari Yerusalem).
    Yohanes 20:13-14 terjadi di dekat kubur.
  189. Matius 28:9 Pada penampakkan pertama, Maria menyentuh kaki Yesus.Yohanes 20:17 Pada penampakkan pertama kepada Maria, Yesus melarang Maria menyentuhnya karena ia belum diangkat ke langit.Yohanes 20:27 Seminggu kemudian, meskipun Yesus belum diangkat ke langit, Yesus ingin agar Thomas menyentuhnya.
  190. Markus 1:14 Yesus mulai mengajar injil setelah penahanan Yohanes Pembaptis
    Yohanes 3:22-24 Sebelum penahanan Yohanes Pembaptis.
  191. Lukas 14:26 Tak ada seorangpun yang bisa menjadi murid Yesus jika ia tidak membenci kedua orang tuanya, istri, anak-anak, saudara, dan adiknya.
    1John 3:15 Siapa yang membenci saudaranya ia dikategorikan sebagai pembunuh.
    1John 4:20 Jika seorang mengklaim mencintai Tuhan tapi membenci saudaranya, ia adalah seorang pendusta.
  192. Lukas 18:9-14 Jangan membanggakan kebaikan.
    Roma 11:20, 1 Petrus 5:5 Jangan sombong.
    2 Korintus 12:11-14 Paus menyombongkan keimanannya dan mengatakan agar orang-orang memuji dia lebih banyak daripada rasul-rasul lainnya.
  193. Lukas 22:3-23 Setan merasuki Yudas sebelum makan Paskah.
    Yohanes 13:27 Terjadi pada saat makan paskah.
  194. Matius 1:22-23 Yesus adalah nubuat Yesaya 7:14. Yesus adalah Imanuel.
    Yesaya 7:14 dan Yesaya 8:1-8 Imanuel telah lahir, tetapi bukan dari rahim Maria. Imanuel bukan Yesus
  195. Job 26:11 Langit memiliki pilar.
    Pengetahuan/IPTEK menyatakan langit tanpa ada pilar.
  196. 1 Samuel 2 Bumi memiliki pilar.
    Pengetahuan/Iptek menyatakan bumi tanpa memiliki pilar. Bumi berbentuk hampir bulat.
  197. 1 Kings 15:33 Raja Baesa memerintah selama 24 tahun.
    2 Tawarikh 16:1 Raja Baesa berperang di tahun ke 36 masa pemerintahannya.
  198. Yeremia 36:30 Ramalan Tidak akan ada keturunan Yoyakim yang akan berhasil duduk di tahta Daud.
    2 Kings 24:6 Keturunan Yoyakim menjadi raja diatas tahta Daud.
  199. Yehezkiel 26:1-21 Ramalan bahwa Raja Babylonia Nebukadnezar akan menghancurkan Tyrus
    Fakta Sejarah mencatat bahwa yang menghancurkan Tyrus adalah Alexander Yang Agung
  200. Psalm 104:5 Bumi tidak pernah bergerak.
    Pengetahuan/IPTEK Bumi berputar pada porosnya. Artinya bumi bergerak.
  201. Yesaya 40:22 Bumi berbentuk lingkaran (circle).
    Pengetahuan/IPTEK Bumi bukan lingkaran.
  202. Melakukan hukum Taurat itu benar atau tidak?“ Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Roma 3:20 TB)Kontradiksi dengan:

    “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” (Roma 2:13 TB)

  203. Keselamatan itu ditentukan oleh syahadat (pengakuan) atau perilaku?“ Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9 TB)Kontradiksi dengan:

    “ Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,” (Roma 2:6 TB)

Petunjuk Bagaimana Cara Membantah Apology Kristen

Kristen berapology bahwa Bahwa Bible bebas dari tuduhan kontradiksi, mereka pun menjawab kontradiksi-kontradiksi tsb dengan senjata silat lidah mereka. Contohnya di website Kristen dibawah ini.

http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html

http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-lama-vt549.html

Bagaimana cara membantah mereka:

  1. Jika menyangkut sejarah, tanyakan kepada mereka, dari sumber manakah mereka berapology seperti itu? Apakah dari sumber orang kristen diabad 1, 2, 3, 4, 5, atau 15, atau malah diabad 20 dan 21. Siapa-siapa saja yang meriwayatkannya?Anda ingat hadits? Nah seperti itulah jika ingin menjelaskan sebuah peristiwa. Diriwayatkan oleh fulan A dari fulan B dari fulan C.
  2. Jika mereka tidak bisa membuktikan hal-hal tsb, tanyakan adakah bukti arkeology dan atau prasasti yang menyatakan bahwa orang diabad silam tsb memandang ayat ini penjelasannya begini dan ayat itu penjelasannya begitu, sehingga tak ada kontradiksi.
  3. Jika orang Kristen berapology mengenai silsilah Yesus tidak ada kontradiksi. Tolaklah mereka! Karena apology seperti itu BARU TERCIPTA DIABAD KE 15, sebagaimana telah saya buktikan di http://liwanagan.blog.com/2010/07/19/analisis-silsilah-yesus/

Analisis Silsilah Yesus

July 19th, 2010 | stevensterk

Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 2:4

Untuk memperkuat bukti bahwa Maria anak perempuan Eli, misionaris Kristen menyampaikan bukti “kuat” dibawah ini:

Silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis

Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:

* Lukas 3:23-24,
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.”

Sumber:
-BP, http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html

Komentar

Inilah kebohongan misionaris Pagan Trinitarian. Nampaknya kedustaan Kristen tsb sudah tersosialisasi dengan baik, dimana kita dapat dengan mudah menemukan pernyataan seperti itu di banyak website Kristen.

Perhatikan Kebohongan Kristen dibawah ini:

“The Jerusalem Talmud recognised this genealogy to be that of Miriam and not of Joseph. It refers to Miriam as the daughter of Heli in Hagigah 2:4.” http://english.logon.org/english/s/p119.html

“The absence of Mary’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Mary and not Joseph and refers to Mary as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://www.matsati.com/genealogy.html

“Furthermore, although many translations of Luke 3:23 read: “…being supposedly the son of Joseph, the son of Eli…,” because of the missing Greek definite article before the name of Joseph, that same verse could be translated as follows: “Being the son (as was supposed) of Joseph the son of Heli…”.1 In other words, the final parenthesis could be expanded so that the verse reads that although Y’shua was “supposed” or assumed to be the descendant of Joseph, he was really the descendant of Heli. Heli was the father of Miriam. The absence of Miriam’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Miriam and not Joseph and refers to Miriam as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://jewsforjesus.org/publications/issues/5_6/genealogy

“Was Jacob (Matthew 1:16) or Heli (Luke 3:23) the father of Joseph and husband of Mary? (Category: misunderstood the Hebrew usage) The answer to this is simple but requires some explanation. Most scholars today agree that Matthew gives the genealogy of Joseph and Luke gives that of Mary, making Jacob the father of Joseph and Heli the father of Mary. This is shown by the two narrations of the virgin birth. Matthew 1:18-25 tells the story only from Joseph’s perspective, while Luke 1:26-56 is told wholly from Mary’s point of view. A logical question to ask is why Joseph is mentioned in both genealogies? The answer is again simple. Luke follows strict Hebrew tradition in mentioning only males. Therefore, in this case, Mary is designated by her husband’s name. This reasoning is clearly supported by two lines of evidence. In the first, every name in the Greek text of Luke’s genealogy, with the one exception of Joseph, is preceded by the definite article (e.g. ‘the’ Heli, ‘the’ Matthat). Although not obvious in English translations, this would strike anyone reading the Greek, who would realize that it was tracing the line of Joseph’s wife, even though his name was used. The second line of evidence is the Jerusalem Talmud, a Jewish source. This recognizes the genealogy to be that of Mary, referring to her as the daughter of Heli (Hagigah 2:4)”. (Fruchtenbaum 1993:10-13) http://debate.org.uk/topics/apolog/contrads.htm

Note:
Hagigah dapat ditulis Chagigah, Khagigah, Hagiga, Khagiga, atau Chagiga.

Daripada kita menggantungkan diri kepada gerombolan penipu yaitu kaum Pagan Trinitarian, mengapa kita tidak melihat secara langsung Talmud kitab Hagigah 2:4. Sekarang silahkan Anda membuka website kitab Talmud Hagigah Bab 2 dibawah ini:

http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Talmud/hagiga2.html
http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm

Dibawah ini saya salin kembali Kitab Hagigah 2:4.

“In the case of Pentecost, which falls upon the eve of a Sabbath, the House of Shammai say: The day for sacrificing is after the Sabbath. But the House of Hillel say: There is no day for sacrificing after the Sabbath. Both, however, admit that if it fall upon a Sabbath the day for sacrificing is the day after the Sabbath. And on that day (which is called the day of sacrificing) a high-priest is not to clothe himself in his costly garments, unless in case of a mourning or of a fast. The prohibition was in order not to confirm the words of those who say, Pentecost is after the Sabbath (only).” (Mishna Hagigah 2:4)

Sekarang, apakah Anda dapat menemukan kata “MARY” atau “MIRIAM” di Talmud kitab Mishna Hagigah 2:4 diatas? Dapatkah Anda menemukan kalimat “Mary is daughter of Heli” pada Talmud Hagigah 2:4 diatas?

Note:
Bila Anda ingin mengetahui siapa House of Shammai dan House of Hillel, silahkan baca Ensiklopedia Yahudi online di sini

Masihkan Anda meyakini this perverted nonsense religion, Christianity.

Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 77:4

Selain penipuan atas nama kitab Hagigah 2:4, Kristen juga memamerkan penipuan lainnya yang saya kutip dibawah ini.

Secara hukum Yahudi — bukan secara darah-daging — Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf “memperanakkan” Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus.

* Lukas 3:23
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”

Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius karena Eli bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli adalah ayah Maria dan hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4. Kalangan Yahudi menanti kedatangan Sang Mesias dari keturunan Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria (dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.
.(BP, op.cit.)

Note:
Pada tanggal 22 September 2007, saya tidak lagi menemukan kalimat tsb di http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html . BP (Forum Kristen sarapanpagi) telah menghapus kalimat tsb, karena nyata-nyata sangat mempermalukan dirinya. Forum Kristen tsb tidak ingin para pembacanya mengetahui kebohongan yang dahulu sengaja mereka ciptakan!

Komentar

Klaim bohong Kristen tsb karena mereka merujuk sebuah buku ngawur berjudul “Horae Hebraicae” karangan John Lightfoot 400 tahun silam. Apakah “ELI” adalah berasal dari terjemahan “LYBSLYM” dalam bahasa Ibrani?

Kita lihat dahulu The Talmud of the Land of Israel Vol. 20: “Hagigah and Moed Qatan.” Tr. Jacob Neusner. University of Chicago Press, 1986 Passage: “L.”:

“R. Eliezer bar Yos’e said that he saw Miriam, the daughter of ‘LYBSLYM[Jastrow—the leeklike sprouts of onions], hanging the nipples of her breasts. R. Yost b. Hanina said, “The pin of the gate of Gehenna was fastened to her ear.”

Note:
- Bahasa Ibrani aslinya tidak mengenal huruf vokal. ‘LYBSLYM adalah delapan huruf konsonan bahasa Ibrani.

Eli atau Heli jika diconvert kedalam bahasa Ibrani adalah ‘eLiY. ‘eLiY hanya terbentuk dari tiga huruf bahasa Ibrani yaitu ‘-L-Y. Jadi klaim Kristen bahwa Hagigah 77:4 atau Hagigah 77:d yang menyatakan LYBSLYM sebagai ‘LY (Eli) adalah sangat tidak tepat!

Dr. David Kraemer menafsirkan “LYBSLYM” sebagai “alei betzalim” atau “alei betsalim”, yang artinya adalah “leaves of onions” dalam bahasa Inggris. Selain itu, banyak sarjana yang meyakini bahwa Mary atau Miriam yang diceritakan dalam Hagigah 77:4 bukan Maria ibunda Yesus. (source)

Jika Anda penasaran bagaimana asal mula atau duduk perkara dari penipuan umat Kristen yang kini telah tersosialisasi dengan baik oleh para antek Trinitarian tak tahu malu, silahkan baca website dibawah ini:

http://frontline-apologetics.com/QA8_talmud_mary.htmrecommended

atau di Benarkah Maria Anak Eli dalam Talmud kitab Hagigah 77:4

Ternyata Bukan Pandangan Kristen Abad Pertama, Tetapi Abad 15

“Nevertheless, the genealogy does not actually mention Mary: making it her genealogy is therefore a “daring” interpretation. More problematically, the Early Christians preserve no tradition identifying Luke’s genealogy as Mary’s. It was not until the 15th century AD, when Annius of Viterbo first suggested this reassignment of the genealogy to Mary.” (Wikipedia, Genealogy of Jesus, online source)

(Tetapi, silsilah sebenarnya tidak menyebutkan Maria: pembuatan ini adalah silsilah Maria adalah sebuah interpretasi “nekad”. Lebih problematis lagi, orang Kristen generasi awal tidak mengenal tradisi bahwa silsilah versi Lukas sebagai milik Maria. Klaim ini tidak ada sampai dengan abad 15 M, ketika Annius of Viterbo pertama kali menyarankan pengalihan silsilah kepada Maria.)

“According to Patrizi, the view that St. Luke gives the genealogy of Mary began to be advocated only towards the end of the fifteenth century by Annius of Viterbo, and acquired adherents in the sixteenth. St. Hilary mentions the opinion as adopted by many, but he himself rejects it” (Catholic Encyclopedia, Genealogy of Christ, online source)

(Menurut Patrizi, pandangan bahwa St. Lukas memberikan silsilah Maria mulai diadvokasi hanya pada akhir abad ke 15 oleh Annius dari Viterbo, dan memperoleh pengikut di abad ke 16. St. Hillary menyebut opini ini karena diadopsi oleh banyak orang, tetapi ia sendiri menolak opini ini.)

Alhamdulillah misteri kebohongan dan penipuan Kristen akhirnya terbongkar. Kini, kita dapat menyimpulkan bahwa apology Kristen yang mengalamatkan Injil Lukas sebagai silsilah untuk Maria adalah baru terjadi di abad ke 15. Lalu bagaimana silsilah Yesus menurut tradisi atau pandangan umat Kristen generasi awal, simak dibawah ini.

Injil Lukas Dalam Pandangan Umat Kristen Generasi Awal


Catatan Tradisi Kristen Generasi Awal benar-benar kompleks karena mencakup tradisi Yahudi Levirate marriage. Augustine mempelajari tradisi ini dari Julius Africanus dan menerima tradisi ini sebagai authoritative. (Eusebius dari Caesaria, Church History 1:7, 6:31; Augustine dari Hippo, De Consensu Evangelistarum 2.)

  • Tradisi orang Kristen mengidentifikasi seorang wanita bernama Estha sebagai nenek dari Yusuf. Estha menikah dengan Matan, keturunan Salomo (Sulaiman) bin Daud, dan menjadi ibu dari Yakub.
  • Tetapi setelah Matan mati, Estha menikah lagi dengan Matat, keturunan Natan bin Daud, dan menjadi ibu dari Eli.
  • Jadi, Yakub dan Eli adalah saudara tiri yang memiliki ibu kandung yang sama.
  • Eli menikah, tetapi mati tanpa mempunyai anak, jadi jandanya memikul tanggung jawab terhadap tradisi kuno levirate marriage, dan menikah dengan Yakub sehingga memperoleh anak bernama Yusuf.
  • Jadi, Yusuf adalah anak biologis dari Yakub keturunan Salomo bin Daud maupun anak legal dari Eli keturunan Natan bin Daud. Jadi ada dua silsilah yang diabadikan.
  • Meskipun secara legal adalah anak Eli, Yusuf dan ibunya tetap berada dalam keluarga Yakub, menurut tradisi, dan Yusuf secara legal mendapat waris dari Yakub.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Genealogy_of_Jesus

**Jadi tradisi umat Kristen generasi awal memandang bahwa silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah berdasarkan silsilah Yusuf, bukan Maria. Bahwa orang-orang Kristen memberitahu kita silsilah Lukas secara tradisi adalah milik Maria adalah kebohongan yang nyata dipihak agama Kristen. Yang sangat disayangkan adalah bahwa kebohongan Kristen ini sudah tersosialiasi dengan baik, sehingga kita sebagai muslim harus mensosialisasikan kebenaran yang sesungguhnya mengenai pandangan umat Kristen generasi awal dalam hal silsilah Yesus versi Injil Lukas.

Pandangan Injil-injil Apokrip

Injil-injil apokrip (yang ditolak oleh Gereja Katholik) seperti Injil Kelahiran Maria (the Gospel of Nativity of Mary) dan Injil James (The Gospel of James atau the Infancy Gospel of James) mengatakan bahwa ayah kandung Maria adalah Joachim (Ioacim) dan ibu kandung Maria adalah Anna (Anne).

Dibawah ini adalah website Injil Kelahiran Maria dan Injil James:
http://www.earlychristianwritings.com/text/infancyjames-mrjames.html
http://www.theworkofgod.org/Library/catholic/nativity_of_mary.htm

Orang Tua Maria menurut Al-Qur’an

QS Ali ‘Imran
35. ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

**Jadi orang tua Maryam yang benar adalah Imran.

Kontradiksi Silsilah Yesus

Setelah kita berhasil membongkar jaringan penipuan agama Kristen yang telah terorganisir dan tersosialisasi dengan baik, sekarang saya akan mengajak anda untuk menganalisis Silsilah Yesus secara kritis.

Ruth 4:18-22 1 Tawarikh 3 Matius 1 Lukas 3
Abraham Abraham
Ishak Ishak
Yakub Yakub
Yehuda Yehuda
Peres Peres Peres
Hezron Hezron Hezron
Ram Ram Arni (Ram)
Admin
Aminadab Aminadab Aminadab
Nahason Nahason Nahason
Salmon Salmon Salmon
Boas Boas Boas
Obed Obed Obed
Isai Isai Isai
Daud Daud Daud Daud
Salomo Salomo Natan
Rehabeam Rehabeam Matata
Abia Abia Mina
Asa Asa Melea
Yosafat Yosafat Elyakim
Yoram Yoram Yonam
Ahazia Uzia Yusuf
Yoas Yehuda
Amazia Simeon
Azarya Lewi
Yotam Yotam Matat
Ahas Ahas Yorim
Hizkia Hizkia Eliezer
Manasye Manasye Yesua
Amon Amon Er
Yosia Yosia Elmadam
Yoyakim Kosam
Yekhonya Yekhonya Adi
Malkhi
Neri
Pedaya Sealtiel Sealtiel
Zerubabel Zerubabel Zerubabel
Abihud Resa
Elyakim Yohanan
Azor Yoda
Zadok Yosekh
Akhim Simei
Eliud Matica
Eleazer Maat
Nagai
Hesli
Nahum
Amos
Matica
Yusuf
Yanai
Malkhi
Lewi
Matan Matat
Yakub Eli
Yusuf Yusuf
Yesus Yesus

Note:
- Arni adalah Aram dalam Septuaginta. Jadi Arni adalah Ram.
- Yekhonya (Jeconiah) mempunyai nama lain yaitu Yoyakhin (Jehoiachin), Konya (Coniah).

Kontradiksi 1

  • Matius 1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya pada waktu peristiwa Pembuangan ke Babylonia oleh Raja Nebukadnezar; kontradiksi dengan;
  • 2 Raja-raja 23:29-37 s.d 24:1-14 Yosia tewas ditangan Fir’aun ketika 11,5 tahun sebelum Peristiwa Pembuangan ke Babylonia. Mayat Yosia akhirnya dikubur di Yerusalem.

Note:

Hitungan 11,5 tahun berasal dari penjumlahan masa pemerintahan raja-raja pengganti Yosia hingga peristiwa Pembuangan Babylonia yaitu : 3 bulan masa pemerintahan Yoahas bin Yosia (2 Raja-raja 23:31) ditambah 11 tahun masa pemerintahan Yoyakim/Elyakim bin Yosia (2 Raja-raja 23:36) ditambah 3 bulan masa pemerintahan Yoyakhin bin Yoyakim bin Yosia (2 Raja-raja 24:8). Yoyakhin, cucu dari Yosia, inilah yang mengalami masa pembuangan ke Babylonia.

Jadi kontradiksi! Yosia tidak mungkin bisa memperanakkan Yekhonya di Babylonia, sebab ia sudah menjadi tengkorak selama 11,5 tahun lamanya di kuburan Yerusalem pada waktu bani Israel dibuang ke Babylonia.

Seandainya umat Kristen bersikeras tidak memandang hal ini sebagai kontradiksi, artinya Anda hendak menyatakan bahwa tengkorak Yosia bangkit dari kuburannya di Yerusalem lalu berjalan lebih dari 1700 kilometer ke Babylonia untuk mengawini perempuan di Babylonia sehingga beroleh anak di Babylonia Atau jika tengkorak Yosia melewati daerah subur, yaitu dari Yerusalem ke Babylobia via Haran lalu menyusuri Sungai Eufrat maka mayat (tengkorak) Yosia perlu menempuh perjalanan sepanjang lebih dari 2400 kilometer untuk mengawini perempuan sehingga beroleh anak

Fakta Pendeta Kristen ngedit Injil
Ibarat tikus gereja yang lolos dari pengamatan kita, itulah perumpamaan yang pantas untuk Pendeta Kristen yang setelah mengetahui kebobrokan Injil Matius, mereka dengan secepat kilat mengedit Injil Matius, yang sebelumnya adalah..

“Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.” (Matius 7:11 Alkitab edisi TB online)

menjadi:

“…Yosia, Yekhonya dan saudara-saudaranya.” (Matius 1:7-11 Alkitab edisi BISonline)

“…Josiah, and Jehoiachin and his brothers.” (Matius 1:6-11 Alkitab edisi CEVonline)

Perhatikan, mereka menghapus kalimat “pada waktu dibuang ke Babylonia/Babel”. Untuk mengelabui jemaat Gereja dan kritikus Bible, pendeta Kristen menggabungkan ayat 7-11 menjadi ayat 7 untuk Alkitab edisi BIS dan menggabungkan ayat 6-11 menjadi ayat 6 untuk Alkitab edisi CEV).

Mungkin pendeta Kristen berharap dengan merger beberapa ayat menjadi 1 ayat, para pembaca akan lengah mengetahui bahwa ada kalimat yang telah dihapus oleh Gereja.

TIPS:
Berikan argumentasi ini jika Anda menghadapi orang Kristen, karena bagaimana mungkin tengkorak bangkit dari kuburnya lalu berjalan ribuan kilometer hanya untuk kawin Jika mereka percaya bahwa memang demikian adanya, lalu mengapa pendeta Kristen mengedit Injil Matius Apakah ini adalah perintah dari Roh Kudus untuk segera mengedit Injil

Kontradiksi 2

  • Matius : Yosia memperanakkan Yekhonya.
  • Tawarikh : Yosia-Yoyakim-Yekhonya.

Yosia tidak mungkin bisa memperanakkan Yekhonya, sebab menurut kitab Tawarikh yang memperanakkan Yekhonya adalah Yoyakim bin Yosia.

Kontradiksi 3

Sejarah mencatat bahwa tahun 537 SM adalah saat dimana bani Israel yang mengalami masa pembuangan Babylonia diizinkan untuk kembali ke kampung halamannya di Palestina. Orang yang mengalami masa ini adalah Zerubabel, dan nama Zerubabel tercatat dalam silsilah Yesus.

“Zrubavel (Hebrew: זְרֻבָּבֶל‎, Zərubbāvel; traditional English: Zerubbabel; Greek: ζοροβαβελ, Zŏrobabel) was the grandson of Jehoiachin, penultimate King of Judah. Zerubbabel led the first band of Jews, numbering 42,360, who returned from the Babylonian Captivity in the first year of Cyrus, King of Persia” (http://en.wikipedia.org/wiki/Zerubbabel)

**Jadi Zerubabel adalah orang yang mengalami masa deportasi dari Babylonia ke Palestina di zaman Raja Cyrus.

“After the overthrow of Babylonia by the Persians, Cyrus gave the Jews permission to return to their native land (537 BCE)”http://en.wikipedia.org/wiki/Babylonian_captivity

**Jadi Zerubabel dideportasi tahun 537 SM.

Menurut Matius, antara Zerubabel dan Yesus terdapat 10 nama, sedangkan menurut Lukas, antara Zerubabel dan Yesus terdapat 19 nama.

Sungguh tidak logis bahwa dengan jarak 500-an tahun, ada 19 generasi, bandingkan dengan Matius yang hanya mencantumkan 10 nama generasi saja. Jadi menurut Lukas umur setiap generasi berkisar 25 tahun, sedangkan umur setiap generasi menurut Matius adalah sekitar 50 tahun. Dari sudut pandang logika umur setiap generasi, Matius adalah lebih logis daripada Lukas.

Kontradiksi 4

Dalam Kontradiksi 3 diatas saya memandang umur generasi dalam Silsilah Yesus adalah berdasarkan “usia hidup “. Lalu bagaimana jika umur generasi dalam Silsilah adalah berdasarkan “usia seseorang pertama kali mempunyai anak”, bukan “usia hidup”. Oke mari kita perhatikan dibawah ini.

Pertama, dalam Injil Matius terdapat 11 generasi dari Zerubabel hingga Yesus. Sekarang jika kita mengasumsikan umur setiap generasi pertama kali mempunyai anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan bahwa peristiwa deportasi bani Israel dari Babylonia ke Palestina terjadi pada tahun 334 SM. Perhitungan matematisnya adalah sbb:

# 30 X 11 = 330
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 330 = -334

Kedua, dalam Injil Lukas terdapat 20 generasi dari Zerubabel hingga Yesus. Jika kita asumsikan umur setiap generasi pertama kali mempunyai anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan bahwa peristiwa deportasi bani Israel terjadi pada tahun 604 SM

# 30 X 20 = 600
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 600 = -604

Ketiga, dalam Injil Matius terdapat 40 generasi dari Abraham hingga Yesus. Jika asumsi umur setiap orang pertama kali memiliki anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan Abraham hidup pada tahun 1174 SM. Perhatikan hitungan dibawah ini:

# 30 X 40 = 1200
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 1200 = – 1204

Keempat, dalam Injil Lukas terdapat 56 generasi dari Abraham hingga Yesus. Jika asumsi umur setiap orang pertama kali memiliki anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan Abraham hidup pada tahun 1684 SM.

# 30 X 56 = 1680
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 1680 = -1684

Mengapa saya berasumsi usia pertama kali memiliki anak adalah 30 tahun. Sebenarnya ini adalah serangan balik kepada ekstrimis Kristen yang menyatakan ketidaklogisan dalam silsilah Nabi Muhammad.

http://www.geocities.com/freethoughtmecca/genealogy.html

First of all, there are only 24 generations from Abraham to Muhammad, which is quite fantastic. Now, if we grant 30 years to each generation (i.e. make the generous assumption that each male fathered his respective son by age 30), this would place Abraham some time around 150 BCE. The math behind such a conclusion goes as follows:

* 30 X 24 = 720
* Muhammad was allegedly born 570 CE
* 570 – 720 = -150.

Jika mereka menilai logis atau tidaknya jumlah generasi dalam suatu silsilah berdasarkan asumsi bahwa seseorang pertama kali memiliki anak pada usia 30 tahun, mengapa saya tidak boleh menggunakan cara yang sama untuk menyerang balik mereka.

Nyatanya asumsi ini juga dipakai oleh antek Pagan Trinitarian dengan username “ali5196″ dalam forum Faithfreedom untuk menyerang Islam.

Kontradiksi 5

  • 1 Tawarikh 3:19-20 Zerubabel memperanakkan Mesulam, Hananya, Selomit, Hasuba, Ohel, Berekhya, Hasaja, Yusab-Hesed.
  • Matius menyatakan Zerubabel memperanakkan Abihud, padahal tidak ada nama Abihud dalam daftar yang diperanakkan oleh Zerubabel di kitab 1 Tawarikh 3:19-20.
  • Lukas menyatakan Resa anak Zerubabel, padahal tidak ada nama Resa dalam daftar anak maupun keturunan dari Zerubabel di kitab 1 Tawarikh 3:19-20.

Catatan:
Disini umat Kristen tidak bisa mengelak bahwa Matius dan Tawarikh saling menyangkal.

Matius mengatakan dalam bahasa Yunani: ζοροβαβελ (ZOROBABEL) δε (DE) εγεννησεν (GENNAO) τον (TOU) αβιουδ (ABIOUD)

Gennao artinya memperanakkan. Zerubabel memperanakkan Abihud artinya Zerubabel adalah ayah kandung dari Abihud. Pernyataan ini sama dengan Abraham memperanakkan Ishak artinya Abraham adalah ayah kandung dari Ishak, bukan Abraham nenek moyang dari Ishak.

Jadi, orang Kristen yang masih memiliki otak sehat, tidak bisa berkelit terhadap kata Yunani yang begitu jelas yaitu “GENNAO” (memperanakkan).

Kontradiksi 6

  • Ruth dan Matius menyatakan Ram memperanakkan Aminadab.
  • Lukas 3:33: Ram-Admin-Aminadab

Kontradiksi 7

  • Tawarikh 3:19 yang menyatakan Pedaya (yaitu saudaranya Sealtiel berdasarkan 1 Tawarikh 3:17-18) memperanakkan Zerubabel.
  • Matius 1:12, Lukas 3:27, Nehemia 12:1, Hagai 1:1 menyatakan Zerubabel memperanakkan Sealtiel.

Kontradiksi 8

  • Lukas 3:7, Sealtiel anak Neri.
  • 1 Tawarikh 3:17, Matius 1:12 Sealtiel anak Yekhonya.

Kontradiksi 9

  • Lukas mencatat 13 generasi antara Abraham s.d Daud.
  • Matius hanya mencatat 12 generasi antara Abraham s.d Daud.

Kontradiksi 10

  • Matius : Aminadab memperanakkan Ram.
  • Lukas : Aminadab anak Admin anak Arni (Ram).

Lagi, disini jelas kontradiksi. Matius menggunakan kata GENNAO (MEMPERANAKKAN) yang menandakan hubungan dekat yaitu sebagai ayah kandung bukan nenek moyang. Jika Kristen berusaha berkelit bahwa Lukas menggunakan istilah ANAK yang menandakan hubungan jauh sebagai keturunan, bukan anak kandung, justru, jika demikian pernyataan Kristen, akan sangat tidak bisa diterima. Perhatikan dibawah ini.

Matius dan Ruth : Peres-Hezron-Ram-Aminadab.
Lukas : Peres-Hezron-Ram-Admin-Aminadab.

Dengan melihat silsilah diatas, jelas bahwa yang dimaksud Matius dan Ruth adalah bahwa Peres adalah buyut (ayah kakek) dari Aminadab. Jika orang mengatakan bahwa istilah anak pada Lukas adalah dalam konteks hubungan jauh sebagai keturunan, bukan anak kandung, maka tanyakan pada orang Kristen : Apa hubungan Peres dan Aminadab menurut Matius dan Lukas

Kontradiksi 11

  • Matius 1:8 : Yoram memperanakkan Uzia.
  • 2 Tawarikh 21:4 s.d 26:1 : Yoram – Ahazia – Yoas – Amazia – Uzia.

Biasanya misionaris kristen akan menyangkal bahwa yang dimaksud dalam Matius 1:8 adalah Yoram adalah leluhur Uzia, bukan ayah Uzia. Tetapi jika kita membaca Matius 1:8, tertulis jelas kata Yunani “gennao” yang artinya “memperanakkan”.

Pandangan Paulus

“Saya memintamu untuk tetap tinggal di Ephesus, ketika Saya pergi ke Macedonia, supaya kamu memerintahkan orang-orang supaya mereka tidak mengajarkan doktrin lain, atau memberikan perhatian kepada legenda-legenda dan silsilah tiada akhir.” (1 Timotius 1:3-4 Terjemahan KJV)

“Tapi hindari pertanyaan-pertanyaan bodoh, dan silsilah-silsilah, dan perdebatan mengenai hukum, sebab semuanya tak bermanfaat dan sia-sia.” (Titus 3:9 Terjemahan KJV).

Paulus memang benar dalam hal ini, karena umat Kristen generasi awal harus menghindari ayat-ayat Bible yang menceritakan silsilah Yesus, maupun silsilah lainnya dalam Bible yang terbukti kontradiksi satu sama lain.

Penipuan Lukas

Matius menyatakan bahwa Yusuf adalah keturunan dari Yekhonya (Matius 1:12), orang yang dikutuk Tuhan dalam Perjanjian Lama kitab Yeremia 22:30 :”Demikianlah Tuhan berfirman, tulislah [bahwa] orang ini [Coniah/Yekhonya adalah] orang yang tak punya anak, seorang pria yang tak akan berhasil dalam masa hidupnya; karena tak ada seorang pun dari benihnya akan berhasil, duduk diatas tahta Daud, dan memerintah lagi di Yehuda.” (Terjemahan KJV)

Silsilah Lukas dalam hal ini bermasalah karena mencakup nama Sealtiel dan Zerubabel, yang kedua-duanya adalah keturunan dari Yekhonya menurut Injil Matius. Tampaknya Lukas telah mengetahui informasi “kutukan untuk Yekhonya beserta keturunannya”, sehingga ia dengan cerdik menghapus nama Yekhonya dalam daftar silsilah Yusuf versi Injil Lukas.

Baca juga:
Sensus Quirinius versi Lukas Dibantah Fakta Sejarah
Penipuan Lukas Mengenai Kebangkitan Yesus

Kesimpulan

Sekarang kita semua sudah tahu bahwa penjelasan Kristen mengenai silsilah Yesus ternyata big hoax dan perverted nonsense. Ternyata, setelah kita teliti, umat Kristen generasi pertama hanya mengetahui Silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah milik Yusuf, bukan Maria.